ESTOY LLORANDO SON UNOS DULCES 🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹
seen from Russia

seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from South Korea
seen from China
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from Brazil
seen from United States

seen from United States

seen from Philippines
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
ESTOY LLORANDO SON UNOS DULCES 🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹
Hoy es la ultima inmersión de los chicos del CONICET y del GEMPA con el ROV SuBastian. No se vayan chicos los queremos mucho, sigan haciendo transmisiones 🥺 Los queremos muchísimos y los re bancamos <3
It’s a bit depressing but the difference between Solar & Retak’ka’s interaction and Beliung and Kuputeri is so massive-
NSFW Commission - Gempa x Ejojo
((Will post the uncensored one in X after i have the client permission))
Aku tertimbun diantara tumpukan puing-puing bangunan.
Aku tak mampu mendengar apapun kecuali deru nafasku, dan do'a-do'aku kepada Tuhan.
Rasanya; dingin mulai menjalari tubuhku pelan-pelan, bergerakpun aku tak mampu lakukan.
Kini, yang kurasakan hanya dahaga, dan gelap yang aku tak tau dimana ada sumber cahaya.
Tapi aku tak sendiri, Tuhan pasti menemaniku melewati ujian ini.
Dan diantara sunyi yang sepi; suara abi dan umi tak mampu kudengar lagi.
Sajak ke - 25
Siapakah kita dalam kehidupan Ini ?
Teman2 tentu kita semua ingin menjadi manusia yang banyak bermanfaat agar bernilai. Kita terus menggali potensi kita tiada henti. Sampai akhirnya diantara kita ada yang mencapai kedudukan tinggi, harta kita banyak, pasangan kita rupawan, anak2 kita berprestasi, tanpa kita renungkan kembali bernilai seperti apa yang Allah ridhoi.
Kita punya pekerjaan yang bagus, bisnis yang sukses, yang mampu mempekerjakan banyak karyawan, kitapun merasa bermanfaat, tanpa meng-evaluasi kembali bermanfaat seperti apa yang Allah inginkan.
Tak peduli semua itu diperoleh jalur curang, jujur atau mencampuradukan keduanya. tak diperhitungkan adakah komponen2nya yang melanggar syariat atau tidak.
Tidakkah kita kembalikan segalanya pada tujuan penciptaan kita ? Dan tugas keberadaan kita di dunia ini?
Teman2 mari kita temukan jawabannya dengan mengkorelasi sambil merenungkan dari hati yang paling dalam, melalui berbagai fenomena yang terjadi beruntun belakangan ini. Gempa di Majene, Banjir bandang di Kalsel, Banjir dan Longsor di Manado,Erupsi di Semeru, Melonjaknya angka positif Covid 19 yang mencapai angka lebih dari 14 rb perhari, hingga bencana2 lokal lainnya yang tidak up di media seperti terciptanya kawasan kumuh baru, pengemis dan pemulung baru, pelanggaran ham dan kriminal hingga penyakit2 kronis pun langka yang diderita orang2 tanpa biaya ...
Jika semua orang sudah menempuh jalan yang benar harusnya dunia ini damai dan bahagia. Jika kita dapati banyak terjadi kekacauan artinya ada yang patut dipertanyakan? Janganlah jauh2 dulu mencurigai orang lain...
Pernah ga sih teman2 menyimak kondisi yang demikian lalu bertanya pada hati, siapa posisi kita disini?? Bak peran dalam sebuah film, Apakah kita hanya penonton, kritikus, pemeran, viguran, atau tokoh utamanya. Atau bahkan kita bukan semuanya, karena sama sekali tidak ingin tahu, eh tidak mencari tahu, maksudnya tidak tahu?
Teman2 sadar tidak sebenarnya setiap orang adalah pemeran utama dalam kehidupannya sendiri...
Namun apakah judul dari hidup kita tergantung respon dan reaksi kita terhadap berbagai fenomena kehidupan ini yang disebut (sinyal Allah) jika kita tidak responsif mungkin judul hidup kita adalah "Cantik - Cantik sibuk sendiri" , atau jika kita tak tergerak mencari tahu mungkin judul hidup kita "Ganteng - Ganteng ga peduli". Dan teman2 tahu bahwa Allah sebagai pengatur skenario pasti telah menetapkan jalan cerita bagi setiap kisah, nah renungkan kira2 apa nilai dari film kita dan bagaimana akhir bagi pemeran utamanya dari kisah dengan judul2 tadi. Mari kita bandingkan dengan dengan judul2 yang bermakna sebaliknya "Si Miskin yang Murah Hati" / "Si kaya yang dermawan"/ "Pahlawan kehidupan" misalnya, kira2 makna dan ending yang layak seperti apa?
