Dialah sosok "Yesus" di dunia nyata. DIA mengirimnya untuk merubah apa yang sudah rusak. Di foto ini dia meminta tolong salah satu anak buahnya mengambil sebuah foto menggunakan jubah kebanggaan nya. Dia tahu. Dia sudah tahu hukuman yang akan di jatuhkan padanya. Seperti Yesus ketika Dia tahu bahwa ada salah satu orang muridnya yang mengkhianatinya dan menjualnya kepada para gigolo itu. Inilah sosok "Yesus" di kehidupan nyata. Mungkin, cerita Ahok akan sama persis dengan cerita Yesus. Ketika dia tahu bahwa vonisnya tidak adil, dia hanya berkata "Tuhan, ampuni mereka. Karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat".. LALU... Ketika vonis telah ditetapkan 2 tahun penjara, dia berkata "Selesai sudah..." Hampir sama dengan cerita Yesus beberapa saat sebelum menghebuskan nafas terakhirnya di atas kayu salib... TETAPI... Wafat Yesus disalib bukan menunjukan dia lemah melainkan menunjukan bahwa Dia adalah orang yang taat pada hukum dan Dia percaya bahwa Allah senantiasa beserta Dia selamanya.. Ahok melakukan persis apa yang di lakukan Yesus pada saat itu. Ahok menghadiri semua persidangan persidangan. Tidak pernah absen sekalipun. Karena dia sudah bersumpah ketika dia di angkat menjadi gubernur untuk selalu mengikuti peraturan yang berlaku. DI SISI LAIN... Hal yang sama pun dilakukan oleh para majelis hukum di Final Persidangan Ahok. Mereka seperti layaknya hakim yang menjatuhkan hukuman mati untuk Yesus. Hakim yang lebih takut dengan rakyat daripada peraturan peraturan yang dia sendiri sudah sumpah ketika akan menjabat sebagai hakim atau jaksa. Zaman Pontius Pilatus telah kembali ke negeri Indonesia. TETAPI.. Yakinlah bahwa kemenangan akan ada. Seperti Tuhan Yesus yang bangkit setelah wafat yang mengenaskan di kayu salib. Dia bangkit, dia menunjukan bahwa Dia adalah anak Allah. Sebagaimanapun juga untuk Ahok, yakinlah AHOK akan seperti itu juga. Satu hari nanti akan menjadi hari dimana semua keadilan itu terbuka. GBU #saveahok #saveNKRI #prayforahok (at Denpasar, Bali, Indonesia)