Helder Postiga fail

seen from Israel
seen from China

seen from Singapore
seen from Spain

seen from Netherlands

seen from Singapore

seen from Spain

seen from Singapore
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Spain

seen from United States

seen from United States
seen from Australia
seen from Spain

seen from France

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United States
Helder Postiga fail
Bukan Catatan Perjalanan #2 - Gn. Lawu, hari keenambelas, bulan kesebelas, tahun duaribuempatbelas.
Sekitar tengah malam lebih tiga puluh menit terbangun karena suhu mulai membeku. Rasanya ingin membungkus jemari tangan dan kaki dengan segala sesuatu yang menghangatkan. Coba mereka bisa minum, pasti sudah kuseduhkan susu jahe panas untuk menghangatkan tubuh mereka. Kemudian mereka hanya bermandikan minyak kayu putih hasil jarahan dari keponakanku. Kaos kaki yang kupakai dari rumah sudah basah sejak tadi, tidak mungkin lagi bisa dipakai menghangatkan. Akhirnya kuambil sarung tangan yang dari kemarin belum terpakai dan masih tersimpan rapi didalam tas. Aku lebih memilih menggunakannya ditempat yang tidak semestinya. Aku pakaikan sarung tanganku untuk membungkus jemari kaki. Lalu jemari tanganku aku simpan hangat disaku jaket.
Lanjut aku memejamkan mata. Tidur di ketinggian kali ini sepertinya akan lebih nyenyak dibandingkan pengalaman pertamaku tidur diketinggian bulan sembilan lalu. Hanya untuk kali ini suhunya lebih-lebih membeku daripada bulan sembilan itu. Sekitar satu jam kemudian aku terbangun lagi, kali ini bukan karena kedinginan. Agak samar terdengar suara perempuan berbisik tepat ditelinga kiriku. Sedang jika dilogika, aku satu-satunya perempuan dirombonganku. Lalu itu suara siapa? Untuk aku tidak tidur sendirian malam itu, lebih berasa aman jika nantinya terjadi apa-apa. Berusaha cuek dengan suara-suara aneh yang terdengar. Berusaha tidur nyenyak meski tenda seperti bergerak karena ada dorongan dari luar. Berusaha menjernihkan pikiran, mungkin karena kedinginan dan kelelahan jadi aku mulai berhalusinasi dengar seperti itu. Atau mungkin itu bagian dari bunga tidur? Entahlah, aku tidak mau terlalu jauh memikirkannya. Kukonsentrasikan pikiranku menuju alam tidurku.
Sebentar terlelap, kali ini terbangun lagi karena alarm handphone mas Agus mulai meracau. Aku mulai menggagap handphone yang kusimpan disaku jaket. Sudah pukul dua pagi, dimana perjanjian untuk bangun dan summit seharusnya direalisasikan. Tapi tak seorangpun dari kita bergeming dari tenda. Aku yakin tiap orang dari kita berlima tak ada yang tak mendengar alarm itu meracau. Tapi kita memilih melanjutkan malam dengan kegiatan yang semestinya, tidur. Belum bisa kalah dengan diri sendiri. Tapi tak apalah semalaman kita sudah diguyur hujan tak henti dari senja hingga hampir tengah malam, kita juga perlu waktu untuk mengembalikan fisik dan mental sebelum melanjutkan perjalanan, safety first.
Bukankah matahari masih terbit dari timur meski kita tak bisa melihat keindahannya muncul dari titik tertinggi gunung ini? Lalu aku melanjutkan tidurku, kali ini sangat nyenyak, kali ini (juga) sangat egois. Anggota badan sudah hangat tak sebeku tengah malam tadi. Pukul empat tigapuluh pagi. Disini lebih terang ketimbang pukul empat tigapuluh pagi-pagiku. Matahari sepertinya lebih suka gunung saat pagi hari, buktinya dia berpendar lebih terang disini daripada ditepian laut. Semburat jingga penuh siluet seakan menyapa dari sana. Oksigen pagi ini juga sangat nyaman dihirup, aku menyebutnya lebih alami.
Seduhan kafein pagi hari akan sangat membantu perjalanan nanti.
-catatan terpending dari bulan sebelas tahun lalu, dan sampai sekarangpun belum selesai-
Semarang, 18 Januarai 2015, 12.19am
Postiga, Cavaleiro e Luisinho contra o Real Madrid
O treinador Víctor Fernandez incluiu os três portugueses na lista de convocados para o confronto de sábado com o Real Madrid. Postiga, Cavaleiro e Luisinho contra o Real Madrid
Portugal: Helder Portiga
50ml Port, a splash of orange juice, a splash of champagne.
Mercato Lazio in entrata, ecco Pasalic e Postiga http://goo.gl/YuGfkw
New Post has been published on http://www.maidirecalcio.com/2014/01/29/mercato-lazio-entrata-ecco-pasalic-e-postiga.html
Mercato Lazio in entrata, ecco Pasalic e Postiga http://goo.gl/YuGfkw