Tanpa kusangka, siang itu jarak kita dipersempit oleh semesta. Mobilmu terparkir tepat di belakang mobilku—rapat, seolah ikut menyimpan rindu yang tak pernah terucap.
Kau biasanya jauh, tapi hari ini kau memilih dekat. Mungkin begini cara semesta berbisik, bahwa beberapa pertemuan tidak perlu direncanakan—cukup didekatkan.


















