Semoga Harimau Malaya Juara... . #pialasuzuki2018 #pialaaff2018 #harimaumalaya #hariharimau https://www.instagram.com/p/BrZ1mL7HZe-/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1hwb9o0e0m6ts
seen from Australia
seen from Germany

seen from United States

seen from Russia
seen from United Kingdom
seen from Germany

seen from Maldives

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
seen from Japan
Semoga Harimau Malaya Juara... . #pialasuzuki2018 #pialaaff2018 #harimaumalaya #hariharimau https://www.instagram.com/p/BrZ1mL7HZe-/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1hwb9o0e0m6ts
3 Calon Pengganti Bima Sakti di Timnas Indonesia
Liputanviral, Jakarta - Kontrak Bima Sakti sebagai pelatih tim nasional Indonesia akan berakhir setelah Piala AFF 2018. Apalagi, timnas Indonesia gagal lolos ke semifinal Piala AFF 2018. Pelatih kelahiran Balikpapan itu memang diminta PSSI untuk melatih Timnas Indonesia selama Piala AFF 2018. Bima melanjutkan tugas Luis Milla, yang gagal menemui kata sepakat dengan PSSI. Sebelum menjadi nakhoda Skuat Garuda, Bima merupakan asisten pelatih Timnas Indonesia U-23, di bawah kepemimpinan Luis Milla. "Kontrak saya hanya sampai di AFF dan itu melanjutkan apa yang sudah kami bangun selama ini bersama coach Luis," kata Bima seusai laga Timnas Indonesia melawan Filipina, kemarin, Minggu (25/11/2018). Hingga saat ini, PSSI belum mengumumkan pelatih Timnas Indonesia yang baru. Namun, ada tiga kandidat pelatih yang bisa menjadi suksesor Bima Sakti. Siapa saja? Simak di halaman berikut.
Simon McMenemy
Pelatih asal Skotlandia ini pernah diisukan menjadi pelatih Timnas Indonesia. Simon McMenemy merupakan pelatih Bhayangkara FC sejak 1 Januari 2017. Dia juga membawa Bhayangkara FC menjadi kampiun Liga 1 musim lalu. Dari 65 pertandingan selama menakhodai Bhayangkara FC, McMenemy mencatatkan 35 kemenangan, 10 imbang, dan menelan 20 kekalahan. Pria berusia 40 tahun itu juga memberi lampu hijau untuk menjadi pelatih Skuat Garuda. Bahkan, dia mengaku bangga bila mendapat kesempatan tersebut. "Itu (menjadi pelatih Timnas Indonesia) adalah pekerjaan yang saya inginkan. Akan sangat membanggakan jika bisa mendapatkannya. Ketika saya tiba di sini bersama Timnas Filipina, saya merasakan perasaan yang luar biasa. Saya akan sangat senang jika kesempatan itu datang," ujar McMenemy.
Widodo Cahyono Putro
Nama Widodo Cahyono Putro sudah sangat terkenal di dunia sepak bola Indonesia. Pria yang saat ini berusia 48 tahun itu juga mempunyai medali emas SEA Games 1991, sebuah medali yang belum dimenangkan Timnas Indonesia hingga saat ini. Widodo merupakan salah satu pelatih lokal berkualitas. Memang untuk melatih Timnas Indonesia itu tidak harus pelatih asing. Widodo inilah salah satu pelatih dalam negeri yang pantas mendapat kesempatan. Saat ini, Widodo merupakan pelatih Bali United sejak 10 Mei 2017. Dia telah memimpin Serdadu Tridatu dalam 68 pertandingan dengan mencatatkan 33 kemenangan, 16 imbang, dan 19 kekalahan.
