“Sayang, coba tebak aku bawa oleh-oleh apa. Coba tutup matanya..”
“Sayang, kamu tahu aku sudah berdiri dan tahan batuk 20 menit loh buat ngagetin kamu..”
”Sayang, sorry ya aku engga bisa siapkan perayaan romantis untuk 1 bulan pertama kita. Aku cuma bisa temenin kamu saat sakit..”
Cuplikan sejumlah ucapan tersebut tetiba terbersit di benakku pagi ini. Alhasil, aku hanya bisa meringis tersenyum ketika mengingat kembali saat-saat itu.
Iya, lucu juga saat kembali mengingat masa-masa itu. Maksud hati mencoba romantis, tapi yang didapat justru gagal tipis-tipis.
Namun kamu tahu, sayang. Dibalik semua tingkah konyol tersebut, setidaknya aku sadar sesuatu,
Aku tahu bahwa aku tidak sepenuhnya gagal...
Mungkin aku gagal berusaha menjadi romantis. Tapi, aku tidak pernah gagal membuatmu tertawa, bukan?
Satu bulan bersamamu membuatku menyadari satu hal penting.
Ternyata untuk membuatmu bahagia tidak perlu repot apalagi perlakuan yang mewah.
Senyum dan tawa lepasmu karena lelucon recehku sebenarnya adalah kemewahan itu sendiri,
Sebab, tidak semua orang memiliki cara sederhana untuk menjadi bahagia, bukan?
Mereka bilang hubungan hangat pengantin baru hanya berlangsung sebulan pertama...
Ada yang bilang 3 bulan pertama...
Bahkan, ada yang bilang sebelum punya momongan,
Masa bodoh dengan semua ujaran sok tahu tersebut.
Bagiku, setiap hari adalah sama. Yakni, satu minggu pertama pasca kita menikah..
Apalagi, kamu menyebutnya sebagai waktu yang indah, bukan?
Lagipula, bukan ihwal waktu yang membuat hubungan kita terasa indah.
Tapi, tentang bagaimana cara kita menghabiskan waktu tersebut sehingga terlukis kenangan berkesan;
Sedih-senangnya. Sempit-lapangnya. Marah-mesranya.
Dan terpenting, kita mensyukuri semua kesan itu.
Bukankah aku pernah bilang suatu waktu;
“Yang fana adalah waktu. Yang abadi adalah kita..”
Annisa, malaikat kecilku..
Terimakasih sudah bersabar membangunkanku begitu usai waktu tidurku.
Belum cukup sampai di situ, kamu bahkan rela melayani sikap manjaku sebelum beranjak dari kasur.
Bukan karena aku malas, apalagi enggan beringsut..
Aku hanya ingin pastikan, bahwa kedua tanganmu adalah tangan pertama yang menyentuh diriku..
Aku ingin pastikan suaramu adalah bunyi pertama yang terdengar telingaku..
Dan perhatianmu adalah kesan pertama yang mengawali hariku..
Terimakasih sudah bertahan untuk satu bulan pertama hubungan kita.
Selamat menjadi pribadi yang baru. Selamat mendewasa beriring waktu.