here she is
seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from China

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United Arab Emirates
seen from Poland
seen from Singapore

seen from Italy
seen from Israel
seen from Poland
seen from China
seen from South Africa

seen from United States
seen from United States
here she is
Perkuat Sektor Pariwisata Jateng, Kiprah Pengusaha Hotel dan Restoran Digenjot
BNews–JATENG– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov) membangun kolaborasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di wilayahnya untuk memperkuat sektor pariwisata. Sebab, hotel dan restoran memiliki kontribusi yang berarti bagi pertumbuhan ekonomi dan pengembangan pariwisata di Jawa Tengah. Apalagi, sektor ini membawa multiplier effect terhadap perdagangan, transportasi, UMKM,…
BUPATI Garut, Abdusy Syakur Amin minta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) membantu memajukan Kabupaten Garut, terutama di sekto
BUPATI Garut, Abdusy Syakur Amin minta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) membantu memajukan Kabupaten Garut, terutama di sektor pariwisata.
Hal itu dikatakan Abdusy dalam acara pelantikan Pengurus Badan Pimpinan Cabang PHRI Kabupaten Garut Masa Bakti 2026-2031 di Sabda Alam Hotel & Resort, Jalan Raya Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Senin (27/1/2026).
Ia menekankan pentingnya kolaborasi. Menurutnya, kolaborasi bukan sekadar kerja sama biasa, melainkan hubungan yang saling membesarkan, menghormati, dan menghargai untuk mencapai tujuan bersama.
“Kolaborasi bukan hanya sekedar kata-kata tapi adalah menjadi insprirasi kita semua. Serta berharap kolaborasi bukan hanya internal PHRI, kami Pemerintah Kabupaten Garut ingin bersama-sama dengan PHRI untuk bersama memajukan Kabupaten Garut, terutama sektor pariwisata yang lebih intens,” ujar Bupati.
Okupansi Hotel di Lampung Turun Selama Libur Natal 2024, PHRI Lampung: Cuaca Buruk Jadi Salah Satu Faktor
Bandar Lampung – Tingkat hunian hotel di Lampung selama libur Natal 2024 mengalami penurunan. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Lampung, okupansi hotel hanya mencapai 80,65 persen, lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang mencatatkan tingkat hunian 85 persen. Sekretaris BPD PHRI Lampung, Friandi Indrawan, yang akrab disapa Didi, mengungkapkan…
PHRi Professional In Human Resource International Previous Next Course Overview Who Should Attend? Eligibility Criteria Course and Exam Fee
Libur Natal dan Tahun Baru, Hotel di Pandeglang "Kebanjiran" Wisatawan
PANDEGLANG – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, hampir semua hotel di tempat wisata yang ada di Kabupaten Pandeglang kebanjiran pesanan kamar. Bahkan, ada beberapa hotel yang tidak mampu menampung wisatawan lantaran banyaknya pengunjung yang datang. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pandeglang, Widiasmanto mengatakan, tingkat hunian hotel yang ada di Kabupaten…
View On WordPress
Restoran Milik Ketua PHRI Buleleng Ludes Terbakar
BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG - Kebakaran sebuah restoran terjadi di Jalan Pantai Penimbangan, Desa Pemaron Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Senin (27/11/2023) sekitar pukul 02.30 WITA. Belakangan diketahui restoran yang terbakar diduga karena korsleting listrik tersebut ternyata milik Ketua PHRI Buleleng bernama Dewa Ketut Suardipa dengan kerugian mencapai Rp200 jutaan. Berdasarkan informasi yang berhasil didapat peristiwa kebakaran bangunan berukuran 6x4 meter tersebut pertama kali diketahui ketika istri korban yakni Desak Nyoman Sumarniti (47) yang dihubungi oleh saksi bernama Jro Ketut Widiasih (48). Lantas korban yang juga Caleg Legislatif dari PDI-P tersebut bersama istri langsung mengecek dapur restoran yang berlokasi Jalan Pantai Penimbangan, Desa Pemaron, Buleleng tersebut. Benar saja api sudah membesar perlahan membakar bangunan dengan tembok kayu dan beratapkan seng tersebut. Sembari berusaha memadamkan api dengan alat seadanya saksi bernama Dewa Putu Agus Saputra (32) lantas menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) selang beberapa jam kemudian atau sekitar pukul 04.00 WITA api akhirnya baru bisa dipadamkan. "Benar peristiwa itu terjadi (Senin) dini hari tadi, dugaan penyebab dapur restoran Rangon Sunset ini terbakar yakni karena korsleting listrik, Namin sudah dilakukan langkah pengamanan di TKP dengan memasang garis polisi," ungkap Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika. Akibat peristiwa itu sejumlah peralatan restoran yang berada dipinggir Pantai Penimbangan ini ludes terbakar seperti barang-barang perlengkapan catering, sebuah kulkas, sebuah frezzer, alat-alat makan restoran berupa piring dan gelas, serta satu unit mobil box Suzuki Carry dengan nopol DK 8155 UF. Atas kejadian itu kerugian sementara diperkirakan mencapai angka Rp200 jutaan. "Laporan baru masuk tadi, jadi penyebab pastinya masih dalam lidik, tim sudah mendatangi TKP dan mengamankan lokasi," pungkas dia.(dar/bpn) Read the full article
Okay, so I actually read this "position paper" which I don't think the publishers really want a lot of people to do—given that they bury it in a PDF that you have to navigate to after following a link in the final tweet of the thread. Doesn't that tweet above look like the title card for an actual report? Yeah it's not; it's just an image.
Once you click through (three times), you will find that there is no new evidence collected, and that the "paper" is in fact a poorly written and edited compilation of the disputed reports that circulated online and in Western press in the days after Oct 7.
It cites anonymous IOF sources as fact. It launders previously made, unproven claims regarding the state of bodies found at the Supernova Sukkot Festival. For example, they repeat the claims of alleged festival organizer, Rami Shmuel, made on CNN.
If the acts were as horrific as described in those initial reports, why weren't any photos or other forensic evidence collected? No attempt was apparently made to track down such evidence by the authors, nor was there any investigation into what the lack of such evidence might imply.
And yet, people are on Twitter sharing this tweet, behaving as if this settles the matter, never reading past the headline. I think this is, of course, the point of publishing such an inane document, and having a "pro-Palestinian" organization do it is key to making sure liberal zionists receive the message.