Robert Alberts
Bagi Robert Alberts, sepak bola Indonesia bukanlah barang baru. Sebelum menakhodai PSM Makassar, pelatih asal Belanda ini sudah pernah memimpin Arema. Bahkan, pada musim ini, di Liga 1, Robert Alberts membawa klubnya, PSM Makassar menjadi kandidat kuat juara. Dia juga dinilai cocok menakhodai Timnas Indonesia. Sejak melatih PSM pada 1 Juni 2016, pria berusia 64 tahun itu telah memimpin dalam 65 pertandingan. Robert Alberts mencatatkan 34 kemenangan, 17 imbang, dan 14 kekalahan. Read the full article
Bima Sakti Soroti Lambatnya Transisi Timnas Indonesia
Hanya ada satu poin yang bisa didapatkan Timnas Indonesia pada laga fase grup terakhir Piala AFF 2018. Menghadapi Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (25/11/2018) malam WIB, Indonesia ditahan imbang 0-0. Seusai laga, pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti, berkata bahwa anak-anak asuhnya sudah melakukan apa yang dia instruksikan, tetapi dari segi eksekusi memang masih ada masalah di sana-sini. "Saya sudah lihat main Filipina sebelumnya, makanya setelah dapat bola kita harus transisi karena itu kelebihan kita. Sayang, kita lambat dalam transisi bertahan ke menyerang. Masih ada masalah dalam koordinasi," kata Bima dalam konferensi pers usai laga.
Dalam jumpa pers itu Bima didampingi oleh winger Riko Simanjuntak yang dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan. Riko mengamini apa yang sebelumnya diucapkan sang pelatih. "Kita sebenarnya sudah main bagus karena kita berhasil menyerang. Kita lihat permainan serangan Filipina bagus dari sayap, orang kedua muncul, tapi kita lebih bahaya lagi karena bisa menyerang balik mereka," ucap pemain Persija Jakarta tersebut.
Hasil imbang melawan Filipina ini menjadi pelengkap atas kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF kali ini. Dengan koleksi 4 poin, Indonesia finis di urutan empat Grup B di bawah Thailand, Filipina, dan Singapura. Bima mengatakan bahwa dia dan para pemain 'Garuda' sudah berusaha sekuat tenaga sejak awal. Namun, hasilnya memang belum sesuai harapan. "Dari pertama ditunjuk, saya sudah melakukan apa yang harus dilakukan. Begitu juga para pemain. Kami latihan keras, bahkan kami juga salat bersama, tetapi kami tetap gagal," tutup eks pemain PSPS Pekanbaru tersebut. Read the full article
Singapura Yakin Ciptakan Kejutan di Laga Lawan Thailand
Inanews - Sebuah pertandingan hidup-mati bakal dijalani tim nasional (Timnas) Singapura di gelaran Piala AFF 2018. Ya, Timnas Singapura diwajibkan untuk bisa memenangkan laga pamungkas Grup B Piala AFF 2018 saat melawan Thailand. Ya, nasib Timnas Singapura untuk bisa lolos ke babak semifinal Piala AFF 2018 tengah berada di ujung tanduk saat ini. Pasalnya tim asuhan Fandi Ahmad tersebut diwajibkan untuk bisa memetik poin penuh saat bertandang ke markas Thailand, yakni Rajamangala Stadium, pada Minggu 25 November 2018.
Hasil imbang pun sebenarnya sudah cukup membantu Timnas Singapura lolos ke semifinal Piala AFF 2018, namun dengan catataan Filipina gagal memetik poin ketika bertandang ke markas Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada saat bersamaan. Akan tetapi penyerang muda milik Timnas Singapura, Ikhsan Fandi, nampaknya tidak ingin mengambil langkah berisiko tersebut. Penyerang berusia 19 tahun tersebut tetap percaya Timnas Singapura bisa meraih kemenangan saat menghadapi Thailand pada akhir pekan ini.
