He is my mentor, he is my inspiration. Wanna know more about him just cek on my tumblr . . http://aimokai.tumblr.com/post/151059713489/panitia-banyak-musuh-banyak-teman . . #pionirmuda (at Bogor Agricultural University (IPB))

seen from United States
seen from United States

seen from Panama

seen from Canada
seen from United States

seen from United States
seen from Singapore
seen from United States

seen from United States
seen from Israel

seen from Germany

seen from United States

seen from United States

seen from Germany

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Ukraine
He is my mentor, he is my inspiration. Wanna know more about him just cek on my tumblr . . http://aimokai.tumblr.com/post/151059713489/panitia-banyak-musuh-banyak-teman . . #pionirmuda (at Bogor Agricultural University (IPB))
Panitia = Banyak Musuh = Banyak Teman
This my second post on my dusty Tumblr heheheh. Nahh, kali ini saya ingin menceritakan salah satu tokoh yang sangat menginspirasi saya, Namanya ka Bachtiar beliau adalah mentor saya di Pionor Muda. Awalnya mungkin banyak yang bertanya tanya kenapa sih saya bisa terinspirasi dari beliau jawabanya simple karena ka bachtiar panitia acara di mpkmb heheh. Saya sangat senang bekerja sebagai panitia acara dan ka bachtiar sebagai panitia acara sangat menginspirasi apalagi beliau adalah PJ H-4 MPKMB.
Ka Bachtiar berasal dari Banten dan sekarang lagi di tahun ketiga di IPB. Awalnya Ka Bachtiar kurang aktif di organisasi tepatnya saat di semester satu, beliau hanya aktif di OMDA Banten dan aktif di acara acara di sekolah asalnya. Ka bachtiar sering di panggil keSMA asalnya sebagai tamu atau panitia dalam acara acara sekolah dan bagi ka bachtiar kalau SMA memanggil itu merupakan sesuatu yang sangat sakral dan ternyata dulu ka bachtiar sempat menjabat sebagai wakil ketua osis juga menjadi ketua umum forum osis sekota Serang, karena kesibukan di berbagai organisasi tadi nilai ka bachtiar sempat turun tetapi saat ingin masuk ke universitas beliau diterima di 3 perguruan tinggi yaitu UNPAD (Peternakan), UNJ (Multimedia dan Teknologi jaringan) , dan IPB (Agribisnis). Dengan begitu banyak nya kegiatan di sekolah asalnya tadi maka ka bachtiar tidak mengikuti kegiatan ekstra kampus yang membuat beliau mulai gabut tapi ternyata ka bachtiar diberikan amanah lagi untuk menjadi ketua pelaksana IGTS dan Kanvasing nah disini lah salah satu pengalaman buruk ka bachtiar terjadi karena saat itu ka bachtiar ingin mengadakan TO sekota Serang dan sudah selangkah lagi menandatangani Mou dengam Zenius sebagai sponsor tetapi karena ada beberapa masalah maka MOU pun di batalkan akibat masalah ini ka bachtiar sampai semapat nangis lohh hehhe. Nah kejenuhan ka bachtiar pun berlanjut ke semester dua tetapi karena sudah ada banyak oprec kepanitiaan maka beliau pun mendaftarkan diri ke beberapa kepanitiaan tersebut dan ka bachtiar diterima di semua kepanitiaan. Karena mengikuti banyak kepanitiaan ka bachtiar pun mulai kewalahan dan akhirnya beberapa kepanitiaan itu terbengkalai.
Pada tahun keduanya ka bachtiar mendaftarkan diri ke magang bem FEM tetapi karena merasa kurang cocok maka beliau tidak jadi masuk ke bem FEM dan mendaftar ke bem km dan ka bachtiar dinyatakan lulus dan menjadi salah satu staff di kementrian PSDM dengan sambutan yang cukup baik di bem km tapi ka bachtiar merasa minder karena biasa bergaul atau bergorganisasi denganformal tapi di bem km tidak dan juga belum bisa menyesuaikan selera humor. Di kementrian PSDM ka bachtiar dipercayai untuk menjadi ketua pelaksana LES (leadership & entrepreneurship school) untuk anak anak jalur UTMI di acara ini ka bachtiar dibimbing oleh bu Sintro yang terkenal sangat perfeksionis dan disini lah ka bachtiar belajar untuk lebih menjadi orang yang detail. Oprec acara ini dibuka bersamaan dengan proker lainnya tapi sayangnya yang mendaftar ke acara LES itu tidak ada akhirnya panitia panitia acaranya ini merupakan panitia panggilan yang mungkin tingkat komitmennya kurang dan hal ini juga yang membuat ka bachtiar harus bekerja lebih keras.
