Perbanyaklah teman yang sholeh… kelak mereka bisa membantu mu…
DEAR READER
h
Sweet Seals For You, Always
No title available
Sade Olutola

#extradirty
$LAYYYTER
YOU ARE THE REASON

No title available

pixel skylines
KIROKAZE
wallacepolsom

roma★
Jules of Nature
Peter Solarz
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

No title available
NASA
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
we're not kids anymore.
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
seen from Spain

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Switzerland
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia
@waroengkopi
Perbanyaklah teman yang sholeh… kelak mereka bisa membantu mu…
Aku ingin menjadi kuping yang mendengarkan disaat kau sedang tak baik-baik saja. Tak bisa kah?
APAKAH ITU "CINTA"
هُوَ عَلِيٌّ حِيْنَ يَنَامُ بَدَلاً مِنَ الرَّسُوْلِ ﷺ فِي فِرَاشِهِ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّ الْقَوْمَ اجْتَمَعُوْا لِقَتْلِ الرَّسُوْلِ ﷺ وَأَنَّهُ قَدْ يَمُوْتُ عَلَى نَفْسِ الْفِرَاشِ !!
Cinta adalah ‘Ali ketika dia berbaring tidur menggantikan Rasulullah Saw di katil Nabi dalam peristiwa Hijrah, padahal dia tahu bahwa sekelompok orang telah berkumpul untuk membunuh Rasulullah Saw, dia juga tahu bahwa dia mungkin saja terbunuh diatas katil yang sama!!
اَلْحُبُّ .. ﻫُﻮَ ﺑِﻼَﻝٌ ﺣِﻴْﻦَ يَعْتَزِلُ ﺍلْأَﺫَﺍنَ ﺑَﻌْﺪَ ﺭَﺣِﻴْﻞِ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮْﻝِ ﷺ ، ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺃَﺫَﻥَ ﺑِطَلَبٍ مِنْ ﻋُﻤَﺮَ عِنْدَ فَتْحِ بَيْتِ الْمَقْدِسِ ﻟَﻢْ ﻳُﺮَ ﻳَﻮْﻣًﺎ ﻛَﺎﻥَ ﺃَﻛْﺜَﺮَ ﺑُﻜَﺎﺀً ﻣِﻨْﻪُ عِنْدَمَا قَالَ أَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ.
Cinta.. Adalah Bilal, ketika dia tidak lagi mengumandangkan azan setelah Rasulullah Saw wafat, lalu ketika Bilal mengumandangkan azan lagi atas permintaan ‘Umar saat penaklukan Baitul Maqdis. tidak pernah tangisan begitu membahana terlihat sebelumnya, saat Bilal mengucapkan “Asyhadu anna Muhammadan Rasulullaah”
ﺍﻟْﺤُﺐُّ .. ﺣَﺮْﻓِﻴّﺎً ﻭَﻓِﻌْﻠِﻴّﺎً، ﻳَﺘَﺠَﺴّﺪُ ﻓِﻲ ﻗَﻮْﻝِ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮْﻝِ ﷺ ( ﻻَﺗُﺆْﺫُﻭْﻧِﻲ ﻓِﻲ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔَ ).
Cinta Secara teori dan praktiknya mendarahdaging dalam sabda Rasul Saw: “Janganlah kalian menyakitiku terhadap A’isyah”
ﺍَﻟْﺤُﺐُّ .. ﻳَﻘُﻮْﻝُ ﺃَﺑُﻮْ ﺑَﻜْﺮٍ : ﻛُﻨَّﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻬِﺠْﺮَﺓِ، ﻓُﺠِﺌْﺖُ ﺑِﻤَﺬْﻗَﺔِ ﻟَﺒَﻦٍ ﻓَﻨَﺎﻭَﻟْﺘُﻬَﺎ ﻟِﺮَﺳُﻮْﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻗُﻠْﺖُ ﻟَﻪُ : ﺍِﺷْﺮَﺏْ ﻳَﺎﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻳَﻘُﻮْﻝُ ﺃَﺑُﻮْ ﺑَﻜْﺮٍ : ﻓَﺸَﺮِﺏَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺣَﺘَّﻰ ﺍﺭْﺗَﻮَﻳْﺖ.ُ
Cinta Adalah Abu Bakar yang mengatakan: “saat kami berhijrah, aku hairan dengan munculnya susu yang tercampur air, lalu aku berikan susu tersebut kepada Rasulullah, dan aku katakan: “Minumlah wahai Rasulullah” Abu Bakar mengatakan: “Maka Rasulullah pun minum sehingga hilanglah dahagaku”
ﺍَﻟْﺤُﺐُّ .. ﻫُﻮَ ﺍﻟﺰُّﺑَﻴْﺮُ ﻳَﺴْﻤَﻊُ ﺑِﺈِﺷَﺎﻋَﺔِ ﻣَﻘْﺘَﻞِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﷺ ﻓَﻴَﺨْﺮُﺝُ ﻳَﺠُﺮُّ ﺳَﻴْﻔَﻪُ ﻓِﻲ ﻃُﺮُﻕِ ﻣَﻜَّﺔَ ﻭَﻫُﻮَ ﺍﺑْﻦُ ﺍﻟْﺨَﺎﻣِﺴَﺔِ ﻋَﺸَﺮَ ، ﻟِﻴَﻜُﻮْﻥَ ﺳَﻴْﻔُﻪُ ﺃَﻭَّﻝَ ﺳَﻴْﻒٍ ﺳُﻞَّ ﻓِﻲ ﺍلْإِﺳْﻼَﻡِ .
Cinta Adalah Zubair yang mendengar kabar terbunuhnya Rasulullah, lalu dia pun keluar dengan menyeret pedangnya di jalan-jalan kota Makkah, padahal usianya baru 15 tahun. Agar pedangnya menjadi pedang pertama yang terhunus dalam sejarah Islam
ﺍﻟﺤُﺐُّ .. ﻫُﻮَ ﺭَﺑِﻴْﻌَﺔُ ﺑْﻦُ كَعْبٍ ﺣِﻴْﻦَ ﻳَﺴْﺄَﻟُﻪُ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﷺ ﻣَﺎﺣَﺎﺟَﺘُﻚَ ؟ ، ﻓَﻴَﻘُﻮْﻝُ : ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﻣُﺮَﺍﻓَﻘَﺘَﻚَ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ .
