Program pengembangan keprofesian berkelanjutan (PPKB) bagi Pengawas Madrasah di wilayah kerja Kabupaten Aceh Barat, Rabu 3 November 2021. #ppkb #pengawasmadrasah #madrasah @madrasahreform #madrasahreform #madrasahreform20202024 (at Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat) https://www.instagram.com/p/CV0YyGqPqRu/?utm_medium=tumblr
Melalui KIE Kesenian Tradisional, PPKB Bondowoso Tekan Pernikahan Usia Sekolah
Melalui KIE Kesenian Tradisional, PPKB Bondowoso Tekan Pernikahan Usia Sekolah
BONDOWOSO, limadetik.com — Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Bondowoso mengadakan Komunikasi Informasi Dan Edukasi (KIE) dengan menggelar Kesenian Tradisional Genre Religi di GOR Pelita Bondowoso, Senin (4/11/2019).
Acara yang bertajuk “Cinta Keluarga, Cinta Berencana” ini bertujuan memberi sosialisasi untuk meminimalisir angka pernikahan dini pada kaum pelajar.
Tekan Pertumbuhan Penduduk, Adnan: Dibutuhkan Kerjasama Semua Stakeholder - Gosulsel
GOWA, GOSULSEL.COM -- Pemerintah Kabupaten Gowa, melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) melakukan Pencanangan Bulan Bakti Bhayangkara KB Kesehatan Tingkat Kabupaten Gowa, di Halaman Kantor Desa Kampili Pallangga, Selasa (18/6/2019).Kegiatan tersebut digelar bersama P...
Pemkab Gowa Gelar Pertemuan Lintas Pokja Pengembangan KB
Pemkab Gowa Gelar Pertemuan Lintas Pokja Pengembangan KB
MERAHNEWS.COM | GOWA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa menggelar Pertemuan Lintas Sektor Kelompok Kerja (Pokja) PPKB Kabupaten Gowa.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Gowa, Selasa (21/3) ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Gowa, H Abd Rauf Malaganni…
3 years separated by studying and now we are back again. The most funniest, positive, awesome friends, team, scout I ever met. Wuhuu! 😂 #PPKB #PengakapRaja #PengakapKelana (at Bandar Tun Hussein Onn)
Sebelumnya sudah tau dong kalo saya diterima di UI lewat jalur undangan yang namanya PPKB?
Nah, sekarang mau sedikit share nih apa sih sebenernya yang dimaksud dengan jalur PPKB dan apa sih bedanya PPKB dengan jalur lainnya berdasarkan yang saya alami sendiri satu semester ke belakang.
Kalo menurut halaman resminya UI PPKB itu sendiri adalah kepanjangan dari Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar. PPKB itu sifatnya seperti undangan seperti SNMPTN, tapi jalur ini hanya untuk mendaftar di UI dan hanya UI yang punya, ya. Tujuan UI membuka jalur ini, seperti yang terpampang jelas pada namanya yaitu pemerataan.
Bedanya, tidak semua sekolah bisa mendaftarkan siswanya ke UI melalui jalur PPKB. UI menyebarkan formulir pendaftaran PPKB, yang terbatas, hanya kepada sekolah-sekolah yang UI anggap kompeten. Mungkin, itulah mengapa tingkat keketatan masuk UI melalui jalur ini menjadi lebih longgar.
Tidak seperti SNMPTN, program yang ditawarkan di jalur PPKB ini hanya program paralel (S1) dan vokasi (D3), namun, tidak semua jurusan memiliki program tersebut. Selain itu, untuk mendaftar program ini siswa yang telah diberikan formulir melalui sekolah mereka (biasanya guru BK) harus melakakukan pembayaran dengan mentransfer langsung ke UI sebesar Rp. 500.000 (tahun 2014, ada kemungkinan berubah di tahun2 selanjutnya).
