Self Reminder: Setiap Orang Berhak Istirahat
Istirahat itu penting sekali, saudara. Jangan kira tubuh yang tidak terlihat letih dengan pergerakan apapun tidak butuh istirahat. ‘Kan dalam tubuhnya ada jiwa dan pikiran yang bersemayam? Mana kita tahu tubuh diam seseorang, maka jiwanya juga diam lantas pikirannya ikut diam? Jangankan kita bisa tahu, bahkan si manusia yang punya jiwa mungkin juga kadang tidak tahu apa yang dia rasakan.
Jadi sebenarnya istirahat macam apa yang dibutuhkan manusia? Bukan cuma sekedar raga yang tergeletak dan duduk manis saja yang dikatakan istirahat. Pikiran yang tenang pun meski raganya sibuk itu salah satu bentuk istirahat.
Jadi, belakangan ini perubahan fase kehidupan memang mengajarkanku banyak hal. Banyak sekali. Mungkin tidak bisa kujabarkan satu per satu apa saja, karena ada banyak yang sifatnya sangat pribadi dan ada pula yang sifatnya lebih baik diperhatikan daripada dijabarkan baik lisan maupun tulisan.
Salah satu contoh terdekat adalah melihat mamaku saat ini. Dulunya memang dia wanita yang hampir pasti tidak memliki waktu luang untuk sekedar liburan atau bahkan tidur siang. Hampir setiap hari waktunya dihabiskan untuk melayani suami, mencari nafkah tambahan, merawat anak, dan mengurus every single little thing kebutuhan rumah. Bahkan sampai urusan bikin mata ini bisa melek di jam-jam pergi sekolah itu pun urusan mama.
Ya, kita sadar bahwa sosok ibu di rumah akan selalu digambarkan seperti sosok heroik melebihi pahlawan tanpa tanda jasa oleh setiap anaknya. Tapi kesalahan terbesar mama dulu adalah kurang istirahat. Mama adalah orang yang paling terakhir tidur dan paling cepat bangun di rumah. Hampir ga pernah lihat mama tidur pulas di kamar tidur atau sekedar kelelahan nonton di depan tivi laiknya buibu lainnya yang pernah kulihat di beberapa rumah temenku.
Raganya, jiwanya hampir pasti tidak pernah istirahat. Ah, lalainya aku kurang peka mengingatkan. Sekarang, akibatnya mama mengalami sakit parah yang mengharuskan dirinya istirahat sepanjang hari. Ini beneran sepanjang hari, bahkan terkadang untuk jalan keluar dari kamar tidur ke ruang nonton bisa membuatnya pingsan dan minimal mual muntah. Kini, berat mama hanya 35kg dari sebelumnya 60kg. Hampir hilang separo. Mamaku dulu yang paling lincah, sehat, enerjik, dan andalan semua orang di rumah kini cuma bisa istirahat.
Tapi, itu juga tidak menjamin bahwa jiwa dan pikirannya istirahat. Pasti ada banyak sekali entah apa yang bergentayangan dipikirannya. Entah itu suaminya, entah itu anaknya, entah itu saudara-saudaranya.
Jadi intinya begini, dari kasus yang nyata di atas sangat dianjurkan bagi siapapun untuk meluangkan diri untuk istirahat. Catet: Istirahat. Bukan bermalas-malasan. Itu kegiatan yang hampir mirip tapi maknanya jauh berbeda
Nah, kasus di atas itu contoh untuk fisik yang pelru diistirahatkan sejenak. Lalu bagaimana dengan istirahat pikiran? Is it impossible?
Saudara-saudari, rasanya walaupun Tuhan kasih kita waktu untuk tidur dan berdamai pada malam hari dari kegiatan apapun, ada-ada saja hal yang bisa bikin pikiranmu tetap beraktivitas kan? Ya misalnya pas jatuh cintalah. Atau saat patah hati. Apa sajalah yang mengganggu pikiran dan perasaan biasanya bikin susah mata terpejam.
Terus bagaimana tetap membuat pikiran kita istirahat walau banyak gangguan laten seperti itu? Ah, sebenarnya ga susah-susah amat. Ada kalanya kita harus paham bahwa sebagai manusia kita berhak egois atas kesehatan dan kemerdekaan pada diri sendiri. Maksudnya gini, jika kita paham kita manusia yang punya batas jangan paksakan untuk berpikir di luar kemampuan. Bisa overload dan fisik ikut-ikutan capek.
Egoislah sedikit untuk mementingkan bahwa diri kita ini layak untuk tenang, layak untuk bahagia, layak untuk menjadi pribadi yang merdeka dari rasa tanggungjawab yang mengekang. Entah karna kita yang membuat sendiri, entah memang kewajiban kita saat memegang sebuah peranan.
Karena terkadang kita lupa, dengan beristirahat sebentar saja dari kegiatan dan pikiran yang menguras energi, bisa mengembalikan kekuatan dan energi baru lagi untuk lebih siap dan gak gegabah mengambil keputusan. Jadi, abang-kakak-bapak-ibu dimanapun berada, ayolah peka dan sayangi diri sendiri yha. Jangan lupa istirahat. Apalagi kalo sudah ada pasangan hidup, istirahat lah barang sebentar. Lima menit saja mengosongkan pikiran berada dalam pelukan pasangan, keluarga atau sahabat sudah lebih dari cukup.
Jangan siksa dirimu dengan keharusan-keharusanmu itu. Jika sudah mengerti, aku ucapkan selamat datang di dunia denga rasa bebas lahir batin.