Cinta Adalah Rabi’ah bin Ka’b saat Rasulullah Saw bertanya kepadanya “apa yang kamu mohonkan?” Rabi’ah pun menjawab: “aku meminta agar aku bisa mendampingimu di surga”
ﺍﻟﺤُﺐُّ .. ﻫُﻮَ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓُ ﺑَﻨِﻲ ﺩِﻳْﻨَﺎﺭٍ ، ﺣِﻴْﻦَ ﻳَﺨْﺮُﺝُ ﺯَﻭْﺟُﻬَﺎ ﻭَﺃَﺑُﻮْﻫَﺎ ﻭَﺃَﺧُﻮْﻫَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺃُﺣُﺪٍ ﻓَﻴَسْتَشْهِدُوْنَ جَمِيْعاً فِي سَبِيْلِ اللهِ ﻭَﻳُﻨْﻌَﻮْﻥَ ﻟَﻬَﺎ، ﻓَﺘَﺮَﻯ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﷺ ﻓَﺘَﻘُﻮْﻝُ : ﻛُﻞُّ ﻣُﺼِﻴْﺒَﺔٍ ﺑَﻌْﺪَﻙَ ﺟَﻠَﻞٌ .
Cinta Adalah seorang wanita dari keturunan Bani Dinar. Saat suami, ayah, saudara laki-lakinya pergi ke medan Uhud lalu mereka semua mati syahid di jalan Allah, berita kematian mereka pun sampai kepadanya. Lalu wanita itu memandang Rasulullah kemudian mengatakan: “musibah apapun selainmu adalah kecil”
ﺍﻟﺤُﺐُّ .. ﻫُﻮَ ﺛَﻮْﺑَﺎﻥُ ﺣِﻴْﻦَ ﻳَﺴْﺄَﻟُﻪُ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮْﻝُ ﷺ : ﻣَﺎ ﻏَﻴَّﺮَ ﻟَﻮْﻧُﻚَ ؟ ﻓَﻴَﻘُﻮْﻝُ : ﻣَﺎﺑِﻲ ﻣَﺮَﺽٌ ﻭَﻻَﻭَﺟَﻊٌ ﺇِﻻَّ ﺃﻧِّﻲ ﺇِﺫَﺍ ﻟَﻢْ ﺃﺭَﻙَ ﺍِﺳْﺘَﻮْﺣَﺸْﺖُ ﻭَﺣْشَةً ﺷَﺪِﻳْﺪَﺓً ﺣَﺘَّﻰ ﺃَﻟْﻘَﺎﻙَ.
Cinta.. Adalah Thauban ketika Rasulullah Saw bertanya kepadanya: “apa yang membuat warna (wajahmu) berubah?” lalu Thauban menjawab: “aku tidak sakit dan terluka, hanya saja jika aku tidak melihatmu aku menjadi sangat merindu kesepian sampai aku bertemu denganmu”
ﺍﻟﺤُﺐُّ .. ﻋِﻨْﺪَﻣَﺎ ﻳَﻘُﻮْﻝُ ﺍﻟﺼِّﺪِّﻳْﻖُ ﻟِﻠﺮَّﺳُﻮْﻝِ ﷺ ﻗَﺒْﻞَ ﺩُﺧُﻮْﻝِ ﺍﻟْﻐَﺎﺭِ: ﻭَﺍﻟﻠَّﻪِ ﻻَﺗَﺪْﺧُﻠْﻪُ ﺣَﺘَّﻰ ﺃَﺩْﺧُﻞَ ﻗَﺒْﻠَﻚَ، ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻛَﺎﻥَ ﻓِﻴْﻪِ شَيْءٌ ﺃَﺻَﺎﺑَﻨِﻲْ ﺩُﻭْﻧَﻚَ .
Cinta.. Adalah ketika Abu Bakar AS-Shiddiq berkata kepada Rasulullah Saw sebelum memasuki gua (Tsur): “Demi Allah, janganlah engkau masuk sampai aku masuk terlebih dahulu, jika ada sesuatu di dalam gua ini maka akulah yang terkena bukan engkau”
ﺍﻟﺤُﺐُّ .. ﻫُﻮَ ﺃَﺑُﻮْﺑَﻜْﺮٍ ﻳَﺒْﻜِﻲ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮْﻝَ ﷺ ﻟَﻤَّﺎ ﺑَﺪَﺕْ ﻃَﻼَﺋِﻊُ ﺭَﺣِﻴْﻠِﻪِ ، ﻓَﻴُﻮَﺍﺳِﻴﻪِ ﷺ : ﻻَﺗَﺒْﻚِ ، ﻟَﻮْﻛُﻨْﺖُ ﻣُﺘَّﺨِﺬًﺍ مِنَ الْبَشَرِﺧَﻠِيْلاً ﻻَﺗَّﺨَﺬْﺕُ ﺃَﺑَﺎﺑَﻜْﺮٍ ﺧَﻠِﻴْﻼً.
Cinta.. Adalah Abu Bakar yang menangisi RAsulullah Saw ketika tampak tanda-tanda telah dekat kewafatannya, lalu Rasulullah menenangkannya: “Janganlah kamu menangis! Jika saja aku boleh menjadikan seseorang kekasih dari golongan manusia, aku pasti menjadikan Abu Bakar kekasihku”
ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﷺ : “ ﻣِﻦْ ﺃَﺷَﺪِّ ﺃُﻣَّﺘِﻲ ﻟِﻲ ﺣُﺒًّﺎ ﻧَﺎﺱٌ ﻳَﻜُﻮْﻧُﻮْﻥَ ﺑَﻌْﺪِﻱْ ﻳَﻮَﺩُّ ﺃَﺣَﺪُﻫُْﻢْ ﻟَﻮْ ﺭَﺁﻧِﻲْ ﺑِﺄَﻫْﻠِﻪِ ﻭَ ﻣَﺎﻟِﻪِ ”.
