Pengusaha yang sukses biasanya murid nilai "B", bukan murid nilai "A"
Kita sering mendengar bahwa orang-orang yang paling sukses di dunia, tidak selalu memiliki nilai tertinggi di sekolah. Dalam beberapa kasus, murid dengan nilai "B" atau bahkan lebih rendah, justru menjadi lebih sukses dalam kehidupan setelah sekolah. Apa alasannya? Mari kita selidiki lebih lanjut.
Anda mungkin pernah mendengar bahwa orang dengan nilai "A" biasanya adalah orang yang sukses. Mereka adalah orang-orang yang paling pintar, paling berbakat, dan paling mampu dalam semua hal. Tapi, apakah itu selalu benar? Tidak selalu.
Siswa dengan nilai "A" dan pekerjaan impian
Siswa dengan nilai "A", biasanya dengan mudah mendapatkan pekerjaan impian mereka. Mereka bekerja di Google, di perusahaan unicorn, atau di perusahaan multinasional besar. Siswa nilai "A" biasanya sangat berbakat dalam satu hal spesifik, entah itu engineering, marketing, sales, dll.
Kerja di perusahaan besar dan bonus
Dengan semua gaji, tunjangan, bonus, dan fasilitas di kantor, siswa nilai "A" tersebut betah dan meniti karir di perusahaan besar tersebut. Sepuluh tahun pun berlalu begitu saja.
Kesadaran setelah sepuluh tahun bekerja
Namun, saat mereka menginjak usia diatas 30 tahun, siswa nilai "A" ini mulai sadar. Jika mereka terus menerus bekerja, maka akan sangat berat untuk meniti karir lebih tinggi lagi. Sudah bekerja 10 tahun, tapi entah kenapa, menabung Rp 1 milyar setahun saja terasa berat.
Siswa dengan nilai "B" dan pengalaman entrepreneurial
Sementara itu, siswa nilai "B", sangat kesulitan mencari pekerjaan di kantor yang mentereng. Kalaupun dapat, mereka masuk perusahaan yang kecil. Itu pun kalau mereka suka dengan pekerjaannya. Kalau tidak suka, mereka lebih memilih memulai bisnis dari kecil.
Memulai bisnis dari kecil
Di usia 20an, mereka sudah punya pengalaman entrepreneurial. Mereka sudah tahu rasanya menjalankan perusahaan kecil. Mereka sudah tahu trik-triknya, sudah tahu caranya memulai dari nol. Mereka sudah tahu caranya negosiasi, sudah tahu caranya menjual, sudah tahu caranya book keeping.
Memahami berbagai aspek bisnis
Jadi ketika mereka ingin memulai bisnis yang baru, dengan mudahnya mereka memikirkan berbagai aspek seperti aspek finansial, aspek bisnis, aspek marketing, aspek produk, dst. Karena dari dulu mereka memulai dari hal kecil. Di usia 30an, mereka sudah memiliki pengalaman entrepreneur selama satu dekade!
Menjadi entrepreneur sukses sebagai siswa dengan nilai "A"
Apakah siswa dengan nilai "A" bisa menjadi entrepreneur yang sukses? Tentu saja, SANGAT BISA. Tapi rahasianya cuma satu.
Rahasia menjadi entrepreneur sukses
Langkah pertama dalam entrepreneurship adalah harus mau memulai dari nol. Harus mau susah. Harus mau berpikir lebih keras.
Langkah pertama dalam entrepreneurship
Bagi mereka yang memiliki nilai "A", langkah pertama dalam entrepreneurship adalah melepaskan zona nyaman mereka. Mereka harus bersedia untuk mengambil risiko, untuk gagal, dan untuk belajar dari kesalahan.
Dalam kesimpulannya, baik siswa nilai "A" atau "B" bisa menjadi entrepreneur yang sukses. Siswa nilai "A" mungkin perlu bekerja sedikit lebih keras untuk keluar dari zona nyaman mereka, tapi mereka juga memiliki banyak keuntungan. Siswa nilai "B", di sisi lain, mungkin sudah memiliki keterampilan yang diperlukan untuk sukses sebagai entrepreneur. Mereka mungkin perlu bekerja sedikit lebih keras untuk memahami aspek-aspek teknis dari bisnis, tapi mereka sudah memiliki mindset yang tepat untuk menjadi entrepreneur.