Pola pikir kita akan menentukan hasil dari kegiatan yang kita lakukan, tak terkecuali dalam hal public speaking. Adakah pola pikir yang dapat membantu kita melakukan presentasi lebih baik?
seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from France

seen from Thailand

seen from United States

seen from Argentina

seen from Maldives
seen from China
seen from Hungary
seen from Hungary
seen from Netherlands

seen from United States
seen from Norway
seen from China

seen from United States

seen from Russia

seen from Germany
seen from Hong Kong SAR China
Pola pikir kita akan menentukan hasil dari kegiatan yang kita lakukan, tak terkecuali dalam hal public speaking. Adakah pola pikir yang dapat membantu kita melakukan presentasi lebih baik?
Kapan tiba saatnya Undip Juara PIMNAS?
Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional atau biasa disingkat menjadi PIMNAS. Sebuah ajang perlombaan ilmiah yang dilaksanakan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (sebelumnya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) bagi para mahasiswa. Pimnas bisa dianggap sebagai ajang utama perlombaan di perguruan tinggi. Jika di kalangan sekolah dasar dan menengah ada ajang bergengsi bernama Olimpiade Sains Nasional (OSN), maka di tingkat perguruan tinggi ajang yang paling bergengsi adalah PIMNAS.
PIMNAS terakhir dilaksanakan tahun 2016 lalu di Institut Pertanian Bogor (IPB). Tahun ini PIMNAS akan memasuki pelaksanaan ke 30 dengan tuan rumah Universitas Muslim Indonesia (UMI). Ada 2 perguruan tinggi yang mendominasi ajang ini yaitu Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Keduanya masing-masing telah menjadi juara umum PIMNAS sebanyak 5 kali. Piala PIMNAS yang bernama Adhikarta Kertawidya saat ini dipegang oleh UB sebagai Juara Umum PIMNAS 29 Tahun 2016.
Di kampus saya sendiri, Universitas Diponegoro, PIMNAS menjadi perhatian penting. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang menjadi mata lomba di PIMNAS sudah dikenalkan sejak semester pertama, bahkan berbagai metode dan konsep ditelah disusun untuk membantu produktivitas pengajuan PKM setiap tahunnya serta menunjang kualitas keberjalanan PKM setelah didanai. Hingga akhirnya mengirim sebanyak-banyaknya tim ke PIMNAS setiap tahunnya.
Saya pribadi pernah beberapa kali mengajukan PKM. Namun hanya 1 proposal yang pernah didanai pada tahun 2014. Itupun tidak sampai lolos menuju ke PIMNAS. Tapi terkait PIMNAS, saya bisa merasakannya walaupun bukan sebagai peserta. Tahun 2014 Undip mendapatkan amanah sebagai tuan rumah PIMNAS 27 dan saat itus saya masih aktif di BEM Undip jadi beberapa kesempatan saya bisa turut hadir termasuk penutupan PIMNAS.
Disuruh Mas Taufik (Presiden BEM Undip 2014) pegangin bendera Undip sama mbak Sarah (Menteri Mikat BEM Undip 2014) buat difoto dan diposting di twitter.
Ya, Undip sudah pernah jadi tuan rumah PIMNAS, yang menjadi pertanyaan tentunya mungkin di benak sebagian besar mahasiswa Undip yang care terhadap PKM adalah kapan tiba saatnya Undip Juara PIMNAS? Undip pernah menjadi perguruan tinggi dengan peserta terbanyak di PIMNAS, namun gelar juara itu belum juga datang kepada Undip. Saya mencoba melihat kembali bagaimana kiprah Undip dalam Pengajuan PKM dan PIMNAS dalam 5 tahun terakhir.
Seperti yang saya bilang sebelumnya bahwa Undip sejak semester pertama sudah mengenalkan kepada mahasiswa tentang PKM. Tentu hal ini memberikan efek pada jumlah proposal yang diajukan serta jumlah proposal yang didanai. Undip dalam 5 tahun terakhir (2013-2017) selalu berada dalam peringkat 10 besar proposal PKM yang didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi atau sekarang oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan.
Jumlah proposal Undip yang didanai dalam 5 tahun terakhir selalu di atas 150 dan secara peringkat cenderung naik setiap tahunnya.
Namun banyaknya proposal yang didanai belum tentu menentukan banyaknya PKM yang lolos ke PIMNAS. Kenyataannya di lapangan, pelaksanaan PKM setelah disetujui untuk didanai selalu menemui masalah klasik, yaitu terlambatnya dana PKM dicairkan dari Kementeria. Sehingga waktu terus berjalan namun dana untuk melaksanakan PKM tidak ada. Beberapa kali baik dosen pembimbing maupun pengelola perguruan tinggi mengakali hal ini dengan memberikan dana talangan kepada mahasiswa sehingga PKM tetap bisa berjalan. Di Undip sendiri strategi terkait pelaksanaan PKM belum berjalan maksimal awalnya namun sudah mulai menunjukkan hasil dalam hal mengirim banyak tim ke PIMNAS akhir-akhir ini.
