Lahir dan hidup dari keluarga Kristen yang cukup taat kepada Tuhan membuat saya rajin bedoa dan beribadah kepada Tuhan. Bukan hanya punya relasi yang dekat dengan keluarga, tetapi saya juga punya relasi dengan teman-teman pergaulan di daerah saya. Tapi sayangnya pergaulan itu membawamsaya terjerumus ke pergaulan yang tidak membuat kerohanian saya bertumbuh.
Semenjak kuliah saya berada di lingkungan yang toxic. Meminum minuman beralkohol itu menjadi suatu hal yang biasa. Ketika berpacaran saya mengenal rokok dan mulai terjerumus ke dalam pemikiran yang semakin melenceng dari Tuhan. Karna saya merasa hanya pelampiasan itu yang dapat saya lakukan.
Perlahan namun pasti, Tuhan mulai bekerja dalam hidup saya. Suatu ketika saya mengalami kesulitan untuk memperbaiki IPK dan sulit sekali untuk bertemu dengan dosen kuliah saya yang dapat membantu mengubah nilai saya. Berhari-hari saya mencoba menemui dosen saya, tapi saya kalah dengan kesibukan dosen tersebut. Hingga akhirnya saya mencoba berdoa kepada Tuhan untuk Tuhan campur tangan di dalam usaha saya hari itu. Dan Tuhan bekerja. Di Tengah keraguan saya saat menunggu di depan pintu ruang dosen, saya di panggil untuk memperbaiki nilai saya.
Kedewasaan iman saya pun semakin bertumbuh ketika saya mengenal dan terlibat di dalam pelayanan dan kasih Tuhan Yesus. Suatu ketika Perkantas mengadakan acara ibadah bersama dan saya sangat penasaran seperti apa ibadah Perkantas. Seiring berjalannya waktu saya sering ikut ibadah persekutuan di RUPER (Rumah Persekutuan) Perkantas walaupun di tengah kesibukan kuliah. Melalui Persekutuan saya semakin memahami apa itu hidup baru. Ketika kita menerima Yesus sebagai satu-satunya jalan keselamatan. Melalui kebenaran inilah membuat saya rindu untuk selalu bertumbuh di dalam Tuhan. Hingga akhirnya saya berkomitmen untuk meninggalkan kebiasaan buru dan memulai kehidupan yang bermanfaat.











