Kenapa Sih Kita Harus Kaya? Kenapa Sih Kita Harus Berilmu?
------------------------------------
Hihi, tiba-tiba ingin berbagi insigt atau pandangan. Kalo ada baiknya, silahkan diambil. Kalo ada banyak kurangnya, tolong tomboki hehe simpelnya buang aja.
Intinya, semoga tulisan ini bisa bermanfaat, lebih-lebih kita bisa bertukar pikiran di kolom komentar nanti.
Lanjuut ya..
Hampir dari kita semua pasti merasakan, seminggu terakhir seperti banyak kejadian yang membuat hati kita sedih dan berduka.
Diawali dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air di Kep. Seribu. Kemudian banjir di Kalimantan Selatan. Beberapa hari lalu terjadi gempa bumi besar di Sulawesi Barat.
Pasca Sulbar diguncang, kita diguncangkan lagi dengan berita meninggalnya ulama nasional yang begitu peduli dengan Al-Qur'an, Syeikh Ali Jaber pada Kamis lalu. Dan juga ulama kita Habib Ali bin Abdurahman Assegaf, pada hari Jum'atnya.
Mari kita doakan yang terbaik untuk korban dan keluarga yang terkena bencana di tanah air. Dan kita doakan juga semoga Allah memberikan tempat yang terbaik untuk para ulama yang telah meninggalkan kita selama-lamanya.
Mari Kita Renungkan
Dari bencana dan meninggalnya para ulama itu, apa hikmah yang bisa kita ambil?
Jika kita membicarakan bencana, tentu akan ada kerugian. Akan ada banyak korban yang butuh bantuan dan uluran tangan dari orang yang memiliki kondisi lebih baik dari mereka.
Jika para ulama meninggal, itu artinya sedikit demi sedikit ilmu diangkat oleh Allah. Akan semakin banyak orang yang butuh petunjuk untuk bisa mendapatkan ilmu dan kebijaksanaan dari orang yang memiliki ilmu yang lebih baik darinya nanti.
Lantas, siapa orang di garis terdepan yang dapat memberikan bantuan ke para korban bencana tersebut?
Lantas, siapa orang di garis terdepan yang bisa membagikan ilmunya kepada orang yang sedang haus akan ilmu?
Jawaban dari kedua pertanyaan diatas tidak lain adalah mereka yang memiliki rezeki lebih dan mereka yang memiliki ilmu mumpuni.
Makhluk Komplementer
Faktanya, kehidupan di dunia adalah hidup yang komplementer, yaitu satu sama lain saling melengkapi antara kelebihan dan kekurangan.
Mereka yang memiliki rezeki lebih, melengkapi dengan menyalurkan kelebihan rezeki ke mereka yang sedang membutuhkan bantuan untuk mencukupi rezekinya.
Mereka yang memiliki ilmu mumpuni, melengkapi dengan menyalurkan ilmu dan wawasannya ke mereka yang sedang membutuhkan ilmu untuk memperluas kapasitas ilmunya.
Lantas siapa yang mampu melakukan itu semua?
"Dia adalah yang memiliki harta lebih dan ilmu yang luas serta dalam. Dan yang yang terbaik dari mereka adalah yang mampu memberikan kebermanfaatan bagi banyak orang."
Dengan menjadi kaya, kita mampu mendermakan harta yang dimiliki untuk meringankan beban banyak orang yang sedang mengalami banyak kesulitan diluar sana.
Karena kita tahu bahwa tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah.
Dengan menjadi orang berilmu, kita mampu mencerdaskan banyak orang, membantunya keluar dari masalah, bahkan mampu membawanya berubah menjadi orang yang lebih baik.
Karena kita tahu bahwa menunjukkan kebaikan (ilmu) lebih mulia daripada mendermakan harta.
Jadi...
Dari kejadian beberapa waktu belakangan ini, ada pandangan yang bisa kita luruskan akan alasan mengapa kita harus kaya, harus berilmu.
Semua tidak lain ada titipan luar biasa dari Allah baik dari harta dan ilmu. Semua itu dapat menjadi indah jika ada kesadaran dan keikhlasan untuk berbagi kepada yang membutuhkan.
"Jadilah kaya yang bisa mengenyangkan banyak perut orang lain. Jadilah berilmu yang bisa melegakan dahaga banyak pikiran orang lain."
Semoga kelak kita semua bisa mencapai pada derajat mulia ini. Jadi yuk, dari sekarang kita bangun kebiasaan-kebiasaan yang bisa mengarah kan kita kesana.
Setuju?
Arsyad AZ - 3/100
Selasa, 1801