Di tahun 2015 Undip bahkan memimpin jumlah tim terbanyak di PIMNAS bersama ITS dengan jumlah 36 tim.
Namun hal berbeda akan terlihat ketika kita memasuki fase perlombaan di PIMNAS. Undip memang selalu menjaga tradisi memperoleh medali di PIMNAS dalam 5 tahun terakhir. Namun secara peringkat perguruan tinggi yang menentukan siapa yang menjadi juara umum PIMNAS, Undip cenderung turun peringkat walaupun pada PIMNAS terakhir tahun 2016 peringkat Undip mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2015.
Hal yang sangat aneh adalah ketika Undip menjadi perguruan tinggi dengan jumlah tim terbanyak di PIMNAS, namun peringkatnya justru terlempar dari 10 besar peringkat PIMNAS pada tahun 2015
Dimana letak permasalahannya? Sehingga Undip bahkan belum pernah menyentuh 3 besar pada PIMNAS? Dengan melihat data-data di atas. Saya rasa masalah kita bukan pada kesadaran mahasiswa terhadap PKM. Karena kita lihat sendiri bahwa berdasarkan jumlah proposal yang didanai (dan juga proposal yang diajukan) setiap tahunnya, Undip selalu bersaing dengan para langganan juara PIMNAS dan tidak pernah keluar 10 besar.
Terkait dengan pelaksanaan PKM, masalah keterlambatan cairnya dana dari Kementerian masih akan menjadi masalah klasik karena struktur birokrasi kita yang masih belum ada perubahan. Strategi dana talangan yang dijalankan memang perlu dilihat kembali efektivitasnya dalam mendorong kualitas pelaksanaan PKM. Terkait dengan strategi teknis pelaksanaan PKM tentu teman-teman yang berfokus pada bidang riset dan penalaran yang lebih paham. tak lupa kualitas persiapan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang menentukan penilaian tim mana yang layak untuk menjadi peserta PIMNAS
Dahulu ketika tahun 2013, saya masih aktif di Departemen Ristek BEM FT Undip. Tim PKM Undip hanya menjalani 2 kali Monev Internal (Monev Fakultas dan Monev Universitas) sebelum menghadapi Monev resmi dari Kementerian. Tetapi salah satu langganan juara PIMNAS yaitu ITS berdasarkan informasi yang saya terima dari Mas Fajri (Presiden BEM ITS 2015), ITS melaksanakan 4 kali Monev Internal yang bahkan sudah dimulai sejak pengumuman proposal PKM yang didanai oleh Kementerian. Dan tidak lupa bagaimana setiap komponen penilaian yang telah dicantumkan pada Pedoman PKM setiap tahunnya mendapat perhatian dan tidak terlewatkan.
Memasuki fase PIMNAS, saya ingat kembali pertanyaan yang saya ajukan tadi. Kapan tiba saatnya Undip Juara PIMNAS? Nah kita mesti mengetahui bahwa di PIMNAS ada 2 mata lomba untuk setiap kategori PKM yaitu presentasi kelas dan poster. Nah setiap mata lomba akan memberikan medali emas, perak dan perunggu yang menentukan peringkat akhir PIMNAS berdasarkan aturan yang tercantum pada Pedoman PKM Tahun 2016 halaman 46.
Dengan aturan ini, sebuah medali perunggu presentas kelas menjadi lebih beharga dibandingkan sebuah medali emas poster dalam hal persaingan juara umum PIMNAS
Lalu mari kita lihat bagaimana perolehan medali Undip. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya bahwa Undip selalu konsisten memperoleh medali pada PIMNAS, baik medali emas, perak, maupun perunggu. Tetapi Undip selama 4 PIMNAS terakhir cukup kesulitan memperoleh medali emas presentasi kelas yang justru menjadi faktor kunci menuju juara umum PIMNAS.
3 PIMNAS terakhir Undip selalu gagal membawa pulang medali emas presentasi kelas. Tahun 2015 peringkat Undip berada di luar 10 besar.
Maka permasalahan utama ketika berlaga di PIMNAS adalah sesi presentasi kelas. Para juara umum PIMNAS rata-rata bisa membawa medali emas presentasi di atas 5 buah sehingga mengangkat posisi mereka pada persaingan juara umum PIMNAS. Jika Undip ingin segera menjadi juara PIMNAS maka sisi perbaikan dalam penilaian presentasi harus ditingkatkan. Parameter penilaian pada presentasi PIMNAS dapat dilihat pada pedoman PKM Tahun 2016 halaman 46 dan pada bagian lampiran.