“Jujur saja, saya tidak ingin kita terlalu berharap dengan apa yang didapat tim lain untuk menentukan nasib kita di sini (Piala AFF 2018). Kami tetap menargetkan kemenangan di laga besok (melawan Thailand),” ucap Ikhsan, Jumat (23/11/2018). “Terlebih, dalam sepakbola segalanya masih mungkin terjadi. Meski saya mengakui bahwa meraih kemenangan di Bangkok bukanlah hal mudah. Namun selama kita percaya pada diri sendiri, saya rasa segalanya mungkin saja, termasuk meraih kemenangan di sana,” tutupnya. Read the full article
Menpora Imbau Masyarakat Tetap Nonton dan Dukung Timnas di GBK
Liputanviral - Menpora Imam Nahrawi mengimbau masyarakat Indonesia untuk tetap mendukung Timnas Indonesia, meskipun tersingkir di Piala AFF 2018. Kekecewaan terhadap PSSI jangan dicampuradukkan. Imbauan itu diungkapkan Imam untuk menjawab kekecewaan masyarakat di media sosial. Ada upaya untuk mengosongkan Gelora Bung Karno pada laga terakhir melawan Filipina pada Minggu (25/11) dengan menggaungkan tagar #KosongkanGBK di media sosial. Indonesia dipastikan gugur setelah Filipina bermain imbang 1-1 melawan Thailand di Bacolod, Rabu (21/11). Mereka masing-masing mengumpulkan 7 poin, sementara Indonesia hanya mengoleksi tiga poin. Andai Indonesia menang melawan Filipina pada laga terakhir tak akan mampu mengimbangi poin Filipina. Imam menyadari bahwa suporter timnas kecewa dengan PSSI atas hasil itu. Tapi bukan berarti amarah itu lantas dialamatkan juga kepada para pemain. Sebab, pemain meski sudah gagal mereka tetap akan berjuang sampai titik akhir. "Tetaap nontonlah, kita dukung pemain-pemain yang terus berjuang. Mereka terus berjuang sampai titik darah penghabisan," kata Imam kepda Liputanviral.com, Kamis (22/11/2018). "Kalau toh PSSI dan ketumnya (Edy Rahmayadi) belum merespon keinginan publik dengan cepat, ya tetap kita dukung pemain-pemain yang sudah berjuang ini," dia menambahkan. Read the full article
Meski Gagal Juara AFF 2018, Grab Tetap Dukung Tim Garuda
Liputanviral - Indonesia dipastikan gagal melangkah lebih jauh di kejuaraan Piala AFF 2018. Kegagalan itu terjadi karena tim Garuda kalah poin pascalaga Thailand dan Filipina 1-1 di Stadion Panaad, Rabu (21/11/2018) malam WIB. Hasil itu membuat Thailand dan Filipina sama-sama mengantongi tujuh poin. Dengan tambahan poin ini, Thailand dan Filipina masih berbagi posisi teratas Grup B Piala AFF 2018. Indonesia yang baru mengumpulkan tiga poin, sudah tak bisa mengejar raihan poin Thailand dan Filipina. Meski dipastikan gagal, Timnas Indonesia masih bisa bertekad di laga terakhir untuk mempersembahkan kemenangan sebagai penutup Piala AFF 2018. Laga tersebut akan digelar pada Minggu (25/11/2018) melawan Filipina. Sebagai official sponsor untuk Timnas Indonesia dalam laga AFC Cup U-19, Piala AFF 2018, Grab terus mendukung para punggawa Merah Putih pada pertandingan terakhir maupun pertandingan persahabatan lainnya. Salah satu bentuk dukungannya adalah dengan menyediakan titik lokasi pick-up dan drop-off penumpang untuk pengguna GrabCar, GrabBike, dan GrabFood di lokasi penyelenggaraan AFF 2018 di Stadion GBK. Di sana juga ada GrabFood mini festival. Grab juga memberikan beragam promo menarik lainnya seperti tiket gratis untuk pelanggan dengan perjalanan terbanyak, fasilitas fast track agar pelanggan Grab dapat membeli tiket tanpa antrean, serta pelanggan Grab dapat gunakan saldo OVO untuk membeli tiket AFF. Bagi yang ingin menonton pertandingan penutup di GBK, bisa memesan GrabCar Plus atau GrabCar 6. Grabcar Plus didapat dari mitra Pengemudi bintang 5 dengan asuransi untuk mitra pengemudi dan penumpang sesuai kapasitas mobil, kapasitas maksimum mobil ini hanya untuk 4 orang. Sementara GrabCar 6 memiliki kapasitas maksimum untuk 6 orang dan bagasi hingga 80 kg. Terdapat asuransi gratis juga untuk mitra pengemudi dan penumpang selama perjalanan. Marketing Director Grab Indonesia Mediko Azwar, mengatakan pihaknya ingin terus berpartisipasi mengajak masyarakat agar senantiasa mengobarkan semangat ke Timnas Indonesia, sebagaimana ajang olahraga sebelumnya di Asian Games dan Asian Para Games 2018. "Peraihan medali di ajang Asian Games 2018 beberapa waktu lalu membuktikan bahwa Indonesia kaya akan atlet-atlet berbakat yang berpotensi untuk memajukan industri olahraga Tanah Air," ujar Mediko beberapa waktu lalu. "Setelah berpartisipasi dalam dua ajang bergengsi olahraga tingkat Asia, Grab kembali hadir di Piala AFC U-19, Piala AFF 2018 serta pertandingan persahabatan Timnas Indonesia lainnya dengan misi untuk mendekatkan masyarakat kepada turnamen cabang olahraga favoritnya serta timnas Indonesia melalui kampanye #KemenanganItuDekat," tambahnya. Read the full article
Bertandang ke Filipina, Korrakot: Thailand Harus Menang
Inanews - Bek Tim Nasional (Timnas) Thailand, Korrakot Wiriyaudomsiri, mengaku memiliki target kemenangan saat akan bertandang ke markas Filipina di laga Grup B Piala AFF 2018. Laga tersebut rencananya akan berlangsung di Stadion Panaad pada Rabu 21 November 2018 malam WIB. Pemain Buriram United itu mengatakan kemenangan menjadi sebuah kewajiban bagi timnya saat bertamu ke Filipina. Pasalnya raihan tiga poin bisa membuat Thailand semakin kukuh di puncak klasemen Grup B dan memperlebar peluang lolos ke semifinal.