Rasulullah Saw bersabda: “diantara kecintaan yang begitu besar dari umatku adalah mereka yang hidup setelahku, diantara mereka ada yang begitu ingin melihatku meskipun dengan mengorbankan keluarga dan hartanya”
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا وَقُرَّةِ أَعْيُنِنَا وَشَفِيْعِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ الْأَطْهَارِ الْأَبْرَارِ وَصَحْبِهِ الْأَحِبَّةِ الْأَخْيَارِ وَعَنَّا مَعَهُمْ وَجَمِيْعِ الْمُؤْمِنِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
Ya Allah berilah Selawat dan salam dan keberkahan untuk baginda kami, Nabi kami, kekasih kami, penghibur kami, pemberi kami syafaat di hari kiamat; Muhammad beserta keluarganya yang suci dan baik, dan para sahabatnya para kekasih pilihan, begitupun kami termasuk dari mereka dan seluruh orang mukmin dengan Rahmat-Mu wahai Yang Maha Penyayang
SILA SHARE DAN SEBARKAN DENGAN PENUH KECINTAAN
(Ustaz Iqbal Zain al Jauhari)
Kado Hari Ibu Untuk Mimi (Rumah Singgah Cimahi)
Selamat hari ibu?
Semua orang berlomba-loba memberikan ucapan dan kado terindah untuk perempuan yang telah melahirkannya di dunia. Maka tidak heran setiap ibu akan merasa istimewa di hari itu selain hari ulang tahunnya, setidaknya 2 kali satu tahun sebelum anak-anaknya terenggut oleh kesibukan-kesibukan. Apa jadinya jika seorang ibu memiliki 35 orang anak sekaligus, dapatkan kau bayangkan seberapa besar kado dan keistimewaan yang ia terima?
Apa arti hari Ibu bagi Mereka Yang Kehidupannya bahkan TIDAK Pernah Dirayakan?
35 orang anak jalanan dan yatim yang memiliki ragam latar belakang alasan untuk hidup di jalanan hidup dalam asuhan seorang ibu, bernama “Mimi”. Ibu asuh dari mereka yang harus pergi dari kondisi yang terabaikan (broken home, himpitan ekonomi , dianggap berbeda, atau dibuang)
Mimi bersama keluarga Rumah Singgah Cimahi
Selasa 20 Desember, siang itu aku diajak kawan dari komunitas rumah pinus untuk silaturahmi ke rumah mimi, rumah itu tepat di samping rel kereta didekat stasiun cimahi. Mimi adalah ibu dari 35 anak jalanan/ anak yatim cimahi dan teman dari banyak anak jalanan sebandung raya. Umurnya sudah tidak lagi muda, terlihat dari seringnya keluhan penyakit di punggungnya yang kumat kalau terlalu lama bekerja. Sudah sejak 2006 mimi tinggal seatap di banyak tempat bersama adik adik anak jalanan cimahi.
“Sudah banyak atap kami tinggali, pindah pindah, tinggal dimana rejeki dikasi neng”
Ya, mimi dan adik adik rumah singgah tidak memiliki rumah tetap, selama ini mereka adalah kontraktor, berpindah dari satu kontrakan satu ke kontrakan ketempat lainnya. Tergantung rejeki yang hadir di tempat mana.
Mimi memiliki keluarga kecil, suaminya yang kini sudah tidak bekerja dikarenakan sakit, anak paertama yang bekerja di pabrik dan dua anak yang masih sekolah di SMK dan SMP. Mimi bukan orang yang kaya harta, sangat sederhana kehidupan mimi. Jauh dari kesederhanaan itu mimi lebih kaya hatinya untuk bisa berbagi bagi adik adik. Beliau masih bertahan berjuang mengumpulkan rizki dan donasi untuk bisa menambal pelan pelan tuntutan uang kontrakan tiap bulan dan biaya makan adik adik. Kontrakan yang kurang dari layak bisa dikatakan cukup untuk tinggal 20 orang berjejal, hanya 5x2 meter dengan 2 lantai.Sempit kataku, hangat dan cukup bagi mereka.
“Atap ini dek biar seadanya sempit, tapi setidaknya mereka ga harus ngampar di jalan kena hujan belum kena pukul orang jalan, ada yang masih mau nerima mereka, menjaga mereka kalau sakit, ngingetin buat berhenti ngelem, makan bareng walau seadanya”
Tidak usah kalian bayangkan bagaimana tinggal di jalanan, “keras”, dan sangat tidak layak untuk jadi rumah bagi anak anak. Latar anak anak ini harus mencari kehidupan dari jalanan banyak, mulai dari kemiskinan keluarga, yatim piatu, broken home, atau bahkan di abaikan keluarganya. Maka dengan adanya rumah singgah ini mereka masih diterima oleh keluarga ketika mereka pulang dari jalanan.
Pada 4 Desember Kondisi anak jalanan ini bersama keluarga mimi yang mengasuh, telah diusir dari kontrakan lamanya dikarenakan sudah telat bayar tagihan,hampir mereka akan kembali ke jalanan. Sampai akhirnya mimi bertemu komunitas rumah pinus (komunitas mahasiswa peduli pendidikan) yang akhirnya bisa membantu mengumpulkan donasi untuk DP awal kontrakan sebesar 1,5 Jt. Sehingga mereka bisa menempati kontrakan baru meski kurang layak dibanding kontrakan sebelumnya. Secara tidak sengaja ternyata pendiri komunitas tersebut teman satu kosan saya, sehingga kami berinisiasi untuk bisa membantu rumah singgah untuk bisa lebih terjamin tempat tinggalnya.
