Resep Soto Pekalongan

seen from Brunei
seen from United States
seen from France

seen from France
seen from China

seen from Colombia
seen from Indonesia
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Saudi Arabia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Estonia
seen from Peru
seen from China
seen from United States

seen from Canada

seen from United States
Resep Soto Pekalongan
Curhatan Mahasiswa Penjelajah Dunia Perkalongan Edisi - 2
Hai guys, lama gak nulis nih di Tumblr.
Maklum ada beberapa faktor yang membuat hal itu terjadi *alibi* hehehe Sebenarnya, untuk posting-an kali ini sudah lama ingin saya tulis namun saya belum mempunyai waktu yang untuk membaginya.
Alhamdulillah, malam ini pukul 00.41 WIB tanggal 18 Desember 2012 saya berkesempatan untuk mulai sedikit berbagi.
Jujur, saya bingung mau mulai bercerita darimana -___-
but, let's start this story
Di tahun ini, entah mengapa hampir semua kegiatan yang saya ikuti baik itu kepanitiaan maupun organisasi saya rasa bukan menjadi pengalaman yang paling menyenangkan. Kenapa? Karena hampir semua kegiatan tersebut, kalau dibandingkan dengan kegiatan sebelumnya merupakan kegiatan yang paling banyak ujian dan cobaannya. Mulai dari, kurangnya rasa memiliki dengan kegiatan tersebut, kurangnya chemistry dengan teman - teman yang 1 kegiatan dan juga beberapa faktor lain yang tidak dapat saya sebutkan.
Namun, dari pengalaman tersebut saya mendapatkan beberapa pengalaman yang setidaknya bisa saya jadikan pelajaran ke depannya.
Untuk cerita ini, saya akan fokus ke 1 kepanitiaan yang baru saja selesai acaranya. Lebih tepatnya kepanitiaan PAGELARAN SENI & BUDAYA SULAWESI, maklum saya salah satu anak yang berasal dari pulau "K" tersebut :))
Awal mula saya menjadi bagian kepanitiaan tersebut karena dipaksa oleh teman untuk mengisi formulir yang diberikan kepada saya. Hal itu dikarenakan, sumber daya manusia untuk kepanitiaan tersebut masih kurang mencukupi. Saat itu saya tidak ingin mendaftar karena saya sudah terlibat dengan kepanitiaan sebelum itu yang pada saat itu, kepanitiaan tersebut lagi sedang dilanda "krisis". Makanya, saat itu saya tidak berniat untuk daftar di kepanitiaan ini.
Namun, karena rasa iba kepada teman saya ikut kemauannya.
Setelah mengembalikan formulirnya, seperti rekruitasi kepanitiaan yang lain, saya mengikuti wawancara. Saat wawancara, saya menjawab pertanyaan - pertanyaan sesuai kata hati saya. Dan saya juga memberitahukan, bahwa kepanitiaan ini bukan menjadi prioritas utama saya di semester ini. Namun, hal itu tidak lantas membuat saya tidak diloloskan dalam perekrutan tersebut. Anehnya, ketika diumumkan saya ditempatkan di divisi yang tidak saya pilih saat pengisian formulir -___-
Hal itu makin membuat saya setengah hati untuk turut berpartisipasi di dalamnya.
Awal kepanitiaan ini terbentuk, saya tidak bersemangat untuk mengikuti sebagian besar agendanya. Terlebih lagi karena kurangnya koordinasi antaranggota divisi saya ini, membuat perasaan saya makin tidak bersemangat dan membuat saya sempat ingin resign dari kegiatan ini.
Mendekati hari-H makin banyak cobaan yang harus dihadapi oleh kami. Dan perasaan was - was pun muncul dan komitmen saya sebagai panitia dipertanyakan oleh beberapa pihak. Dan jujur, saat itu saya ingin sekali mengatakan "saya kan daftar karena paksaan, bukan karena kemauan saya sendiri". Tapi, saya berkata juga dalam hati, kalau saya melontarkan kalimat tersebut berarti saya pengecut yang hanya bisa menyalahkan keadaan. Dan saat itu, saya menjadi tertantang untuk tetap menjalani kepanitiaan tersebut.
