Menjadi Muda Bersama Angkatan 19
ANCOL, JAKARTA – Ahad (01/11/2015), Forum Lingkar Pena Cabang Jakarta telah melantik secara resmi 22 anggota Muda barunya di Eco Park Ancol, Jakarta.
Pelantikan atau yang lebih akrab disebut Inaugurasi kali ini dibungkus dengan rangkaian acara yang menarik dan berbeda. Dua puluh dua Pra-Muda yang hadir dibagi kedalam lima kelompok yang masing-masing berisikan empat sampai enam orang. Tiap kelompok diminta untuk melewati enam pos; Pos Satu, Pos Komodo, Pos Dua, Pos Tiga, Pos Fitness dan Pos Empat.
Sebelum memulai perjalanan, peserta inaugurasi dibekali dengan makanan-minuman, satu lembar kertas tanda-tangan yang harus dibubuhi paraf enam penjaga, dan dua lembar kertas berisi 50 pertanyaan seputar kepenulisan, organisasi FLP dan keislaman, yang harus diisi tanpa diizinkan menyalin jawaban darimana pun.
Acara ‘pencarian pos’ ini memakan waktu kurang lebih empat jam setengah, terhitung dari keberangkatan kelompok pertama (09.00 WIB) dan tibanya kelompok kelima di Ruang Menteng, lokasi puncak acara inaugurasi (13.30). Pada pukul 14.00 WIB, Selesai semua peserta dan pengurus makan siang, acara pun dimulai dengan resmi oleh pembawa acara, Iecha.
Fisra, selaku Ketua Panitia Inaugurasi dalam sambutannya menuturkan, bahwa Inaugurasi adalah tanda bergabungnya Pra-Muda menjadi anggota Muda pada FLP Jakarta secara resmi. Mereka yang mengikuti inaugurasi merupakan Pra-Muda yang memenuhi syarat kelulusan yang sudah ditetapkan oleh panitia.
Memang benar. Sebelum acara ini, FLP Jakarta lebih dulu mengadakan Studium Generale (SG) pada Ahad (15 Maret 2015) lalu di Ruang Penghargaan, Museum Bank Mandiri Kawasan Kota Tua. Setelahnya, seluruh anggota Pra-Muda wajib mengikuti pelatihan selama satu semester atau dua belas kali pertemuan. Kehadiran, keaktifan dan pelaksanaan tugas adalah tiga penilaian yang diperhatikan pengurus untuk meluluskan atau menunda kelulusan Pra-Muda menjadi Muda.
“Pada setiap organisasi, pasti ada seleksi alamnya,” aku Nur Rohmah, selaku Kepala Sekolah Pra-Muda angkatan 19. Mungkin hal itu juga yang terjadi di tubuh Pra-Muda angkatan 19. Sebenarnya, ada 30 anggota yang seharusnya dilantik menjadi Muda di hari itu. Namun, delapan diantaranya berhalangan hingga terpaksa mengikuti Inaugurasi angkatan selanjutnya. “Seleksi alamnya sudah sedari awal OPREC kok, ada seratus lebih pendaftar tapi yang datang Studium Generale hanya 55% -nya. Dari 55 itu pun yang dinyatakan lulus cuma 30 orang,” ucapnya.
Dari tiga puluh anggota yang lulus tersebutlah, terpilih sepasang Pra-Muda terbaik selama pelatihan, yakni M. Azizani Anugrahadi dan Rukhaniyah. Mereka pun bersuka-cita karna mendapatkan penghargaan berupa sertifikat dan bingkisan dari panitia.
Dari dua puluh dua peserta yang hadir, ada satu peserta yang meluncur dengan ular besi dari Klaten ke Jakarta, hanya untuk menghadiri Inaugurasi. Padahal dia masih terikat masa tugas akhir Sekolah di Klaten sejak Juni lalu. Pria yang akrab dipanggil Zubair mengaku bahwa alasannya hadir karena rindu. Sekaligus ingin mendapat suntikan motivasi agar terus berkarya dan nggak kalah sama Pra-Muda lain. “Jadikan ilmu yang kita punya berkah, salah satu caranya dengan menyampaikannya melalui tulisan," begitu pesannya.
Bukan acara FLP jika tak ada motivasi kepenulisan. Dan pada Inaugurasi angkatan 19 kali ini, panitia mendatangkan pembicara khusus dari Pulau Sulawesi, Daeng Gegge Mappangewa (Ketua Umum FLP Makassar periode 2006-2008). Dengan logat Makassar, dan kisah juga kiprahnya di dunia kepenulisan membuat seluruh peserta khidmat mendengar penuturannya.
“Penulis itu nggak penting berbakat atau nggak. Karena nggak ada bakat, minat pun jadi,” tegas Daeng Gege, yang baru saja menerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI ini berhasil menyemai semangat berkelimpahan di tubuh FLP Jakarta. “Teruslah menulis. Jangan pernah berfikir untuk putus asa!” tutupnya.
Acara dilanjut dengan pembacaan ikrar FLP yang dipimpin oleh Billy Antoro kemudian diakhiri dengan pengumuman penempatan magang anggota baru di kepengurusan FLP Jakarta. Usai sesi foto bersama dan sholat ashar berjama’ah, lantas berakhir pula acara inagurasi angkatan 19.
Selamat menjadi Muda. Teruslah Berbakti, berkarya dan berarti ! [Bahja]














