Senyummu lebih manis dari martabak gerimis depan rumah,
lebih gurih dari gule masakan padang sebrang jalan sana,
dan tentunya lebih renyah dari senyum-senyum
orang yang aku singgahi sebelumnya.
Aku tidak mengerti alasan mereka-mereka membuatmu menangis,
meninggalkanmu dengan tega tanpa ada aba-aba.
Maka dari itu,
izinkan aku membahagiakanmu,
mari buktikan bahwa penyesalan setelah meninggalkan itu nyata ada.