Sementara kisah hidup setiap manusia bak film2 pendek. Ada juga yang disebut film layar lebar nya yang episodenya sangat panjang dan terus berlanjut hingga hari kiamat tiba, ibaratnya skenario (pengamalan Al-quran)terjadi dalan kehidupan dilihat dari sudut pandang Allah secara universal bagi semua makhluk, yang pemerannya Para nabi, Para Wali, Para Ulama, Para solihin terlepas dari kaya miskinnya, sehat, sakitnya. Nah disini peran kita bisa jadi hanya viguran atau penonton, jika kita tidak terjun dalam cerita dengan cara meneladani mereka...
Teman2 telah nyata ujian bagi saudara2 kita yang tertimpa musibah, artinya telah jelas jalan surganya jika mereka bersabar, telah muncul tandanya jika Allah mencintai mereka ("jika Allah mencintai seorang hamba maka Dia akan Mengujinya" HR.Muslim) Bahkan jika semua ini adalah wujud peringatan bagi orang2 berdosa , telah datang kesempatan terbaik bagi mereka untuk bertaubat dan kembali padaNya.
Jadi bukan mereka yang kasihan, tapi kasihanilah diri kita, dengan kondisi yang mungkin selalu aman, walau kita terus berbuat dosa, yang damai kendati kita tak henti melanggar syariatnya. Kita Yang kurang bersyukur dan lebih sering mengeluhkan hidup yang sebenarnya baik2 saja. Khawatirlah kalau hidup kita adalah nikmat yang disegerakan (istidraj) artinya Allah membiarkan kita karena kita sering membiarkan kedzhaliman terjadi Allah tidak peduli pada kita karena kita sering tidak peduli terhadap saudara2 kita.
Astaghfirullah kita bahkan tidak sadar bahwa kita sedang diuji juga, dan ujian yang demikian adalah yang paling berat lagi bahaya tingkatannya di sisi Allah. Naudzubillah
Teman2 mungkin ada yang terrenyuh hatinya dengan penderitaan yang menimpa sesama, tapi bingung mulai darimana sementara kita ngerasa menjadi aktivis, relawan bukan passion kita, kita engga ada bakat dan potensi disana.
Sayapun pernah berpikir demikian, seiring berbagai dinamika kehidupan yang jungkir balik dan terus berganti saya bingung dengan apa sebenarnya yang menjadi potensi saya... Dimana saya mesti posisikan diri saya secara tepat agar menjadi orang yang bernilai.
Bukankah menjadi mimpi siapapun untuk menjadi bermanfaat bagi banyak orang. Karena sebaik2nya makhluk adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi saudaranya.
Ternyata lagi2 selama ini kita engga menyadari kalau jawaban semua itu ada dalam Al-quran dan potensi (modal dasar) yang Allah berikan kepada kita secara umum hampir sama, hal itu termaktub dalam surat An- Nahl ayat 78
"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati nurani, agar kamu bersyukur.”
Artinya kita semua dapat menjadi siapa saja dan dapat melakukan apa saja yang Allah inginkan, dengan menggunakan pendengaran, penglihatan dan hati nurani.
Dan penglihatan disini tidak identik dengan mata yang mampu menyaksikan keindahan tetapi hati yang mampu melihat apa yang ada di dalam hati lainnya. Dan pendengaran tidak identik dengan suara2 tetapi hati yang mampu mendengar kebenaran.
Nyatanya. Tidak perlu punya banyak hal untuk menjadi orang baik, kita hanya butuh hati nurani. Meski kita tidak punya banyak harta kita masih punya doa yang paling sunyi di malam yang paling sepi. Jauh lebih baik daripada tidak sama sekali.
Untuk teman2 yang mampu, sebagai bentuk kepedulian kita jangan lupa untuk selalu menyisihkan sebagian harta kita untuk saudara2 di luar sana yang membutuhkan. Donasi mulai dari Rp. 1000,-
Saat ini sudah sangat banyak fasilitas yang memudahkan diantaranya melalui apk/ rek2 aksi kemanusiaan seperti
Sekarang kita bisa melakukan donasi kesehatan kapanpun dimanapun, dengan cepat dan transparan membantu pasien yang tepat
https://beramaljariyah.org/
Situs donasi dan menggalang dana (fundraising) untuk inisiatif, campaign dan program sosial. Mari bergotong royong membangun Indonesia!
Dsb
Kunjungi dan cobalah lihat betapa banyak diluar sana orang2 yang membutuhkan uluran tangan kita. Kalau bisa jadilah pahlawan dan ambillah peran penting dalam kehidupan mereka, sehingga Allah menjadi ridho pada kita.
Semoga pada akhirnya semua kebaikan yang kita lakukan kembali lagi pada diri kita, berupa kebahagiaan dan keselamatan di dunia hingga akhirat. Aamiin
#9 - Gempa