Persyaratan yang diperlukan untuk mengikuti jalur ini yaitu formulir pendaftaran (bisa ditanyakan ke guru BK sekolah kamu), rapot SMA semester 1-5, dan surat pernyataan. Sebenarnya, menurut saya, surat pernyataan hanya sekadar formalitas, tidak ada acuan seperti apa surat pernyataan itu harus dibuat. Namun, dibawah adalah surat pernyataan yang saya rasa sangaat niat (jika dibandingkan dengan teman saya yang juga keterima) yang saya gunakan saat pendaftaran PPKB.
Ohiya, surat pernyataan itu harus di tulis tangan dan di scan lalu dibuat kedalam satu file pdf bersama dokumen-dokumen persyaratan lainnya.
Selain dalam hal pendaftaran, jalur PPKB (secara umum, program paralel) ini juga memiliki perbedaan dalam hal -pastinya- biaya. Apabila program reguler tidak membayar uang pangkal (yang dibayarkan satu kali saat awal masuk UI), program paralel harus membayar penuh uang pangkal tersebut. Selain itu ada beberapa jurusan yang membedakan uang spp (persemester) antara program paralel dan reguler.
Untuk info biaya pendidikan program paralel UI bisa dilihat di: http://uiupdate.ui.ac.id/sites/default/files/SK_0667_paralel.pdf
Nah, secara umum perbedaan program paralel dan reguler adalah seperti yang dijabarkan dibawah ini :
Namun, perbedaan-perbedaan diatas tentunya disesuaikan dengan kebijakan tiap-tiap fakultas.
Kurang lebih sih itu aja penjelasan tentang jalur PPKB dan sedikit keterangan tentang program paralel. Kalo masih ada yang kurang dipahami mungkin bisa tanya ke guru BK atau ke panitia penerimaan UI. Bisa dibuka juga di web http://ui.ac.id ataau kalau mau tanya ke saya juga silahkan, saya akan bantu semampunya. hehe.
Ini dia alasan utama berusaha keras menghidupkan kembali kebiasaan ngetumblr yang sudah lama sirna.
Yhaitu, mau pamer cerita tentang salah satu mimpi terbesar yang belum lama ini saya wujudkan. Ahzeg.
Masuk UI.
Kurang lebih 8 bulan lalu adalah waktu dimana saya, seperti dedek SMA pada umumnya, lagi berjuang peras keringat banting tulang untuk mendapatkan sebuah ucapan selamat.
Bukan, bukan ucapan selamat ulang tahun. Bukan juga selamat tahun baru. Apalagi ucapan selamat menempuh hidup baru. Selamat ini bukan sembarang selamat. Selamat ini boleh dibilang selamat yang menentukan masa depan.
Dulu, saya termasuk anak SMA yang ambi. Pengen banget masuk UI. Tapi anji*ng. Kenapa? Karena pinginnya komunikasi. Komunikasi aja. Gamau yang lain. Padahal otak saya berada pada titik yang dapet PTN aja udah bagus lu nyet.
Untungnya, saya nggak ngedown. Malah makin ambi. Bukan ambi belajar. Tapi, ambi ikut2 semua acaranya UI untuk anak SMA. Ini nggak bohong. SEMUA. Bener-bener SEMUA.
Segala macam foto pake jakun orang bayar 15rebu dan lain-lain. Kalo dipikir-pikir ngapain? Bukan satu dua orang lagi temen saya yang ngingetin kayak : "Kalo nggak keterima sakit tau, tay" atau bahkan macam "Emang kalo foto pake jakun sama ikut acara UI udah pasti masuk UI apa, tay?"
Yah. Alesan saya baik kok yaitu biar kalo keterima bisa pamer memotivasi diri sendiri biar semangat belajar. Ahzeg kan.
Singkat cerita. Setelah hampir mati menyelesaikan soal UN yang kayak pantat godzila itu. Saya sadar dengan nilai pas-pasan seperti itu Komunikasi UI hanya mimpi. Benar saja.
SNMPTN mewakili UI meminta maaf kepada saya. Dengan berat hati, saya memaafkan.