Maka dari itu, tekad kuat dimiliki Korrakat dan kawan-kawan untuk bisa membawa hasil positif dari Filipina. Ia mengatakan instruksi pelatih, Milovan Rajevac menjadi sangat penting untuk bisa membawa kemenangan pada laga tersebut. “Kami masih harus pergi untuk menangkan pertandingan (di Filipina). Kami harus memenangkan setiap pertandingan, jadi kami akan mengikuti instruksi pelatih dan melakukan yang terbaik untuk mendapatkan kemenangan,” ungkap Korrakat, Senin (19/11/2018).
Sejauh ini Thailand mampu menunjukkan keperkasaannya di ajang Piala AFF 2018. Dari dua laga yang telah mereka lakoni, sang juara bertahan tersebut selalu meraih kemenangan. Kedua kemenangan tersebut diraih kala menghadapi Timor Leste (7-0) dan Indonesia (4-2). Dua hasil tersebut membawa Thailand kini menduduki posisi puncak klasemen sementara Grup B. Sementara lawan yang akan mereka hadapi yakni Filipina membuntuti mereka di tempat kedua. Read the full article
Bima Sakti Sebut Timnas Indonesia Terlambat Bangkit
Inanews - Tim Nasional (Timnas) Indonesia menelan kekalahan pahit dari Thailand dengan skor 2-4 dalam laga lanjutan babak penyisishan Grup B Piala AFF 2018. Mengomentari kekalahan tersebut, Pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti, menilai kalau anak-anak asuhnya telat bangkit untuk bisa mengubah skor akhir. Indonesia sejatinya memulai pertandingan yang dimainkan di Stadion Rajamangala, Bangkok, itu dengan apik. Tampil lepas, Indonesia mampu memimpin di menit ke-29 usai tendangan jarak jauh Zulfiandi mengoyak jala gawang Thailand. Kendati begitu, Thailand tidak menyerah dan di pengujung babak pertama mereka membalikkan keadaan dengan mencetak dua gol. Saat jeda turun minum, Bima Sakti menyadari bahwa anak asuhnya sedang dalam tekanan. Keadaan menjadi semakin buruk kala Thailand mencetak gol ketiganya di menit ke-65. Hal itu membuat Indonesia semakin tertekan dan tak mampu bermain seperti sedia kala di awal babak pertama. Indonesia baru bisa mencetak gol lagi di menit ke-89 melalui Fachruddin Wahyudi Aryanto. Gol Fachruddin tersebut sebenarnya langsung memompa semangat Indonesia. Sayangnya, waktu pertandingan yang tersisa hanya tinggal sedikit. Indonesia terlambat untuk bangkit dan pada akhirnya kalah 2-4.
"Konsentrasi kami bagus di babak pertama, sampai menit 30, hingga akhirnya kami kebobolan. Kebobolan kedua membuat kami down. Saat turun minum saya berusaha supaya kami bangkit lagi, ternyata ada gol ketiga dan tambah down. Saya coba melakukan perubahan, dan ketika kami mampu membuat gol kedua, sudah terlambat," jelas Bima Sakti, Minggu (18/11/2018). Read the full article