Peristiwa banjir yang melanda wilayah Jabodetabek Rabu (1/1/2020) menjadi pelajaran bagi semua pihak. Terutama dalam menyikapi peringatan dini tentang fenomena alam. Kepala Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, sebelum peristiwa banjir BMKG telah menyampaikan peringatan dini sebanyak 4 kali tentang fenomena tingginya intensitas curah hujan. Dia menyadari langkah mitigasi bencana yang dilakukan ternyata belum sepenuhnya sampai kepada masyarakat. "Ini pelajaran bagi kami. Kami mencoba mendengar publik, di publik masih mengira peringatan dini adalah perkiraan, bukan prakiraan. Ini yang dipahami (masyarakat)," ujar Dwikorita di acara Peluncuran Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), di Gedung BPPT, Jakarta, Jumat (3/1/2020). Menurutnya, peringatan dini yang dikeluarkan BMKG merupakan prakiraan yang sudah dimutakhirkan dengan data. Data tersebut bersumber dari satelit hingga radar yang dimiliki @InfoBMKG. Masyarakat diminta tidak mengabaikan prakiraan yang dikeluarkan oleh BMKG meskipun belum tentu sepenuhnya akurat. (📷: Antara FOTO) . Credit by @officialinewstv . #BMKG #BanjirJabodetabek #PeringatanDini #iNews https://www.instagram.com/p/B64xfQInaZ9/?igshid=1pmzjttbqizjl