Rio Alfajri: Melalui Buah Karyanya Prestasi Terus Dicapai
Namanya Rio Alfajri pemuda kelahiran Palembang 2 September 1994 yang akrab disapa Rio mengawali karirnya melalui kejuaraan-kejuaraan yang diikutinya sejak berada di bangku Sekolah Menengah Atas. Berbagai macam perlombaan diikutinya, bahkan tidak hanya mengikuti segudang prestasi pun diraihnya demi mendekatkan diri pada titel pemuda muslim yang berprestasi. Prestasi yang diraihnya tidak sedikit, mulai dari Juara III Trisakti School of Management Economic Competition I, Juara I Trisakti School of Management Economic Competition II, Juara III Olimpiade Ekonomi, dan sampai kepada mendapatkan medali perunggu dalam event tahunan Olimpiade Sains Nasional. Ada sisi menarik di luar segudang prestasi yang diperolehnya di bidang ekonomi dan manajemen, bahwa pemuda bergestur tinggi ini bukan siswa yang bearasalkan dari jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial, melainkan berasal dari jurusan Ilmu Pengetahuan Alam. Kegemarannya terhadap ilmu ekonomilah yang mengantarkan Rio berhasil menjuarai kejuaraan di bidang ekonomi dan manajemen walaupun ia bukan siswa yang berasalkan jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial.
Pemuda yang menamatkan Pendidikan Strata 1 di Program Studi Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran ini tidak merasa cukup meletakkan prestasinya hanya sampai tingkat sekolah saja, saat memasuki dunia perkuliahan justru prestasinya semakin melejit dan terus berpacu dalam waktu. Bagai garis linear yang terus bergerak ke atas seiring bertambahnya waktu. Semangat inilah yang harus dimiliki pemuda umumnya, terus berprestasi, berprestasi, dan berprestasi. Bukan lagi memikirkan hal sepele, seperti pergaulan bebas, permainan senda gurau, atau bahkan lebih parahnya lagi melakukan tindak kriminal dan asusila.
Selain memperoleh prestasi mulai dari Juara II ASNC Essay Presentation, Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (Events Go Public) Didanai Dikti, Juara II Paper Presentation Annual SAEED, dan segudang prestasi lainnya. Ketika berada di bangku perkuliahan Rio juga produktif dalam menulis buku. Ada 2 buku yang sudah diterbitkan buah karyanya, yakni “@ Allah, #MasihkahEngkaudiDalam” serta buku lainnya yang berjudul “Merantau!”. Tidak salah memang ketika Rio dipercaya untuk bergabung dalam beasiswa Rumah Kepemimpinan serta XL Future Leader Batch III. Bahkan program-program semacam School of Leader Batch 7, AEON Asia Eco-Leader, AEON Asia Eco-Leader, serta Leadership Camp Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia menjadi salah satu wadah bagi Rio untuk terus mengembangkan diri dan membangun jejaring dalam cakupan yang lebih luas.
Dalam proses mengembangkan diri ternyata berprestasi saja tidak cukup, dibutuhkan softskill lainnya untuk menambah kapasitas diri. Dan hal itulah yang terjadi juga pada Rio. Selain berprestasi ia pun menempa dirinya dalam berbagai macam aktivitas organisasi, mulai dari DKM FISIP Unpad, Taman Ilmu, Forum Lingkar Pena Jatinangor, dan BEM Kema Unpad. Di tahun 2015 ia dipercaya untuk menjadi Menteri Penalaran dan Keprofesian BEM Kema Unpad, posisi yang strategis dengan tanggung jawab yang besar pula. Selain menjadi bagian dari organisasi, Rio juga mendirikan dan menginisiasi sebuah organisasi yang bergerak dalam pemberdayaan, yakni Pemimpin Mengajar (Leaders Teaching) dan Urban Farming Ambassador. Ini sebabnya ia sering mengisi dan menjadi pembicara di beberapa kesempatan, seperti pada kegiatan Pelatihan Menulis Himpunan Ilmu Tanah, FISIP Islamic Fair, Training for Article Writing Mata Unpad, Bedah Buku @Allah, #MasihkahEngkaudidalam? serta kegiatan-kegiatan lainnya.
Dan yang tidak kalah pentingnya Rio adalah sosok penulis yang luar biasa, ia pernah mendapatkan penghargaan Penulis Terbaik dari FLP Jatinangor, tercatat pula bahwa ada sebanyak 41 tulisan baik opini, liputan, dan argumentasi yang dicetak maupun dimuat di berbagai macam media kabar, baik elektronik maupun surat kabar. Maka tidak salah apabila pemuda-pemuda bangsa ini mengambil hikmah dan pelajaran dari perjalanan karir Rio, sehingga mampu menjadi insan yang berprestasi, lagi baik, dan aktif.
Melalui spirit yang dibangun, Rio telah memberikan inspirasi untuk generasi pemuda Indonesia, untuk tidak menyerah, terus meluaskan diri, dan terus berprestasi.
�ذ�?









