Amanah Baru
Suatu malam dia tetiba menangis sesegukan. Khawatir tidak bisa mempertanggungjawabkan ilmu, lirihnya. Sebuah kecupan hangat mendarat di keningnya sebelum aku memulai nasihat. “Allah yang memperjalankanmu hingga titik ini. Allah yang telah membantumu melalui segala proses sebelum ini,” “Dan hal yang sama akan Allah lakukan tepat setelah ini,” Selepas kita salat, lanjutku, bukankah aku selalu menuntunmu saban hari untuk melafalkan sebuah doa yang dengannya kamu berendah diri dan memohon agar tidak ditinggalkan-Nya sekejap mata pun dalam setiap urusan? Selamat mengemban amanah baru, kekasihku.