Pada tahun ketiganya ka bachtiar menjadi salah satu panitia acara mpkmb dan dipercayai menjadi PJ haru ke 4 mpkmb. Menjadi salah satu panitia acara mpkmb merupakan hal yang sangat berkesan bagi beliau karena rasa kekeluargaan antara panitia yang sangat kental tetapi tepat H-1 mpkmb rundown acara hari ke 4 harus di rubah total tetapi lagi lagi ka bachtiar bisa menyelesaikan permasalahan tersebut dengan baik dan hari ke 4 mpkmb pun terlihat sangat meriah.
Dalam kepanitiaan bagi ka bachtiar kita pasti mendapatkan banyak musuh ataupun teman tetapi tidak sedikit kepanitiaan tersebut berubah menjadi keluarga baru kita dan kata ka bachtiar lagi, jangan lah malu bermimpi, kejar mimpimu bagaimana pun caranya tidak penting asal harus tetap jelas.
Itulah tadi sekilas tentang ka bachtiar, seseorang yang sudah menginspirasi saya, seseorang yang menjadi mentor, seseorang yang sangat hebat buat saya.
*maaf apabila ada salah kata maupun typo because actually this my real first post hehhe
Prestasi dalam Proses
Essay berkas pendaftaran Pionir Muda
Penulis: Salwa Nadhira_E34160091
Sebelum mulai berkuliah di IPB, saya bahkan tidak pernah tahu bahwa ada kata ‘prestatif’ dalam Bahasa Indonesia. Hal pertama yang muncul dalam pikiran saya ketika mendengar kata ini adalah penggambaran seorang pribadi yang berprestasi pada bidang yang ditekuninya. Dalam pemahaman saya, prestasi adalah pencapaian yang dapat terlihat dan terukur seperti memenangkan perlombaan, menemukan sesuatu, atau menduduki posisi tertinggi ataupun berpengaruh dalam suatu organisasi. Setelah membaca beberapa artikel saya berkesimpulan bahwa pengertian kata ‘prestatif’ yang saya pikirkan sebelumnya ternyata kurang tepat. Prestatif yang dimaksud lebih menekankan pada sifat-sifat yang hampir selalu dimiliki oleh pribadi-pribadi berprestasi seperti memiliki keinginan untuk maju dan belajar, pantang menyerah, inisiatif, kreatif, dsb. Hal ini sejalan dengan keyakinan saya bahwa pengertian dan standar akan sebuah prestasi untuk setiap orang berbeda-beda. Maka dari itu, prestasi dalam pandangan saya adalah kemampuan untuk konsisten dalam usaha terus-menerus menjadi versi yang lebih baik dari diri kita sebelumnya. Prestasi seperti ini didasarkan atas standar yang kita buat untuk diri kita sendiri bukan didasari oleh keinginan untuk selalu lebih baik dari orang lain. Dengan begitu kita tidak perlu bergantung pada orang lain untuk menentukan nilai diri kita sendiri.
Berusaha untuk menjadi pemimpin prestatif menurut saya merupakan hal yang lebih tepat diusahakan dibandingkan menjadi pemimpin ideal karena pemimpin ideal tidak akan pernah ada namun semua pemimpin, semua orang, dapat berusaha melatih diri untuk bersikap prestatif. Seseorang walaupun bukanlah seorang pemimpin untuk orang banyak namun setidak-setidaknya merupakan pemimpin untuk dirinya sendiri. Menurut saya sebaik-baiknya pemimpin adalah seseorang yang dengan menjadi dirinya sendiri berusaha memimpin dirinya secara bijaksana sehingga pada prosesnya dapat menjadi teladan dan inspirasi orang lain. Negeri ini tanpa perlu dipungkiri lagi kekurangan jumlah tokoh-tokoh pemimpin yang dapat menjadi teladan masyarakat, sehingga masyarakat cenderung kehilangan kepercayaan pada aparatur-aparatur negara. Hal ini dapat berujung pada krisis kepercayaan diri dengan merasa dirinya adalah satu hal kecil di tengah-tengah permainan para raksasa; bahwa apapun yang dilakukan tidak dapat merubah keadaan. Padahal perubahan besar selalu datang dari perubahan-perubahan kecil. Padahal perubahan di luar selalu mulai dari perubahan-perubahan di dalam. Oleh karena itu, inilah cita-cita saya; menjadi pemimpin prestatif pemberi teladan dan inspirasi.