Disini saya mengajak kawan kawanku yang baik hatinya untuk bisa membantu mimi dan adik adik rumah jalanan bisa lebih baik masa depannya. Dengan menyisihkan rejekinya, meski kecil untuk kita namun lebih besar maknanya bagi mereka. Donasi ini direncanakan untuk melunasi uang kontrakan selama setahun sebesar 5.5 jt dan sisanya jika ada untuk biaya makanan adik adik rumah singgah serta program pendampingan adik adik. Kedepannya Rumah Pinus juga akan merencanakan pengembangan pendampingan adik adik anak jalanan cimahi.
“Tidak perlu benar benar kaya untuk bisa berbagi, cukup hati yang lebih lapang untuk meluangkan ruang didalamnya untuk orang orang disekitarnya.
Untuk Mereka yang kehidupannya tidak pernah dirayakan, dengan sedikit kado dari kantong kita untuk membantu membiayai kontrakan rumah untuk mereka bernaung selama ini dari kerasnya kehidupan jalanan
Jika berkenan untuk memberikan mimi dan adik adik rumah singgah cimahi “kado”, caranya:
1. Buka https://ktbs.in/xetbq 2. Klik tombol donasi sekarang, pilih metode pembayaran atau Mengirimkan donasi ke rekening BNI 0227839925 An Amelia Sakinah, setiap donasi mohon untuk menambahakan 1 rupiah untuk mempermudah dikenali, contoh : transfer 100.001, jika ingin donasi 100.000 lalu Mengkonfirmasi donasi anda ke 085641795080 (wa/sms/call)
3. Sebarkan ke seluruh dunia!
Berapapun rejeki yang dibagi sangat berharga untuk aku dan adik adik, dan sekelumit doa serta pesan share berantai anda akan menjadi tanda syukur untuk adik adik, bahwa kehadiran mereka di dunia juga turut disyukuri dan didoakan oleh semua orang baik disini. Semoga setiap aksi kalian akan menjadi rantai kebaikan yang nantinya akan kembali kepada kita.
“Kamu pasti tidak akan dapat menambah umur dalam kehidupanmu, namun kamu bisa menambahkan kehidupan dalam umurmu dengan kebermanfataan yang lebih banyak” -dari muna untuk amelia
Terimakasih kawan,
Bila ada pertanyaan silahkan hubungi saya di Telp/SMS/WhatsApp : 085641795080 Line : ameliasakinah Email : [email protected]
Selamat berbagi kebaikan!
Investasi paling menguntungkan, paling pasti kembalinya, dan paling aman adalah sedekah.
Jawaban saya setelah diskusi panjang di grup, tentang investasi apa yang paling aman bagi kita yang duitnya belum banyak. Di tengah ketidakpastian moneter.
Ya gimana? Investasi yang aman ya pada Yang Maha Menjaga. Investasi yang pasti kembali ya ke Yang Maha Menepati Janji. Investasi yang kembalinya tidak terkira jumlahnya ya kepada Yang Maha Kaya. Aman, syar'i, hati tenang, dan pasti kembali. :)
*yes, sebaiknya sedekah memang dilakukan ikhlas tanpa meminta pamrih. Tapi bagi kita yang belum sanggup seikhlas itu, saya rasa ga masalah, toh meminta kembalinya dari Allah kan; toh minta perlindungan dari bencana setelah bersedekah juga pada Allah. Barangkali setelah itu hati kita lebih dikuatkan untuk memberi hingga bahkan ga memikirkan apakah nantinya akan dibalas oleh Allah atau gak. Yang penting, biar Allah sayang. :)
Karna harta kita yang sesungguhnya adalah yang dibelanjakan di jalan-Nya :)
Jika aku mendefinisikan sosok ibu. Maka ibuku adalah….
Ibuku adalah perempuan tangguh | @manifestasirasa
Ibuku adalah tempat pulang | @cheniaik
Ibuku adalah bahu ternyaman untuk bersandar, sahabat paling setia tanpa jeda, pemilik pelukan terhangat penghapus segala lara | @hujankopisenja
Ibuku adalah jelmaan bidadari surga tak bersayap, yang selalu berikan keteduhan dan kenyamanan dalam dekap | @epicsymphony
Ibu adalah segala hal terbaik yang pernah tercipta | @diniswah
Ibuku adalah wanita pemilik cinta paling tulus | @waroengkopi
Ibu adalah separuh dari diriku, dan separuhnya lagi ialah ayah | @tandatanya
Ibuku adalah ibuku, sebagaimanapun ia sering memarahiku, sebagaimanapun aku kesal padanya, ia tetaplah ibu dan akan terus begitu, aku menyayangimu selalu | @naskahsenja
Ibuku adalah semua yang termulia sejagat raya | @lestarifebrin
Ibu ialah malaikat yang diperbolehkan Tuhan untuk kulihat | @kellanaputra
Ibu adalah kata ajaib dengan pemaknaan luar biasa yang tidak mampu didefinisikan dengan kalimat | @kuecoklat
Ibu, madrasah pertamaku | @fnibrass
Ibu adalah wanita yang tak akan mengkhianatiku | @rizkamarini
Ibuku adalah Dewi Anggraini, sebagaimana tuturnya dalam pewayangan, yang setia dan mengabdi | @irawanyusuf
Ibu adalah pengacara pembelaku yang paling hebat, malaikat pelindungku yang kasat mata, tempat aku berpulang menumpahkan segala asa dan rasa | @cintapadasenja
Pada kenyataannya ibu….
Bukan lampu tapi menerangi, bukan kompas tapi mengarahkan, bukan mentari tapi menghangatkan, itulah Ibu | @sitimasruroh
She isn’t teacher or lecturer, but for me, she is a greatest teacher in my life, because through her, Allah introduced me to the world | @ulvrhm07
Di mana
Pelukanmu membangkitkan semangatku yang sempat padam | @mehmetfath
Sekali lagi, ibu bagiku….
