See posts, photos and more on Facebook.
Fête des Jardins 2021
Au Village Reille
Les 25 et 26 septembre 2021, les occupants du Village ont ouvert leportes aux habitants du quartier, et organisé la plus belle fiesta botanique du 14ème.
seen from China

seen from Germany
seen from Chile
seen from United States
seen from United States
seen from Mexico

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Spain
seen from United States

seen from Spain

seen from Spain
seen from Brazil
seen from Qatar

seen from Spain

seen from United States
seen from United States
seen from South Korea
seen from United States
See posts, photos and more on Facebook.
Fête des Jardins 2021
Au Village Reille
Les 25 et 26 septembre 2021, les occupants du Village ont ouvert leportes aux habitants du quartier, et organisé la plus belle fiesta botanique du 14ème.
Apa Perbedaan Homonim, Homograf, Homofon dan Polisemi?
1. Pengertian Homonim
Homonim berasal dari bahasa Yunani, homos yang berarti sejenis dan onuma yang berarti nama. Dalam imu bahasa, istilah tersebut diartikan sebagai kata yang bentuk dan cara pelafalannya sama, tetapi memiliki makna yang berbeda.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), homonim adalah kata yang sama lafal dan ejaannya, tetapi berbeda maknanya karena berasal dari sumber yang…
View On WordPress
Cara Membedakan Polisemi dan Homonim Menurut Ahli
Pengertian Polisemi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, polisemi adalah bentuk bahasa (kata, frasa, dan sebagainya) yang mempunyai makna lebih dari satu.
Contoh Polisemi
Adapun contoh polisemi adalah sebagai berikut:
1. Saya masih ada hubungan darah dengan Pak Lurah. 2. Darah Pak Lurah terkucur deras ketika tangannya terkena paku.
Dari kedua kalimat tersebut masing-masing menggunakan kata darah.…
View On WordPress
Kegaduhan Dini Hari Bersama Mesin Virtual
Hai.. Selamat Malam. Ya. kita ketemu lagi.. Kenapa lagi kau? Tampangmu kusam begitu. Jangan bilang kau minta aku jujur-jujuran lagi. Ya ampun. Ini sudah terlalu larut untuk membicarakan hal serius. Kan aku sudah bilang sejak pertama kali bertemu denganmu. Akan ku jaga kau sampai akhir hayat (entah mu, entah ku). Kan kau yang selalu menemaniku dulu saat susah. Meski sekarang ya aku masih tetep susah. Ya, setidaknya kita gak pernah terpisah. Aku menerimamu apa adanya. Begitupun kau..
Iya.. Maafkan. Memang terkadang aku tidak tahu bagaimana memperlakukanmu dengan tepat. Iya.. Maafkan juga telah kucorengi wajah anggunmu dengan image sampah yang mungkin kau tidak suka. Ya, aku pikir itulah aku. Kau kan milikku. Terserahku kan mau kuapakan kau? Biar saja orang melihatmu jelek. Tapi di mataku kau tetap nomor satu. Siapa lagi yang mau mendengarkan obrolanku (yang kadang bobotnya lebih buruk daripada sampah) sampai pagi? Ya. Cuma KAU.
Sudahkan? Aku sudah jujur padamu. Sekarang, tersenyumlah.. Sini bantu aku untuk berdamai dengan diriku sendiri. Jangan menatapku curiga begitu ah. Kau percaya padaku kan?
[....................................................................................................]
Oke, baiklah kalau kau mau aku jujur padamu. Biarlah kusampaikan. Kau yang memaksaku. Bukan salahku kalau kau sakit hati, jengkel, marah, dan merasa benar. Aku sudah mencoba menahannya. Tapi lagi-lagi kau berhasil memaksaku untuk mengatakannya.
Sejujurnya aku muak melihat kau selalu saja menagih janji yang itu-itu saja. Kan sudah kubilang ada waktunya. Ya, pasti akan kutunaikan janjiku. Tapi tidak sekarang. Saat ini aku ingin hidup dengan diriku sendiri dulu. Dengan kesenangan yang bisa membuatku lupa akan kepenatan keseharianku. Dan tatapanmu itu, selalu saja mendesakku untuk segera menyelesaikannya. Aku tau, itu tiket kita menuju kebebasan yang lebih lagi. Mungkin kau sudah tau hal apa yang akan kukatakan padamu.
Sebenarnya aku ingin kita berpisah dulu sebentar. Mau kau? Nanti setelah kita sama-sama siap baru kita jalin lagi kehangatan yang pernah membuat kita saling cinta sejadi-jadinya. Sudahlah, kita istirahat dulu. Aku masih enggan dijejali catatan-catatan kecil di wajahmu untuk segera menyelesaikan naskah wajib menuju puncak sarjanaku.
Sepertinya kita cukupkan dulu sampai disini. Do'akan saja aku, semoga esok mau menuruti permintaanmu yang membosankan itu. Maaf, malam ini tak bisa kuturuti kau..
Silahkan pencet tombol TURN OFF mu sendiri (!)