"Göğsüme vurarak kalbine seslendi, dayan kalbim, bir zamanlar daha büyük kötülüklere dayanmıştın."
-Sokratesin savunması

seen from China

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from China

seen from Bulgaria

seen from United States
seen from China
seen from Australia

seen from United States

seen from Russia
seen from China
seen from Kazakhstan

seen from United States
seen from Türkiye

seen from Brazil

seen from Bulgaria
seen from United Kingdom

seen from Canada

seen from Indonesia
seen from China
"Göğsüme vurarak kalbine seslendi, dayan kalbim, bir zamanlar daha büyük kötülüklere dayanmıştın."
-Sokratesin savunması
Yang Terlupakan
Di zaman sekarang, orang berlomba-lomba untuk menjadi terkenal dan punya banyak followers. Selain uang dan pekerjaan mentereng, ketenaran menjadi salah satu tujuan hidup yang didambakan banyak generasi muda. Apakah Anda salah satunya?
Saya tumbuh dengan beberapa impian besar. Salah satunya, ingin berdampak bagi orang lain dan sesama, dikenang lama setelah meninggal. Saya mau menghasilkan sesuatu yang baik, kemudian meninggal dengan puas dan lega. Namun, belakangan saya mulai mempertanyakan ulang tujuan hidup itu. Benarkah ini impian yang baik?
Sudah lama saya merasa terusik. Keinginan untuk dikenang ini sepertinya lebih menekankan pada ego. Sebetulnya buat apa peduli bahwa 10 atau 50 tahun setelah saya mati, masih ada orang yang mengingat? Bukankah hal itu tidak penting? Mengapa kita terobsesi untuk selalu 'ada', bahkan ketika hal itu sudah benar-benar tak berpengaruh bagi kita yang berwujud tanah?
Saya kemudian tersadar bahwa impian untuk berdampak ini terlalu egosentris. Jika saya memang ingin berkarya dan berbuat baik, selayaknya tak perlu mencari pamrih.
Lalu.. impian macam apa yang dapat dipupuk?
Dulu saya bermimpi untuk membawa perubahan besar, nyatanya apa yang bisa dilakukan oleh seorang individu tak signifikan pengaruhnya. Mungkin kita berangan bisa membuat keputusan penting, mempengaruhi masyarakat, atau mendonasikan banyak uang untuk menjadi pemicu kebaikan. Nyatanya, sering kali kita hanyalah seorang manusia yang terbatas dan berdampak kecil.
Tidak banyak orang bisa menjadi seperti Greta Thunberg. Satu suara bocah yang lantang menggema ke seluruh dunia. Lalu, apakah sebuah aksi kebaikan menjadi tak perlu? Tidak juga. Yang perlu kita ubah adalah perspektif dalam melihat sesuatu.
Mungkin idealnya melakukan kebaikan dan kebenaran bukanlah supaya dikenang atau diingat orang lain. Berbuatlah baik karena itu adalah sesuatu yang baik. Mengapa? Tak perlu ada syarat atau sebabnya. Ya karena itu hal yang baik. Sudah sewajarnya kita mengikuti hati nurani dan memilih yang benar.
Mungkin idealnya kita bekerja dan menjalani hari-hari dengan integritas bukan supaya dipandang hebat oleh orang lain. Hidup dengan bahagia dan penuh syukur, karena untuk apa sekadar memenuhi ego dan pengakuan orang lain?
Kita mengenang Einstein, Darwin, Gandhi, Aristoteles, dan jutaan orang-orang hebat di sepanjang sejarah dunia. Namun, selain nama-nama hebat tadi, saya yakin ada milyaran orang baik yang tak kalah hebat. Mereka mungkin mengorbankan diri untuk komunitas, memilih tidak mematenkan penemuan yang bermanfaat, atau melakukan hal-hal mulia lain tanpa memikirkan penghargaannya.
Mungkin orang-orang anonim ini lebih hebat dari para tokoh tersohor yang kita tahu, tapi kisahnya tenggelam begitu saja karena mereka tak haus pengakuan. Hidup untuk dirinya sendiri. Menjadi baik demi tanggungjawab pribadinya sebagai manusia. Tanpa perlu ditulis sebagai sejarah atau menjadi laman Wikipedia.
Di tengah dunia yang makin mengagungkan kepopuleran ini, siapkah kita untuk menjadi terlupakan?
i havent watched it all but here`s another 2000s movie recommendations!
“His heart was like a sensitive plant, that opens for a moment in the sunshine, but curls up and shrinks into itself at the slightest touch of the finger, or the lightest breath of wind.”
– Anne Brontë, The Tenant of Wildfell Hall –
Popular
Sources: SigningSavvy, Lifeprint, ASLDeafined
[Image ID:
Popular in American Sign Language. Hand in 5 handshape with palm facing away from signer taps the base hand in 1 handshape along the length of the back of the finger. Movement is illustrated by arms that are translucent green and blue in different stages of the sign.
End ID]