Kemudian, 2 minggu sebelum acara berlangsung, saya beserta beberapa teman berangkat ke Jakarta untuk mencari dana melalui donatur dari pejabat - pejabat Sulawesi yang ada di sana. Maklum, acara kami kan membawa nama kebudayaan Sulawesi, jadi kami berpikir bahwa mereka pasti mau membantu kami demi memberikan citra positif tentang tanah kelahiran kami.
Setelah sampai di Jakarta, kami beristirahat sejenak di salah satu rumah keluarga teman yang kebetulan saudaranya tinggal di Jakarta. Dan setelah beristirahat sejenak dan berpenampilan rapi (maklum mau ketemu pejabat coy), kami pun berangkat menuju salah satu kantor di mana pejabat tersebut bekerja. Karena beliau termasuk pejabat penting di kantor tersebut, kami tidak dapat langsung masuk ke sana. Kami terlebih dahulu harus melapor ke bagian informasi/resepsionis kantor perihal maksud dan tujuan kedatangan kami ke sana. Setelah melapor, kami harus menunggu lagi untuk konfirmasi keberadaan pejabat tersebut. Setelah mendapatkan konfirmasi, kami diperboleh memasuki kantor dengan catatan hanya 1 orang yang mewakili.
Saya tetap duduk di lobby sambil menunggu info dari teman yang masuk ke bagian dalam kantor tersebut. Setelah beberapa lama menunggu, teman tersebut keluar dan berkata bahwa dia diberitahu untuk menemui pejabat sulawesi lain terlebih dahulu yang ada di kantor tersebut. Setelah berdiskusi dengan bagian informasi/resepsionis, teman saya diperbolehkan mengajak 1 orang lagi untuk masuk. Jadi, total ada 2 orang yang akan mencoba meminta donasi dari pejabat Sulawesi yang ada.
Tak lama kemudian, mereka memberitahukan bahwa mereka sudah mendapatkan donasi dari salah satu pejabat tersebut dan cukup membuat kami bersemangat hari itu. Selama berada di kantor tersebut, mereka terus mencari ruangan pejabat Sulawesi yang ada di sana. Tanpa terasa, waktu shalat ashar pun tiba dan salah satu teman saya kembali turun untuk segera menuju salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, karena sebelumnya kami juga sudah membuat janji untuk bertemu dengan salah satu petinggi Sulawesi yang ada di Jakarta di tempat tersebut.
Setelah menunaikan shalat, saya ditelepon oleh teman yang masih berada di dalam kantor untuk masuk, dan akhirnya saya pun berhasil masuk. Dan ketika berada di dalam kantor itu, saya terus berpikir menyusun kata - kata untuk menjelaskan perihal kedatangan saya jika ditanyakan oleh pejabat tersebut. Karena pejabat yang bersangkutan sedang ada tamu saat itu, alhasil saya dan teman saya menunggu di depan ruangan beliau sampai urusan beliau dengan tamunya selesai.
Karena teman saya yang tadi belum shalat, maka saya menggantikan posisinya sementara untuk menunggu pejabat tersebut selesai. Sebenarnya, saya saat itu takut, gugup dan bingung. Saya takut, saya takut kalau nanti urusan tamu beliau selesai dan saya dipanggil sendiri masuk sebelum teman saya selesai shalat ashar.
Dan ternyata saat yang saya takutkan pun tiba, saya dipanggil masuk ke ruangan beliau dan diminta penjelasan kedatangan saya. Dan saya pun dengan sedikit gugup menyodorkan proposal kegiatan beserta list donatur. Dan tanpa banyak bicara, beliau langsung memberikan sejumlah uang untuk membantu kami. Dan itu merupakan salah satu pengalaman terbaik saya, karena kejadian itu merupakan kejadian pertama yang saya alami dalam hidup saya. Dan dari situ saya makin semangat untuk terus mencari dana demi kesuksesan kegiatan ini. Setelah kejadian di Jakarta tersebut, saya tertantang untuk mencoba lagi menjadi panitia divisi tersebut.