Rencana hidup saya untuk dapat menjadi pemimpin prestatif dimulai dengan lebih mengenal diri saya sendiri. Menurut saya mengenal diri sendiri menjadi penting karena saya melihat terlalu banyak potensi manusia terbuang karena tidak dibiarkan untuk menjadi diri mereka seutuhnya. Dengan lebih mengenal diri sendiri maka saya akan lebih mengetahui apa yang sebenarnya saya inginkan, apa yang paling penting bagi saya, apa yang paling memotivasi saya, apa saja kelebihan dan kekurangan saya, dsb. Hal ini saya lakukan dengan cara memperbanyak membaca buku, mencoba berbagai pengalaman, dan memperbanyak teman. Ketiga hal tersebut sama-sama membuka pintu kesempatan untuk saya berhubungan dengan hal-hal di luar saya sebagai sarana melihat ke dalam diri. Membaca buku membantu saya membuka dan memperluas pikiran sehingga saya dapat memetik pelajaran dari kehidupan-kehidupan dan pemikiran-pemikiran orang lain yang tak akan sempat saya alami dan pelajari sendiri guna menciptakan pemikiran-pemikiran saya sendiri dan sadar bahwa hidup menawarkan pilihan-pilihan lainnya yang patut dipertanyakan dan dipertimbangkan. Begitu juga dengan mencoba berbagai pengalaman, melakukan sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya, maka akan membuat saya belajar sesuatu secara langsung sekaligus menguji batas diri saya sendiri. Melakukan sesuatu bersama orang lain dalam menimba pengalaman merupakan media bagi saya untuk dapat melihat dan mempelajari bagaimana saya berinteraksi dengan orang-orang sekaligus bagaimana orang-orang tersebut saling berinteraksi dan bereaksi terhadap saya. Mempunyai teman yang banyak bagi saya adalah seperti memperluas jaringan kehidupan saya sendiri. Dari pertemanan saya banyak belajar mengenai empati dan ketulusan, yang sangat saya dan dunia ini butuhkan.
Setelah mengenal diri sendiri maka tahap selanjutnya adalah mengeksekusi. Saya bertanya-tanya pada diri saya sendiri apa yang dapat saya capai dengan potensi dan sumberdaya yang saya miliki dan bagaimana cara mencapainya. Saya mempunyai banyak mimpi, baik yang kecil maupun besar, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, baik akademik maupun non-akademik, baik untuk diri saya sendiri maupun yang dapat bermanfaat bagi sesama. Maka dari itu, saya berusaha untuk selalu mendorong diri saya untuk tidak menunda-menunda melakukan hal-hal baik kecil maupun besar yang mampu membawa saya selangkah lebih dekat untuk merealisasikan mimpi-mimpi saya. Saya berusaha untuk selalu mendorong diri saya untuk tidak malas mencari kesempatan dan berani mengambilnya. Tentunya ini bukanlah perkara mudah, terdapat tanggungjawab-tanggungjawab dan tuntutan yang hampir selalu perlu diprioritaskan. Maka dari itu semua kembali kepada saya untuk mengatur supaya mimpi dan kewajiban dapat bergerak sejalan ataupun jika terlalu berseberangan maka berjalan beriringan. Semua hal ini akan saya lakukan terus-menerus hingga akhir hayat sambil terus berproses memperluas dan memperbaiki diri.
Kesimpulannya, rencana hidup saya untuk menjadi pemimpin prestatif adalah terbuka dan mengambil setiap kesempatan untuk terus memperbaiki diri. Menurut saya prestasi bukanlah apa yang dapat terlihat dari luar melainkan apa yang terjadi di balik layar. Keberhasilan seseorang tidak dinilai dari seberapa banyak pujian yang diterimanya namun seberapa banyak usaha yang ia dedikasikan untuk menggapai mimpinya. Pada akhirnya, mengambil contoh dari orang-orang yang sukses dan terkenal, kesuksesan dapat diraih dengan menjadi diri sendiri dan keluar dari konformitas umum.