Aku minta maaf karena tidak menari bersamamu selama bertahun-tahun.
Aku minta maaf karena menjebak rohani di bawah kegembiraan yang pernah kita rasakan ketika kita akan kehilangan diri karena ketukan malam, mengangkat lengan, dan melemparkan kepala sembari menyerah pada alunan musik.
Aku minta maaf karena membuatmu dirantai di depan meja kerja ketika kita harus terbang bebas lebih sering, mengambil foto di air asin dan bercinta hingga lutut menyerah.
Aku minta maaf karena membuatmu lupa betapa indah hujan dapat membasahi bahu, bagaimana pasir terasa di bawah kaki telanjang.
Tapi besok matahari akan bersinar dan mungkin kita bisa merasakan cahaya pertama menyentuh kulit kita, dan mungkin, mungkin saja, kita akan merasa sedikit bebas lagi.