Cinta pertama dan selamanya | @semangkukasle
Pada ibu, aku belajar banyak sekali hal. Tempatku menyadari bahwa tiada anak yang hebat tanpa ada ibu luar biasa dibaliknya | @jejakmilkyway
Terimakasih Ibu untuk segalanya
@tumbloggerkita @kitajabar @kitasumatera @kitakalimantan @kitasulawesi @kitajateng @kitajatim
Katanya hambar(s), kok penuh rasa?
namanya juga hidup kak, penuh ironi :D
@estehmanistanpagula
Mencurigai Kebaikan
Di awal masa internsip, grup Line gue dan kedua ex-coassmate dipenuhi cerita-cerita baru mengenai kehidupan baru masing-masing. Hal yang paling kami soroti adalah betapa sangat berbedanya kehidupan baru ini dengan kehidupan masa lampau yang pernah kami jalani sama-sama. Terutama dalam hal; orang-orang baik.
Oknum U pernah bercerita bahwa dia sampai lupa bahwa ketika kita punya makanan, kita perlu menawari orang lain, entah itu sungguhan ingin berbagi atau sekedar bentuk basa-basi. Oknum W bercerita bahwa dia malah bingung karena di tempat tugasnya sekarang, perawatnya baik-baik luar biasa, entah karena mereka pada dasarnya baik, atau karena sekarang status sudah benar-benar dokter, bukan lagi dek koass.
Selain sering lupa caranya menjadi baik, kami juga jadi tanpa sadar cenderung mencurigai niat baik orang lain.
Malam ini, gue yang sedang bersiap mengikuti net meeting bulanan tetiba mendapat telepon dari rumah sakit untuk sebuah urusan mendadak. Jam 8 malam, di belantara entah berantah yang siang aja bagai kota mati apalagi malam, gue berbekal pepper spray saja sepertinya tetap bukan ide yang bagus.
Di saat-saat genting begitu, ajaibnya masih ada sekelompok teman, cecowo, yang menawarkan diri secara sukarela menjemput gue dan cecewe yang juga dipanggil malam ini, menemani kami selama di rs (bahkan menggantikan sementara kerjaan di igd karena tim jaga juga termasuk orang-orang yang dipanggil), lalu mengantar kami pulang sampai kami benar-benar sudah masuk kontrakan dan mengunci pintu.
Gue masih ingat, dulu ketika gue masih berada di sana, gue jalan kaki sendiri dari kostan ke rumah sakit ketika ada panggilan mendadak malam-malam. Apakah gue tidak mencari bala bantuan? Tidak. Karena sebelumnya gue pernah meminta dan jawabannya; “duh maaf, bukannya ga mau, tapi…”, atau “bisa bisa, tunggu ya sebentar ini lagi…” yak dan entah seberapa lama ‘sebentar’ yang dimaksud itu.
Gue dibuat tertegun malam ini. Doa gue, doa ex-coassmate gue dikabulkan semesta.
Kami ingin diingatkan rasanya menjadi orang baik dan dibaiki orang-orang baik.
Tadi sebelum meninggalkan rs, gue sempat bilang; “untung banget ya malem ini ada *sebut nama oknum yang menjemput*, gatau lagi gimana jadinya kalo gaada, beneran deh ini orang malaikat kita semua”
(Jadi si oknum memang luarbiasa baik sekali ke sesama intern, pun ke manusia-manusia lainnya. Baiknya tidak bisa dijelaskan, saking flabbergastednya. He almost never say 'no’, and he’s that reliable)
Salah seorang teman gue kemudian menimpali. Dia menjelaskan kenapa si oknum ini bisa sedemikian angelic. Ternyata, beliau punya riwayat kehilangan yang cukup tragis. Entah berhubungan secara langsung atau tidak, tapi kehilangan ini dianggap menjadi cikal bakal sikap peka dan peduli yang beliau tunjukkan.
Gue memutar ulang rekaman-rekaman tentang orang baik yang pernah gue kenal. Gue mencoba mengingat, sampai dimana latar belakang pengalaman seseorang mempengaruhi kadar 'kebaikan’ nya. Sejauh yang gue ingat, ya, kebanyakan orang baik yang tulus baiknya tanpa ekspektasi apa-apa adalah mereka yang punya riwayat pengalaman tidak menyenangkan dalam hidupnya; entah itu kehilangan, teraniaya, terdzalimi, membutuhkan sangat sekali tapi tidak ada yang memenuhi, diabaikan, disia-siakan, dan lain sebagainya.
Atau ada juga yang pernah merasakan rasanya sedang sangat butuhkan bantuan, lalu datang yang bisa membantu, sehingga tau rasanya butuh bantuan dan ingin menjadi yang membantu.
Memang terlalu jumawa kalau gue langsung menyimpulkan hanya berdasarkan pengalaman sendiri. Tidak gue pungkiri, ada juga orang-orang yang memiliki riwayat pengalaman tidak menyenangkan tapi malah berubah menjadi jahat.
Bahkan gue sempat menjadi salah satunya.
Tapi gue tertarik sekali dengan beberapa keadaan yang memperlihatkan betapa pengalaman tidak menyenangkan bisa mengubah orang menjadi baik ke sesamanya. Baik yang gue maksud disini adalah baik yang tulus, tanpa ekspektasi apa-apa, bukan basa-basi semata, bukan modus untuk mendapatkan apa-apa. Baik yang saking flabbergastednya sampe cuma bisa nganga terharu gatau harus bilang apa.
Dulu, gue sering mencurigai kebaikan, in negative way. Karena sudah kesulitan percaya dengan terminologi 'kebaikan’, sulit juga buat gue percaya bahwa ada baik yang tulus tanpa modus dan ekspektasi, serta bukan basa-basi. Setiap ada yang baik ke gue, yang terlintas pertama kali di benak gue adalah “mau apa nih orang?” atau “tumben baik, kenapa ya, ada apa ya” atau “alah basi, gausah, gue bisa sendiri”.
Akhir-akhir ini gue masih mencurigai kebaikan, dengan sudut pandang lain. Setiap kali dibaikkin orang, gue mulai berpikir; “gila baik bener, dia pernah dibaikin gimana ya sampe bisa sebaik ini?” atau “kok dia bisa sebaik ini ya, dia belajar dari pengalaman macam apa?”.
