Masihkah kau 'kan abai pada sinyal-sinyal cintaNya?
-- tanya diri pada diri
seen from Saudi Arabia

seen from China
seen from T1
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Bulgaria
seen from Angola
seen from China

seen from Malaysia
seen from Yemen
seen from Malaysia
seen from Brazil

seen from United States
seen from United States

seen from T1

seen from Israel

seen from Austria
seen from Yemen
seen from China
Masihkah kau 'kan abai pada sinyal-sinyal cintaNya?
-- tanya diri pada diri
Maap ya, Tumb..
Diriku kerap menyambangimu kala melow melanda saja. huhu,
-- gak lagi lagi deng 👉👈
Self Healing
Suatu ketika, saya menemukan satu istilah ini.
Pemulihan diri kah maksudnya itu? Tanya diri pada diri.
Ternyata ya, hampir mendekati..
Lebih tepatnya (dari sepengetahuan saya), yaituu upaya-upaya agar tiap pribadi bisa 'berdamai' dengan dirinya sendiri..
Merasa nyaman dengan keadaan dirinya sendiri.
Mampu mengolah emosinya sebagaimana rupa.
Pun segalaa persoalan di masa lalu yang barangkali pernah menyebabkan trauma dan lain sebagainya, segera 'diselesaikan'.
Selesai dengan dirinya sendiri..
Terlebih jika si empunya personal akan melangkah untuk menggenakan segenap diennya.
Menjadi seorang istri, juga insyaAllah seorang ibu.
Mengamanahi title baru..
Dengan segala hal-hal baru lainnya.
Menyepi dari kehingarbingaran~
-- ya. sementara sahaja.
Apa yang membahagiakan bagi diri
Adalah kala ia mampu menuang banyak-banyak kata; penuh diksi
Walau terkadang ambigu~
--- iya, ambigu seambigu-ambigunya (?)
Puasa IG dulu yhaa~
Iyhaa, IG ndiri.. IG bakulan mah teteup ON 😎
Ikatan
Baydewey, Tumb..
Lebih kurang lima bulan lalu, rumah yang kuhuni ini kedatangan satu rombongan keluarga.
Bukan hal yang membuat spot jantung memang, karena kehadirannya telah keluargaku tunggu, bahkan dari jauh-jauh hari.
Pun mamah sebagai nyonya rumah sudah riweuh menyiapkan ini itu sebagai jamuan, demi memberikan kesan pertama yang terbaik. Wajar bukan? Wong calon besan.. eh.. #uhukuhuk
Ya, begitulah..
Acara bergulir sampai dengan saatnya penandatanganan MOU (?), pemasangan cincin di jari manis kiriku, maksudnya tuu.. Fufufu
Haru,
Menjadi letupan rasa yang pertama kurasa.
Namun, diriku yang mayan pandai ini (pandai opo hayoooo) berhasil membingkainya dalam ekspresi senyum yang tak hilang dalam banyaaak jepretan. Hamdallah..
Untuk semua hal membahagiakan ini :)
Mestinya, hati yang rajin kau tata. Bukan hanya ornamen luarnya saja..
-- Ditemani isakan yang tak kumengerti muasalnya