Perlu kau mengerti ia memperindah rumah untuk kepulangan, sedang ia buta akankah tenang yang kau datangkan atau badai kedua setelah juang ia bangun rumah atas bencana sebelumnya
seen from United States
seen from Ireland

seen from United States
seen from China

seen from Türkiye
seen from United States
seen from China

seen from United States

seen from Russia

seen from United States
seen from South Korea

seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from Suriname

seen from United States

seen from United States
seen from Russia
seen from United States

seen from United States
Perlu kau mengerti ia memperindah rumah untuk kepulangan, sedang ia buta akankah tenang yang kau datangkan atau badai kedua setelah juang ia bangun rumah atas bencana sebelumnya
dari sekian banyak warna aku hanya ingin menjadi bening yang memperindah warna milik orang-orang disekitarku
tapi itu terlalu berat dan menakutkan, dimana saat keruh ia tidak berguna dan ditinggalkan
Kau tau? Kata “aku bahagia jika kau bahagia” memiliki syarat didalaminya; bersamaku salah satunya, dan dengan manusia pilihan yang baik adalah yang paling utama. Mana mungkin aku tenang melepasmu begitu saja sedang kau bagai permata yang semua orang bersaksi akan indahnya.
Kau terlalu mahal untuk di sia-sia, cahayamu terlampau sempurna untuk sirna
Insecurities? Apakah memang diperlukan?
Cari aja perbandingan yg pas biar hati aman, kalo skalanya masih duniawi inget masih ada urusan akhirat yang lebih pantas buat berlomba demi puncaknya
Cukup menjadi ukuran baiknya lingkungan, tanyakan “apakah ini mengantarku ke perlombaan sebenarnya atau kepada sia-sia?”
Tidak pernah menjadi masalah jika apa yang kita inginkan sesuai dengan apa yang Allah taala takdirkan. Seringkali masalah adalah ketika takdir tidak berjalan sesuai, memang sewajarnya begitu karena bukan kita pemiliknya. Namun menurutku jika selama ini kau berfikir bahwa sabar adalah ujian paling berat, ada hal lain yang perlu dipertimbangkan bahwa disana ada syukur yang tidak semua orang mampu untuknya.
mulai sadar bahwa hidup ini seluruhnya ujian bukan?
Bolehkah hidup dengan sebatas menjalankan peran?
Bagaimana jika kenyataannya kitalah yang terlalu khawatir?
Akan segala ketetapan yang hanya belum terjadi. Bisa dimengerti bahwa ketidaktahuan adalah sumber ketakutan utama, tetapi jarang kita mengerti bahwa di sana masih ada Sang Pemilik Janji, yang mengatakan bahwa tidak ada balasan dari kebaikan kecuali kebaikan, bahwa yang bertakwa kepada Nya akan diberi jalan keluar dari setiap permasalahan, dan diberi dari arah yang di luar matematika kehidupan, yang mengatakan bahwa Dialah jaminan bagi orang yang bertawakal kepada Nya. Dan janji Nya adalah pasti.
perpisahan yang diharapkan pun seberat menerima hal-hal yang di enggankan
kita tidak pernah benar-benar mau memilih, jalanan terjal ataukah jurang kekosongan jiwa, hati
Aku terbawa arusmu sampai kehilangan daratanku. Saat fatamorgana itu menghilang aku terombang-ambing berharap angin menawarkan diri sebagai tumpangan, itu terbayang seperti awan kinton atau angin milik Raja Sulaiman, melihat segalanya dari kejauhan menentukan mana tujuan dan mana persinggahan