Pernah berada di sekeliling orang-orang tidak baik membuat gue cenderung mencurigai kebaikan. Gue tau, hidup tidak mudah, setiap orang punya medan pertarungannya sendiri-sendiri, titik rendah dan menyerahnya sendiri-sendiri. Gue tau, selalu ada pengalaman brengsek bajingan bangsat yang menghadang ketenangan hidup orang dan memberi dia pilihan; berubah menjadi sama brengsek bajingan bangsat, atau berubah menjadi baik. Hal ini yang menjadikan gue akhir-akhir ini curiga dengan setiap kebaikan orang.
It’s like…how? Why? Bagaimana memilih menjadi baik di tengah ketidakbaikan? Kenapa memilih menjadi baik di tengah ketidakbaikan?
Apa perlu, berada di tengah ketidakbaikan dulu untuk tau rasanya menjadi baik? Apa harus, menjadi tidak baik dulu untuk mengerti rasanya menjadi baik?
Apa bisa, menjadi baik begitu saja tanpa riwayat pengalaman apa-apa? Apa mungkin, menjadi baik meskipun di sekitar penuh dengan ketidakbaikan?
Apa boleh, gue terus menerus mencurigai kebaikan?
Gue percaya orang baik ada. Banyak. Tapi terpencar.
Ibarat konstelasi bintang, orang baik itu kayak bintang alpha di setiap rasi. Satu, tapi paling terang. Meskipun rasinya terdiri dari bintang-bintang redup, akan selalu ada satu yang paling terang, yang jadi alpha. Bintang-bintang alpha yang menyebar di setiap rasi akhirnya membentuk asterisme, untuk mempermudah orang mengenali konstelasi. Orang kalo bingung nyari rasi, bisa mulai dari cari asterismenya.
Gue percaya menjadi baik itu membuat bahagia. Kalau pada akhirnya tujuan hidup adalah menjadi bahagia, maka menjadi baik sudah lebih dulu menjadi prioritas di atasnya.
Semoga selalu dikelilingi kebaikan supaya diingatkan rasanya menjadi baik!
Di Luar Sistem
Saat masih menjadi anggota aktif sebuah organisasi dulu, seringkali saya merasa kesal jika ada kakak angkatan di luar kepengurusan yang berkomentar tentang keputusan-keputusan yang saya dan teman-teman pengurus ambil. Saya pikir, komentar mereka tak melihat pertimbangan-pertimbangan yang tentunya sudah kami pikirkan dengan matang sebelum mengambil keputusan. Karena mereka berada di luar sistem, mereka tak secara langsung berproses bersama kami. Sehingga menurut saya, mereka tak terlalu paham dengan kondisi yang kami hadapi saat itu. Kamilah yang paling mengerti dan kami jugalah yang punya hak paling penuh untuk menentukan.
Juga, saya kira mereka berkomentar berdasarkan pengalaman mereka dahulu. Hal itu lumrah mengingat pengalaman harus dijadikan pelajaran. Namun, mereka seolah lupa akan adanya perubahan, seakan-akan mereka tak menyadari bahwa situasi saat itu tak lagi sama dengan yang mereka hadapi dulu. Bahwa subjek yang kami hadapi berbeda, hingga butuh sesuatu yang berbeda pula.
Kemudian salah seorang dari mereka pernah berkata langsung dengan saya, “nanti, saat kamu berada di luar sistem, kamu pasti akan melihat apa-apa yang tak dilihat oleh orang-orang di dalam sistem”.
Saat ini saya telah berada di luar sistem, dan saya telah menjelma menjadi orang yang dulu seringkali membuat saya kesal; seorang kakak angkatan yang bisanya hanya komentar, tidak memberi solusi apalagi berkontribusi. Saya sadar betul kalau saya ini menyebalkan jika terus begitu, paling tidak bagi saya sendiri, karena saya belum pernah bertanya langsung dengan mereka - yang berada di dalam sistem - tentang sikap saya yang suka berkomentar.
Saya kesal dengan diri sendiri karena telah menjadi orang yang dulu selalu saya rutuki. Apakah memang begini menjadi orang yang berada di luar sistem? Seringkali saya gemas melihat hal-hal yang di mata saya tidak sesuai dilakukan oleh pengurus, hingga membuat saya gatal jika tak berkomentar. Namun setelahnya, saya menyesal karena telah menilai tanpa mengetahui alasan mereka memutuskan melakukan hal tersebut. Saya merasa saya sok tau dengan kondisi yang mereka hadapi, yang barangkali berbeda dengan yang pernah saya hadapi.
Barangkali memang benar, saat berada di luar sistem seperti sekarang saya bisa melihat lebih luas dan lebih dalam, sampai saya mampu melihat hal yang tak dilihat orang-orang di dalam sistem. Tentu itu karena saya pernah menjadi mereka dan menghadapi masalah-masalah serupa. Namun, rasanya tidak bijak jika saya berkomentar hanya berdasarkan pengalaman saja, tanpa memahami betul duduk perkara yang sedang dihadapi. Sebab bisa jadi berbeda dengan yang dulu saya hadapi meski untuk kasus yang sama.
Yak, silakan berkomentar jika sudah paham betul perkaranya. Kemudian berilah solusi. Dan akan lebih baik lagi jika bisa berkontribusi dan berproses bersama.
Desember 2016
Bawa aku keluar dari imajinasiku sendiri. Sebab rasanya aku mulai lelah menjadi pemeran utama dalam cerita yang kukarang sendiri; dimana selalu aku yang menikmati bahagia.
Sadarlah, hidup terkadang tak seindah dan semudah yang kau bayangkan. Dan sesegera mungkin berhentilah hidup dalam imajinasi.
