Pengaruh Tsunami Selat Sunda, Wisatawan ke Pulau Gili Ketapang Menurun
Liputanviral - Peristiwa tsunami Selat Sunda memuat beberapa wisatawan was-was. Kunjungan wisatawan ke Pulau Gili Ketapang di Probolinggo pun menurun. Tingkat kunjungan wisatawan ke obyek wisata Snorkeling, Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, mengalami penurunan hingga 40 persen dibanding tahun sebelumnya. Menurut wakil ketua kelompok Sadar Wisata Snorkeling, H Nur Zaini, menurunnya kunjungan wisatawan akibat terjadinya bencana tsunami di Selat Sunda, dan menerjang kawasan pesisir Banten dan Lampung lalu. Karena dilanda kekhawatiran, banyak wisatawan yang akhirnya membatalkan rencana berliburnya ke pulau Gili Ketapang, Probolinggo. "Banyak wisatawan yang takut mas liburan di pantai atau kepulauan, pasca terjadinya tsunami kemarin," kata Nur, melalui sambungan selulernya, Jum'at (28/12/2018). Nur menjelaskan, meski menurun dibanding tahun sebelumnya, akan tetapi ramainya wisatawan yang berkunjung obyek wisata Snorkeling Gili Ketapang, terpantau masih ada peningkatan dibanding hari biasanya. Pada hari minggu pekan kemarin, kunjungan wisatawan terpantau mencapai 900 orang sehari. Jumlah itu menurut Nur sudah naik 50 persen, dari hari biasanya. Nur memprediksikan, untuk puncak libur perayaan tahun baru mendatang, pengunjung akan mencapai ribuan orang.
Imbuhnya, meski saat ini tengah memasuki libur tahun baru yang cukup panjang. Namun para pengelola wisata Snorkeling berjumlah 15 orang, tidak menaikkan tarif wisata Snorkeling. "Kalo tarif wisata Snorkeling tetap sama mas tidak ada kenaikan, Rp 90 ribu per orang. Itu sudah termasuk biaya penyeberangan laut pulang pergi, sewa peralatan Snorkeling, dan makan," pungkasnya. Nur berharap, masyarakat yang ingin berlibur atau berwisata ke pulau Gili Ketapang, agar tidak perlu resah dan takut, karena ombak di kawasan obyek wisata setempat tidak terlalu tinggi serta masih aman dikunjungi.
Read the full article