Dan dari perjalanan itu juga untuk pertama kalinya saya mengendarai mobil dari Jakarta - Bandung :D
Jujur, saat itu saya merasa sedikit senang dengan pencapaian saya dan merasa bahagia dengan salah satu pengalaman yang awalnya tidak pernah saya bayangkan.
Dari pengalaman itu juga, saya merasakan bagaimana susahnya mencari dana dalam suatu kegiatan serta bagaimana rasanya terus dijudge oleh divisi lain karena kurangnya transparansi divisi kami dalam pencarian dana untuk kesuksesan acara.
Dari kepanitiaan ini, saya juga benar - benar mengerti arti dari "Don't judge the book by its cover"
Mungkin ini dulu sedikit cerita dari saya, karena waktu telah menunjukkan pukul 02.06 WIB.
Jika ada kesempatan, saya akan mencoba menambahkan dan memperbaiki alur dari cerita ini.
Terima Kasih atas waktunya untuk bersedia membaca dan mengunjungi tumblr saya.
nb: maaf tulisannya masih rancuh dan maaf juga kalau ada kata - kata yang salah dari tulisan saya ini.
Mohon masukan dan kritikannya :))
Curhatan Mahasiswa Penjelajah Dunia Perkalongan
Jarang-jarang nih saya nge-post tulisan di tumblr, maklumlah saya bukan seorang mahasiswa sastra yang pandai berkata-kata ataupun seorang pekerja seni yang punya segudang kosakata manis yang bisa meluluhkan hati setiap pembacanya. :)
Sebenarnya bukan cuma itu yang membuat saya jarang nge-post berbagai tulisan di tumblr ataupun di blog-blog lain yang ada di dunia maya ini. Faktor lainnya adalah karena saya bingung mau nulis apa? THAT'S THE BIGGEST PROBLEM I THINK.
Sedikit nge-share aja nih tentang pengalaman saya selama menjadi Mahasiswa di IT Telkom, salah satu perguruan tinggi swasta yang ada di BANDUNG (Baca: Bandung Coret). Mungkin yang ada di pikiran para pembaca kalau mendengar kata "IT TELKOM", pasti yang terbesit di pikiran kalian adalah "TELKOM". Dan pasti bakal disangkut pautin dengan salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia a.k.a (Also Known As) Telkom. Gak salah juga sih sebenarnya, hanya saja kurang tepat. Walaupun membawa embel - embel nama "TELKOM", tapi gak semua lulusannya bakal kerja di sana kok. Banyak juga yang kerja di perusahaan yang gak ada hubungannya dengan dunia Per-Telekomunikasian.
Okay, back to topic.
Awal mula saya masuk ke sini sih, karena notabene saya lulusan dari SMK Telkom Sandhy Putra Makassar yang emang satu yayasan dengan tempat saya menuntut ilmu sekarang. Kalau awal mula masuk SMK itu sih, karena faktor ketidaksengajaan :p
Pertama kali masuk ke ITT (sebutan buat IT Telkom) yang ada di pikiran saya hanya kuliah dan belajar. Gak pernah kepikiran buat ikutan berbagai kegiatan lain selain 2 hal tersebut. Dan emang pada semester 1, saya hanya menjadi mahasiswa KUPU-KUPU (Kuliah Pulang Kuliah Pulang). Saya pun tidak pernah mengetahui agenda/acara apa saja yang sedang berlangsung ataupun akan diadakan di kampus saya. Alhasil, saya hanya menjadi Mahasiswa yang gak ada bedanya dengan siswa SMA ataupun SMP pada umumnya. Malahan anak SMA dan SMP kayaknya lebih sibuk deh dari saya -_-. Tapi gak apa-apa, itu menjadi pelajaran buat saya.
