Melantunkan nada tinggi di ketuk bintang selepas senja. Meramu kata demi kata, berharap menjadi sesuatu untuk kita, untuk tawa di heningnya canggung tatap mata. Aku berunding dengan kabut, jika saja ia membiarkan ku bersembunyi di sisinya, agar aku tak lagi terlihat begitu putus asa. Biar ia menyamarkan rasaku yang tertuju tapi tak tersampaikan, yang mendekap namun tak didekatkan. Aku ingin juga berunding dengan hujan, agar ia menangis saat aku menangis, bersama saling bertukar luka, meminjamkan cara agar kita tak terlihat begitu kecewa. Setelah semuanya, mengapa tak juga aku berunding denganmu? Kemudian bicara jujur tentang mengapa aku selalu menjadi pujangga. Ngomongmu serasa pujangga benaran.. #penulisabal#poem#kupang #NTT#sastra https://www.instagram.com/p/B1GgKtSneum/?igshid=gdtp30mf7b0b