RIUNG SASTRA Parade Sastra Akhir Tahun 2016
Senin, 19 Desember 2016 09.30-22.00 WIB Teater Terbuka, Kampus A-UNJ, Jl. Rawamangun Muka
Menghadirkan: - Taufiq Ismail (sastrawan) - Agus R.Sarjono (Sastrawan) - Sosiawan Leak (sastrawan) - Helvy Tiana Rosa (sastrawan) - Edi Sutarto (Sastrawan) - Silvarani (penulis novel AADC) - Laskar Puisi Menolak Korupsi (PMK) - Komunitas Perempuan Puisi - Takaeda (penyanyi) - Ivan “Idol” (penyanyi) - Shabrina (pemain film)
Narahubung 🔹Riska 081290984442 🔹Fajrin 089610626934
Rahasia Purnama
Tepat pukul dua belas siang, saat matahari sedang berada pada titik terpanas, orang-orang berhamburan keluar dari sebuah gedung besar dengan setelan pakaian yang hampir seragam. Menjadikan pelataran gedung menjadi sesak oleh ribuan manusia yang tentu saja sedang bersuka cita. Aku pun bersuka cita sebab aku adalah salah satu dari mereka, mengenakan jubah hitam dengan selempang biru di dada, beserta mendali yang melingkar elok di leher.
“Tama!”
Samar-samar aku mendengar namaku disebut di tengah kerumunan. Mataku mencari-cari sumber suara, tapi tidak berhasil kutemukan.
“Tama!”. Dua kali namaku dipanggil. Kali ini suaranya semakin jelas terdengar, diikuti oleh munculnya seorang wanita bertubuh mungil yang sangat kukenal.
“Tam!. Dari tadi dicariin juga. Lo udah ditungguin tuh sama anak-anak di bawah pohon. Kesana yuk, kita foto bareng. Eh iya, selamat wisuda, by the way. Huuu nambah-nambahin angka pengangguran aja lo sekarang”. Ucapnya dengan gaya bawel yang sangat khas seraya menyerahkan sebuket bunga kertas berwarna jingga.
“Terimakasih, Tewe cantik. Tumben lo romantis sama gue, harum pula ini bunga. Tapi kok bunganya palsu sih, bukan bunga beneran?”. Kataku, protes.
“Kan, gini nih gaya orang baru diwisuda, belagu. Udah untung dikasih, malah protes. Lagian itu bunga titipan orang, bukan dari gue. Ya lo taulah, mana mungkin gue ngasih begituan ke orang, apalagi orangnya lo”.
“Titipan siapa? Terus lo nggak ngasih apa-apa nih ke sahabat lu yang lagi berbahagia ini?”.
“Ya ampun, Tama, emang harus ya. Oke, nanti gue traktir lo makan. Yang jelas, gue nggak akan ngasih lo bunga. Karena gue tau, bunga nggak akan bisa membuat lo kenyang”. Jelas Tewe sambil tertawa. “Udah yuk ah, kita ke bawah pohon. Nggak enak sama anak-anak, udah nungguin lo lama”. Tewe menarik tanganku menembus sekerumunan orang, menuju sebuah pohon besar yang terletak di sebelah timur gedung.
“Tew, tapi lo belum jawab pertanyaan gue. Bunga ini titipan siapa?”
Wanita mungil itu tidak menjawab. Entah tak mendengar, entah pura-pura tak mendengar. Ia sibuk mencari celah diantara orang-orang yang tingginya mampu menenggelamkan tubuh mungilnya. Satu-satunya alasan yang membuatku tak kehilangan jejaknya adalah karena Ia menggenggam tanganku dengan sangat erat.
Di bawah pohon yang menjadi tujuan kami, sudah banyak orang-orang menunggu. Semuanya adalah orang yang ku kenal. Satu-satu dari mereka menyambutku dan memberikan selamat. Koleksi buket bungaku juga semakin banyak, ditambah dengan boneka, cokelat, dan makanan yang menjadi hadiah atas capaianku menjadi seorang sarjana teknik. Bahkan mereka masih merasa perlu mencetak spanduk berukuran 4x1m yang diatasnya terpampang potret diriku dan beberapa temanku yang lain - yang juga diwisuda - lengkap dengan sederet ucapan selamat. Mengharukan sekaligus memalukan.
“Tam, gue duluan ya. Gua ada kelas nih jam satu”, kata Tewe di tengah kesibukanku berfoto ria dengan teman-teman lain.
“Kok buru-buru banget sih Tew? lagian kita belum foto berdua. Foto dulu yuk, biar gue bisa pamer pendamping wisuda”.
“Gue? jadi PW lu?” tanyanya heran. Terlihat sekali kalau Ia berusaha menahan tawa. “Oke baiklah, buat lo apa sih yang nggak”. Tewe meminta salah seorang teman untuk memfoto kami berdua. Setelahnya Ia langsung pamit.
“Gue duluan ya, Tam. sekali lagi selamat!”
“Iya. jangan lupa traktirannya, lebih cepat lebih baik”.
“Iya. Bawel lo ah”. Ucapnya seraya pergi menjauh. Dalam sekejap, tubuh mungilnya sudah hilang begitu saja, tertelan lautan manusia yang masih saja penuh sesak. Dan bersamaan dengan itu, tiba-tiba saja aku teringat sesuatu.
*****************
Pukul dua puluh malam. Aku baru saja hendak merebahkan tubuhku, ketika pandanganku beralih ke sudut kamar, tempat aku menaruh sekumpulan hadiah wisuda yang kuperoleh tadi siang. Tanpa diperintah, mataku langsung tertuju pada sebuket bunga kertas berwarna jingga yang diberikan oleh Tewe, sahabat mungilku. Entah mengapa buket bunga itu sangat mencolok dibandingkan hadiah lainnya, hingga memaksaku untuk menghampirinya.
Lamat-lamat kuperhatikan buket bunga kertas itu. Guntingan dan lipatan bunganya rapi, ada dua puluh tangkai, berwarna jingga, dibungkus dengan dua lapis kertas serat berwarna biru tua dan biru muda; sungguh cantik. dan yang paling mengesankan dari semuanya adalah wanginya. Buket bunga kertas itu wangi!