Setelah memasuki semester ke 2, saya mulai coba - coba ikut berbagai seminar dan pelatihan di kampus dan juga ikut daftar kepanitiaan yang lagi open recruitment. Itupun pada awalnya hanya untuk nambah - nambah TAK (Transkrip Aktifitas Kemahasiswaan) yang merupakan salah satu syarat untuk lulus dari kampus ini. Mungkin sebagian besar mahasiswa di sini juga berpikiran seperti saya pada saat itu. Tapi, setelah saya mengikuti beberapa kegiatan tersebut saya mulai berubah pikiran. Target saya yang awalnya hanya untuk mendapat TAK, berubah menjadi untuk meningkatkan kemampuan individu, kemampuan kelompok dan keprofesionalitasan saya dalam menjalankan suatu amanah dan tanggungjawab selain kuliah.
Ya, seperti yang kita tahu sebagian besar hardskill kita itu berkembang karena seberapa banyak "jam terbang" kita ikut andil dalam suatu kegiatan selain belajar. Makanya, setelah saya mengikuti beberapa kegiatan yang ada di kampus, saya jadi ketagihan ikut kegiatan - kegiatan yang serupa. Namun, saya melupakan satu hal yaitu ketagihan saya ini membuat saya lupa kalau saya telah mengikuti berbagai kegiatan dalam satu waktu yang bersamaan. Hal ini membuat saya tidak bisa fokus pada satu kegiatan itu. Dan membuat kinerja saya jadi tidak maksimal. Apalagi kalau beberapa kegiatan tersebut mengadakan suatu acara pada hari dan waktu yang sama AAAARGGGGHHH. Bingung mau milih yang mana jadinya. Soalnya mau gak mau karena saya merupakan bagian dari kepanitiaan/organisasi tersebut, saya harus ada di acara itu.
Jujur, sampai hari ini pun, saya masih mengalami hal tersebut. Dan saya bingung bagi waktunya. Yang ada di pikiran saya ketika itu terjadi,"harus datang ke acara mana?","atau gak usah datangin semuanya?","atau datangin salah satu acara aja?" semua pertanyaan - pertanyaan itu berulang-ulang terus di kepala saya. Tau gak hasilnya? ketiga pertanyaan itu pernah saya lakukan karena saking bingungnya. Mungkin kalian bertanya,"datangin berbagai acara pada waktu bersamaan? gimana caranya?". Saya akan jawab gimana. Sebenarnya saya datang ke berbagai acara itu tidak pada waktu yang sama, walaupun beberapa acara tersebut waktunya beririsan. Tapi, hal yang saya lakukan adalah saya datang ke 1 acara terlebih dahulu, baru kemudian setelah 30menit berlalu saya ijin untuk kemudian datang ke acara selanjutnya, lalu saya ijin lagi untuk mendatangi acara selanjutnya. Hal ini saya lakukan beberapa kali.
Pasti dari kalian berpikir, kalau kayak gitu mah percuma dong datang. Gak maksimal. Bener banget pendapat kalian. saya emang ngerasa kerjaan saya itu jadi tidak maksimal. Dan juga, saya jadi merasa tidak berguna di kepanitiaan/organisasi itu. Malah saya merasa menjadi seperti parasit bagi kegiatan itu -__-
Walaupun mungkin itu seperti tidak ada gunanya, tapi sebenarnya kita bisa mengambil pelajaran kok dari itu semua. Dari situ kita bisa belajar memanage waktu kita. Kita juga bisa belajar tentang keprofesionalitasan dan prioritas. Kita belajar untuk menjalankan amanah dan tanggungjawab. Kita bisa mengasah otak untuk berpikir keras memecahkan masalah-masalah yang sedang kita hadapi. Dan juga, kita bisa merasakan pahit manisnya hidup ketika mendapatkan suatu masalah.
Itulah beberapa pelajaran yang bisa saya ambil selama menjalani kegiatan - kegiatan tersebut. Dan walaupun belum semua masalah itu bisa saya temukan jawabannya, tapi saya yakin suatu saat pasti saya bisa menjawabnya.
#PROUDTOBEMYSELF JUST GIVE YOUR BEST, DO NOT EVER GIVE UP, DO NOT EVER STOP TO LEARN :)
nb: masih belajar menjadi penulis :D