Mulai down. Tapi hebatnya semangat masuk UI saya terlalu hebat untuk dikalahkan. Hari dimana SNMPTN diumumkan saya tetap datang ke tempat les. Itu hebat loh, karna tidak semua orang bisa menerima kenyataan pahit dan bangkit dengan mudahnya, dimana teman-teman dekat saya diterima di PTN tujuan masing-masing.
Beberapa hari setelah kegagalan sekaligus kebangkitan itu, tepatnya pada tanggal 31 Mei 2014. Saya seperti biasa datang ke bimbel untuk Try Out SIMAK UI. Padahal, hari itu adalah hari pengumuman Penerimaan UI jalur PPKB. Nekat.
Karena udah merasa hopeless yaudah deh, ke MP aja, toh hasilnya bakal sama aja kan? hiks.
Soal TO SIMAK saya kerjakan sampe pingin nangis, saking susahnya. Selesai sesi TO pertama saya liat jam. Anjir jam 12. Tepat waktu pengumuman PPKB. Antara mau buka dan tidak. Seperti sudah yakin akan kembali dikecewakan. Namun, bermodalkan rasa kepo yang luar biasa, diam-diam saya buka lewat hp. Ya. Benar-benar diam-diam. Gak ada seorang pun yang tau saya lagi buka pengumuman dari UI. Rencananya biar kalo gagal lagi orang pun tak tau. Namun ternyata......
Saya cuma diam.
Saya sign out akunnya. Saya sign in lagi. Begitu seterusnya sampai 3 kali dan akhirnya menangis. Menangis di dalam kelas. Menangis di saat orang-orang sedang mengerjakan TO SIMAK. Jahat memang. Tapi saya langsung berbalik ke teman yang ada di belakang saya :
"CAA keterima UI huhuhuuu.."
Dan seperti seharusnya. Sekelas ngeliatin saya, mungkin kesel, iri, seneng, kasian. Saya ngga tau. Yang pasti mereka semua meluk-melukin saya dan -syukurnya- ngasih selamat.
Bagaimana dengan TO SIMAK Sesi 2? Gila lo. Gua tinggalin lah. Seusai numpang telfon ibu sambil menangis dan meraung-raung di tempat bimbel saya lari ke pangkalan ojek terdekat. Tetep. Sambil. Nangis.
Ceritanya ada 2 pangkalan ojek yang berseberangan. Saya dateng ke pangkalan ojek yang satu sambil nangis dan meraung-raung.
"BWAANG hiks ANTERIN SAYA PULANG BANG hiks AL AKHYAR BANG.. HUHUHU"
Seketika semua abang ojek, kira-kira 20 orang, dari pangkalan ojek yang berbeda itupun mengerubungi saya kebingungan.
"Neng kenapa neng" "Jatoh ya neng" "Ada yang meninggal neng"
"Saya keterima UI baaang.. huhuhuuu"
Dari sebegitu banyaknya tukang ojek ada beberapa yang menyalimi saya, menepuk-nepuk pundak saya dan memberikan selamat, tapii ada juga yang bertanya ke sesamanya "UI apaan". Mantap.
Setelah saya sampe kerumah saya langsung gedor pager bak perampok. Ibu saya yang sudah tau langsung keluar dan membuka pager, sambil menangis bahagia. Kita langsung ndeprok. Menangis, sambil berpelukan, sambil diliatin tetangga-tetangga sekampung. Lumayan, sekalian pamer. hehe.
Tapi, serius, nggak ada hal lebih indah dibanding membuat dan melihat ibu kamu menangis bahagia. Keren.
Dari situ, perjalanan saya di UI di mulai. Dengan jakun punya saya sendiri yang diberikan tanggal 28 Agustus 2014, tepat hari ulang tahun saya. Dan Kartu Mahasiswa, beneran!
Tapi ini bukan akhir, melainkan awal. Awal yang hebat untuk mewujudkan mimpi-mimpi saya selanjutnya. Semoga memotivasi!