"Dunia tanpa Cermin"
Sesekali krisis kepercayaan diri melanda, khususnya bagi para wanita. Entah karena kenaikan berat badan (gw bgt), menua'nya kulit, wajah yang tidak secerah masa remaja, rambut yang tidak seperti iklan shampoo, baju yang tidak sekeren fashion tv, dan lain sebagainya…🙍
Saya membayangkan, apa jadinya dunia jika tidak ada cermin? Apakah manusia akan jauh lebih tenang? Apakah manusia akan berhenti membandingkan dirinya? Apakah harga diri manusia akan meningkat? Apakah jumlah bullying akan berkurang? Apakah manusia dapat lebih fokus menjalani hidupnya?🙆
Kalau dunia tanpa cermin, saya tidak akan pernah tau wujud saya, khususnya wajah saya…
Kalau dunia tanpa cermin mungkin saya akan dengan percaya diri mencoba hal-hal yang tidak pernah saya coba karena penilaian diri saya sendiri…
Kalau dunia tanpa cermin, mungkin saya akan pretend like a Victoria Secret’s Model and say to Adam Levine, “Marry me…” LOL..👰
Well, itu semua imajinasi kocak saya.. Tapi secara general, saya berpikir mungkin kalau dunia tanpa cermin, kita akan melakukan banyak hal yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya..
Dan lansia akan tetap merasa muda sampai memang fisiknya sendiri yang memberi sinyal ada kelemahan. Bukan karena pikiran dan persepsi nya akibat melihat uban, keriput, atau membungkuknya tubuh di cermin.👴👵
Pengaruh cermin sangat besar bagi dunia. Bukan karena pantulan atau refleksi diri yang tampak, melainkan karena persepsi atau penilaian negatif yang selanjutnya muncul terhadap diri sendiri.
Bisa dianalogikan bahwa cermin adalah “pengadilan” dengan anda sendiri sebagai “sang hakim”, “sang jaksa penuntut”, “sang pembela”, dan “si terdakwa”.👥👥👥
Maka, marilah berperan dengan baik saat melihat “pengadilan”… Cukuplah bermain peran atas diri, jangan pernah menjadi “sang hakim” atau “sang jaksa penuntut” atas orang lain yang kau posisikan menjadi “si terdakwa”.
Kecuali kau memang berprofesi sebagai Hakim di dunia nyata tentunya. 😉👋