Hari Kamis kemarin telah diumumkan proposal PKM yang didanai oleh Kemenristekdikti pada tahun 2017. Dan kali ini Undip menempati peringkat kedua dalam hal jumlah proposal terbanyak yang didanai. Maka dari itu momen ini mari kita gunakan untuk memperbaiki segala strategi dan upaya kita dalam pelaksanaan PKM, persiapan monev maupun pada PIMNAS. Semoga segera tiba saatnya Undip menjadi juara PIMNAS.
Semarang, 10 Maret 2017 YAPW
📽️✨ Kenalan dengan Proyektor InFocus InFocus adalah merek proyektor asal Amerika Serikat 🇺🇸 yang sudah puluhan tahun dikenal karena kualitas visual tajam, desain kokoh, dan daya tahan tinggi. Mulai dari ruang kelas, kantor, hingga home theater, proyektor ini jadi andalan berkat teknologi DLP, konektivitas lengkap (HDMI, VGA, USB), serta pilihan seri variatif dari entry-level hingga premium 🔥.
Buat yang masih awam, penting juga memahami lebih dulu apa itu proyektor dan bagaimana perangkat ini bekerja, supaya bisa memilih tipe yang paling sesuai dengan kebutuhan.
Beberapa seri populer: ✅ IN112XA – harga terjangkau, pas untuk presentasi dasar ✅ IN116XA – resolusi WXGA, cocok untuk kelas ✅ IN119HDG – Full HD detail tajam, ideal hiburan & bisnis ✅ IN128HDST – short-throw, mantap untuk ruangan terbatas
👉 Butuh proyektor untuk acara di Pekanbaru? Kami siap bantu dengan layanan sewa proyektor & TV LED lengkap. Praktis, hemat, dan siap pakai!
🌐 betabisnis.com | 📲 WA 0878 9381 1922
📽️✨ Apa itu proyektor dan kenapa penting? Proyektor adalah perangkat optik-elektronik yang menampilkan gambar atau video ke layar/dinding, bikin tampilan lebih besar & jelas.
🔹 Fungsi utama: 👉 Presentasi di kantor/sekolah 👉 Hiburan layar lebar di rumah 👉 Edukasi biar materi lebih mudah dipahami 👉 Event besar seperti seminar & pernikahan
🔹 Jenis populer: LCD, DLP, LED, Mini, hingga Interaktif. Bahkan ada juga proyektor Android yang lebih praktis karena bisa langsung digunakan tanpa laptop.
Banyak pilihan, salah satunya Proyektor Epson yang terkenal dengan teknologi 3LCD & kecerahan tinggi 🎯.
💡 Dengan memahami jenis & fungsi proyektor, kamu bisa lebih bijak memilih sesuai kebutuhan & budget.
Kalau untukmu, proyektor lebih sering dipakai buat kerja atau hiburan? 🤔👇
🎥 Kualitas Apa yang Bagus untuk Sebuah Proyektor? 🤔
Buat kamu yang lagi cari proyektor, jangan asal pilih ya! Ada beberapa hal penting biar hasil tampilannya maksimal:
✨ Resolusi – makin tinggi, makin detail (SVGA, XGA, Full HD, hingga 4K).
💡 Brightness – 2.000–5.000+ lumens, sesuaikan dengan ukuran ruangan.
🌑 Kontras – minimal 10.000:1 biar warna terang & gelap lebih hidup.
🌈 Teknologi Tampilan – Epson unggul dengan 3LCD, bikin warna lebih natural & cerah.
📱 Fitur Tambahan – koneksi wireless, speaker bawaan, port HDMI/USB yang lengkap.
👉 Jadi, proyektor yang bagus bukan cuma terang, tapi juga harus detail, berwarna tajam, dan fleksibel. Kalau mau yang serbaguna buat kerja dan hiburan, Epson bisa jadi pilihan tepat.
Kamu lebih sering pakai proyektor untuk presentasi kantor atau nonton bareng nih? 😉👇
Kalau penasaran soal kisaran harga, ada juga artikel tentang Berapa Harga Proyektor InFocus & Epson? Yuk Simak! biar kamu bisa bandingin sesuai kebutuhan & budget
Cobalah mengandalkan cara menghilangkan grogi saat berbicara yang ada di bawah ini. Penjelasannya yang ringkas, bikin mudah untuk langsung d
Cara menghilangkan grogi saat bicara di depan orang banyak, https://blog.pigijo.com/cara-menghilangkan-grogi-saat-berbicara-di-depan-umum/
#publicspeakingtips #belajarpresentasi #PresentasiKeren #hilangkangrogi #carapercayadiri #jangangrogi di Bandung Jakarta Bali tetap Percaya Diri Kita Indonesia
Tutorial Cara Membuat Presentasi PowerPoint untuk Pemula
Tahap demi tahap belajar Cara Membuat presentasi PowerPoint untuk tingkat pemula LINK FILE MASTER: Jika membutuhkan … source
View On WordPress
Cara Menambahkan Video YouTube ke Presentasi Microsoft PowerPoint
Pastinet – Dalam dunia presentasi, penggunaan video dapat meningkatkan daya tarik dan efektivitas pesan yang disampaikan. Microsoft PowerPoint, sebagai salah satu perangkat lunak presentasi yang populer, memungkinkan pengguna untuk menambahkan video ke dalam slide presentasi mereka. Berikut ini cara menambahkan video ke presentasi Microsoft PowerPoint, baik dari YouTube maupun file lokal…
View On WordPress