Ah, siapa gerangan orang yang begitu berniat untuk memberikan buket bunga kertas itu padaku, sampai merasa perlu untuk memberikan aroma wangi padanya. Sahabat mungilkukah itu orangnya? Mungkinkah Ia berbohong tentang orang yang menitipkan buket itu padanya?. Membayangkannya, membuatku tersenyum sendiri.
Kucium lagi aroma wangi buket itu dan saat mataku lebih dekat dengannya, aku melihat sesuatu seperti kertas yang bukan bunga, berada diantara rumpunan bunga kertas berwarna jingga. Kertas itu terlipat rapi, memiliki warna yang sama dengan bunga-bunga dalam buket, juga wangi.
Penasaran, kubuka lipatan kertas itu, diatasnya terdapat barisan kata yang ditulis dengan sangat rapi oleh si empunya. Aku baca dengan perlahan dan seketika hatiku mencelos.
Bersambung...
cc: @kitajabodetabek
[SEKILAS INFO] . Penyu adalah jenis reptil purba yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di laut. Meskipun Ia bernafas menggunakan paru-paru, Ia hampir tak pernah menginjak lagi daratan sejak menetas dan menjadi tukik. Kecuali para penyu betina yang masih perlu ke pantai untuk bertelur. Dalam sekali bertelur, seekor penyu betina mampu menghasilkan ratusan telur. Namun sayangnya, hanya beberapa tukik saja yang dapat tumbuh menjadi penyu dewasa. Selain karena predator dan adanya kerusakan habitat, ancaman terbesar bagi hidup mereka adalah manusia. Saat ini penangkapan penyu dewasa masih banyak dilakukan, menyebabkan semakin sedikitnya populasi penyu di perairan laut. Dari 7 jenis penyu yang ada di dunia, 6 diantaranya terdapat di perairan laut Indonesia. Salah satunya yaitu penyu hijau atau Chelonia mydas. Menurut redlist oleh IUCN, penyu hijau termasuk kedalam kategori fauna yang hampir punah. . . #greenseaturtel #cheloniamydas #wildlife #conservation #endangeredspecies #artwork
[INFO ACARA]
Sivitas Akademika Program Studi Sastra Indonesia, Universitas Negeri Jakarta dengan bangga mempersembahkan:
“RIUNG SASTRA” Parade Sastra Akhir Tahun 2016
Acara ini menghadirkan:
Taufiq Ismail (sastrawan)
Agus R.Sarjono (Sastrawan)
Sosiawan Leak (sastrawan)
Helvy Tiana Rosa (sastrawan)
Edi Sutarto (Sastrawan)
Silvarani (penulis novel AADC)
Laskar Puisi Menolak Korupsi (PMK)
Komunitas Perempuan Puisi
Takaeda (penyanyi)
Ivan “Idol” (penyanyi)
Shabrina (pemain film)
Tentunya masih banyak lagi sastrawan nusantara dan berbagai penyair serta komunitas-komunitas lainnya yang turut memeriahkan acara dengan penampilan yang sangat menarik.
Bagi kamu yang suka mengabadikan gambar dan kata jangan khawatir, di sini akan disediakan:
PHOTOBOOTH
Pohon Puisi
Seni instalasi
Kapan dan di mana sih acaranya?
✏✏DICATAT YAAA✏✏
Hari, tanggal: Senin, 19 Desember 2016 Pukul : 09.30-22.00 WIB Tempat : Teater Terbuka, Kampus A-UNJ, Jl. Rawamangun Muka
Yukkk!! Tunggu apalagii!! Mari hadir dan ikut berpartisipasi.
Untuk informasi lebih lanjut:
Narahubung 1. Riska 081290984442 2. Fajrin 089610626934
Jangan lupa abadikan kata-kata termanis dan Kami tunggu kehadiran kalian di RIUNG SASTRA, Parade Sastra Akhir Tahun 2016
@tumbloggerkita @sajakliar @staf @secangkirasa @hujanmimpi
Ini acara KEREN. Sayang banget kalo kelewatan. Kuylah dateeeng dan ramaikan~
Negeri Serambi Mekkah kembali menangis. Duka kini diantara mereka. 7 Desember 2016 gempa berkekuatan 6,4 SR mengguncang Aceh pukul 5.03 WIB. Ada bayang kenangan yang tiba-tiba muncul setelah sekian lama. Tuhan, lindungi Aceh sebagaimana Kau lindungi kami dari marabahaya.
***
Acehku, Acehmu, Aceh KITA bersama. Aku terus menyayanginu dan mendoakanmu kemarin, hari ini, esok, dan seterusnya. - @sitimasruroh
Semoga setelah ini Allah melebihkan bahagia untuk kalian, bersabarlah. - @pengaggumkamu
Cobaan ada bukan untuk menjatuhkan tapi untuk menguatkan. - @semangkukasle
Usahlah kau sedih, kawan! Aku dan KITA ada untuk Aceh dan kalian. - @epicsymphony
Aceh, kau luar biasa! Kau kuat dan kau akan semakin kuat selepas semua ini. - @naskahsenja
Selalu ada kebahagiaan setelah masa masa sulit, saudaraku. Percayalah! - @waroengkopi
Tuhan sayang maka ujian terus datang. Kita ada, aceh harus tabah. Doa kita untuk Sabang. - @hdlanova
Doa KITA selalu bersamamu, saudara-saudaraku. Percayalah akan ada pelangi setelah badai. Allah menguji kalian karena Dia yakin kalian kuat menghadapinya. Bersabarlah. Berjuanglah. - @cintapadasenja
Tersenyumlah, karena ia akan memberikan kekuatan pada dirimu dan Acehmu. - @fnibrass
*** Cc @kitasumatera @kitajabar @kitajateng @kitajatim @kitasulawesi @tumbloggerkita
Gue nggak marah, nggak. Sebab gue tau gue nggak berhak. Gue hanya kecewa, dan kalian tau kalau gue berhak.
Akan tiba masanya kau akan merasa asing pada dunia yang dulu begitu kau cintai; yang di dalamnya terdapat banyak orang yang kau kenal dengan sangat baik dan mengenalmu tak kalah baiknya.