Self Talk : 'This is My Dream'
"This is My Dream" kata kata itu baru saja kubaca dari status FB salah satu sahabatku. "Dream"... "Mimpi"...
Dan aku tercenung lama menatap kata itu, sangat lama ...
"Kamu tak punya mimpi ?" kata sebuah suara
"Punya dong... manusia kan selalu tak pernah puas... setiap ia mendapatkan satu hal, ia akan menginginkan hal lain... seperti itu kan mimpi..." jawab suara yang lain dengan sangat percaya diri.
"Lalu kenapa diam?" ucap suara yang satu lagi.
"Sedang memikirkan apa sebenarnya mimpi terbesarku, bagaimana cara menuju kesana, dan ... bisa kah aku tetap bertahan dengan mimpi itu ?"
"Entah, setiap aku memimpikan sesuatu ... mimpi itu hanya bertahan sebentar lalu gairahnya tak kurasa menarik lagi"
"Hei ! Apa hubungannya ?"
"Yah, kau peragu... selalu meragukan apapun yang ada disekelilingmu... bahkan mimpimu pun juga kau ragukan"
"bahkan mimpimu pun juga kau ragukan... hmmm" ulangnya.
"apa yang perlu diragukan dari sebuah mimpi ? prosesnya ? kemampuanku ? atau... ketakutan bahwa mimpi itu tak begitu berharga untuk digenggam ?" lanjutnya.
"yang terakhir... mungkin" jawabnya ragu.
"aku percaya bahwa jika aku punya sesuatu yang kuinginkan, aku pasti akan lebih bersemangat menggapainya... tapi sekarang ... tak ada yang membuatku menarik selain bagaimana caranya mendapatkan uang yang banyak"
"Salah ! Karena jika aku tak tau kemana sebenarnya arahku, semuanya seperti sia-sia... passion.. passion... kau sering mendengar para motivator motivator itu berceramah kan ? 'bekerjalah menurut passionmu dan kau tidak akan merasa sedang bekerja' aku ingin seperti itu... "
"Dari sini aku bisa melihat level ke 'perfectionist' an mu... keperfeksionisan yang bukannya membuatmu semakin bersemangat malah membuat langkahmu beku"
"Ah, kau ini ... tadi menuduhku peragu... sekarang perfeksionis dari sisi negatif... sesekali pujilah aku"
"Aku ada bukan untuk memujimu, tapi untuk membuatmu lebih mengerti siapa dirimu"
"komentator memang jenius dalam berbicara tapi nol dalam tindakan"
"Hei... kita sedang bicara tentang kamu... bukan aku ..."
"lalu apa yang akan kau lakukan ?"
"Apa lagi selain mencari apa yang sebenarnya harus kucari..."
"yah... mungkin itu salah satunya"
"bukankah aku punya banyak hal yang ingin kau lakukan ? yang selalu kau pendam dengan kalimat 'sekarang belum saatnya' itu.. "
"hehehe... justru itu... terlalu banyak hingga aku tak sanggup memilih salah satunya"
"tak sanggup atau tak berani ?"
"yah... kau memang paling mengerti..."
"tentu saja... aku adalah dirimu seperti kau juga diriku"
"teruslah mencari... bahkan jika kau tak lagi mampu untuk bergerak.. teruslah mencari.. hingga waktu jiwamu kembali padaNYA.. bukankah itu tujuan kita hidup ? 'Mencari'"
"Ah... aku sedang sok tau sepertinya"
"bukan sok tau... tapi sok bijak... "