NEWS ANCHOR : PT Medco E&P adalah satu perusahaan di bumi Pancasila, yang bergerak mengemban tugas berat terhadap upaya pemenuhan minyak dan gas nasional.
NEWS CASTER :
PT Medco E&P yang merupakan anak perusahaan PT Medco Energi Internasional Tbk atau lebih dikenal dengan sebutan Medco Energi, sejak tahun 1980 sudah berkomitmen menyediakan energi untuk masyarakat.
Tak ayal, Medco E&P sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama atau KKKS di Indonesia, terus memberdayakan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mengoperasikan 13 wilayah kerja yang terbentang dari Aceh hingga Sulawesi.
Sebagai konsekuensi dari komitmennya mendukung strategi Pemerintah dalam memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat di masa depan secara bertanggung jawab, Medco E&P hingga saat ini dan di masa mendatang terus melakukan kegiatan eksplorasi, pengembangan dan produksi pada lapangan yang sudah matang maupun yang baru ditemukan.
Namun, dibalik tugas pokoknya dalam pemenuhan minyak dan gas nasional, sebagai perusahaan yang berada di lingkungan masyarakat, Medco E&P memiliki kewajiban terhadap pemberdayaan ekonomi rakyat, sebagai konsekuensi dari Tanggung Jawab Sosial Industri Hulu Migas kepada rakyat Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan.
Melalui Program Pengembangan Masyarakat atau PPM, sejak tahun 2017, Medco E&P sudah mewujudkan program pemberdayaan masyarakat, diantaranya budi daya jamur dan budi daya lebah madu hutan. Terkhusus budi daya jamur,
Robby Wijaya, Community Relations Officer PT Medco E&P Indonesia menyebutkan, hal ini dilakukan setelah melihat limpahan tandan kosong sawit yang kemudian menjadi media tanam jamur.
Belum lagi jumlah permintaan jamur juga yang sangat potensial untuk dibudidayakan. Menurut Robby, di Desa Lais misalnya, produksi jamur sudah mencapai 200 kg per bulan dan meingkatkan pendapatan warga hingga mencapai Rp.4.000.000. (empat juta rupiah).
Melihat pembukaan lahan perkebunan yang acapkali merusak ekosistem alam, Medco E&P bersama masyarakat kemudian berinisiatif melakukan budi daya lebah madu hutan. Budi daya lebah madu hutan ini, masyarakat dapat memanen dua kali per bulan, dengan rincian, dalam sekali panen, mereka dapat menghasilkan madu 90-100 kg per bulan.
Satu diantaranya, Bustam salah satu pembudidaya madu lebah madu hutan. Bustam adalah satu diantara warga yang sudah menikmati hasil jerih payahnya sebagai pekerja lebah madu hutan, dengan kerjasama Medco E&P.
Melalui program budi daya lebah madu ini, selain dapat membantu peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat, sekaligus mengembalikan habitat alam dan kelangsungan kehidupan di hutan yang nyaris rusak akibat pembakaran liar.
Selain budi daya lebah madu hutan, Medco E&P juga berfokus pada pengembangan karet organik, yang melibatkan di 15 desa yang berada di wilayah kerja PT Medco E&P.
Dengan memberdayakan 265 petani dengan lahan seluas 312 hektar, perusahaan juga membantu akses petani karet untuk bisa menjual langsung ke pabrik. Melalui pola ini, sekaligus memotong rantai pemasaran getah dengan kualitas kadar kekeringan capai 85 %.
Dari program ini perusahaan dapat meningkatkan pendapatan petani karet hingga 40 %. Tak hanya itu, sebagai bentuk tanggungjawab sosial perusahaan dan kontribusinya kepada pemerintah, Medco E&P juga menjalin kerjasama dengan pemerintah melalui program inovasi desa tepat guna.
Program nyata yang dilakukan melalui pelatihan dan pengembangan dari pengolahan asap cair ramah lingkungan, tidak berbau dan tidak membahayakan bagi kulit. Dari program yang dilakukan, hasilnya tidak mengecewakan. Sebab melalui pola ini kualitas kadar karet kering meningkat hingga 82 %.
Tentu, dengan kualitas karet yang demikian, dapat meningkatkan nilai jual karet, hingga 2,2 juta per hektar. Upaya pemberdayaan lain yang juga dilakukan, Medco E&P juga menguatkan kelompok atau komunitas di masyarakat.
Paling tidak, sampai kini ada 4 lembaga baru dengan 20 pendamping lokal. Tujuannya sebagai mitra perusahaan di lingkungan wilayah kerja perusahaan.
Dalam bidang lain, Medco E&P juga melakukan proses pencerdasan di sejumlah desa, baik di Musi Banyuasin, PALI. PT Medco E&P menjalin kerjasama dengan LSM 7 Pilar memaksimalkan gerakan literasi membaca, dan pemberdayaan guru TK di Kabupaten Musi Banyusin.
Sementara di Ibu Kota Provinsi di Palembang, melalui kerjasama dengan Himpnan Mahasiswa Sosiologi (HIMASOS) Universitas Sriwijaya, Medco E&P juga mengajak peningkatan minat baca di kalangan mahasiswa.
Banyak hal yang sudah atau akan dilakukan Medco untuk masyarakat. Termasuk di bidang infrastruktur di sejumlah desa. Apa yang dilakukan Medco untuk masyarakat, tidak akan berjalan dengan baik, tanpa dukungan dari semua.
Kalau PT Medco E&P sudah banyak berbuat, kapan giliran kita?
Taufik Usman, melaporkan untuk KabarSumateraTV










