Bagiku, KITA adalah ketidaksengajaan yang tak boleh lupa untuk disyukuri. Pertemuan yang dilatarbelakangi oleh luka di masa lalu dan pencarian masa depan yang lebih baik. Juga, jawaban dari berbagai pertanyaan tentang arti kebahagiaan.
Darinya, dapat kureguk berbagai ilmu untuk mengisi catatan kepala yang masih kurang isi. Darinya, kudapatkan banyak pengalaman untuk membentuk pola pikir holistik. Darinya, dapat kurengkuh bahagia di sela-sela kebosanan rutinitas yang membelenggu diri. Darinya, Aku belajar mendewasa.
Di mataku, KITA tak mengenal usia; tua muda punya hak yang sama. Pun tak mengenal status sosial. Bahkan pengajar dan pelajar duduk sejajar membicarakan tentang hal yang sama. KITA bersatu karena memiliki frekuensi kesenangan yang sama; yaitu berkarya.
Jika aku pernah bilang dengan begitu bangganya bahwa halaman biru ini adalah rumah. Maka masih dengan rasa bangga yang sama, akan kukatakan bahwa KITA adalah keluarga yang tak hanya hidup di dalamnya. Tetapi juga mampu berbagi kebahagiaan di dunia yang tak lagi maya.
Harapku, semoga KITA selalu mampu mencipta bahagia, kapanpun dan dimanapun.
Jakarta, 21 Juni 2016
has