Jauh sebelum hujan menjumpai atap stasiun kota
Aku telah menempatkanmu dalam ruang terasing bagi semua kelana
Juga bagi berpasang langkah yang terpaksa menunda rindu akan Jakarta
Kau terpilih untuk disembunyikan dari semuanya
Dari beribu kata dan kalimat tanya yang menuntut nama disetiap pagi dan senja
Siapa ? Aku juga tak tahu kau siapa
Hanya kebetulan kau berhasil menciptakan gaung dengan satu ketukan pada dinding hati di perjumpaan pertama
Kau akan terus kubelenggu dalam cekam ruang tanpa cahaya yang kupilih
Tiada Lampu, tiada lilin, tiada arah bagi mereka yang ingin datang mengenali
Sampai saat dirimu menyata
Di tepi jalan raya hening menuju singgasana Ilahi