Teruntuk perempuan kesayanganku yang menjadi salah satu alasan tidak pernah berhentinya aku bersyukur.
Aku pacarmu dan jujur aku tidak tahu bagaimana menulis surat yang romantis itu seperti apa, aku inginnya minimal bisa bikin kamu tersenyum ketika membacanya, selebihnya aku percayakan pada Tuhan.
Sayang, dari awal kita saling kenal hingga saling sayang
kita sama-sama tahu, bahwa kita punya banyak kesamaan;
Dari suka genre musik yang sama, sama-sama suka kucing, sama suka baca novel, bahkan kita sama-sama suka hal yang orang lain anggap remeh tapi menurut kita itu penting
Perbedaannya hanya di "aku suka zodiak, sedang kamu tidak". Itu saja
Yang lebih penting dari itu, aku sering kali gelisah ahir-ahir ini, kamu yang tulus menyayangiku, mau dan mampu menerima kurang dan lebihnya aku, meski jika dipikir lebih banyak kurangnya sih, ehehe
Betapa beruntung aku.
Aku mengakui bahwa aku masih belum cukup untuk membalasnya dalam segala hal, termasuk hari ini, hari bahagia dan aku tidak di sana mendampingimu.
Maka dari itu, izinkan aku menemanimu lebih lama lagi agar aku bisa membalas sayang dan ketulusan yang sama besarnya.
Izinkan aku merayakan kelahiranmu tahun depan, tahun depannya lagi dan seterusnya.
sayang, menurutku hari kelahiranmu itu tidak harus dirayakan setiap tahun, karena bagiku perempuan seberharga kamu patut dirayakan di setiap harinya, seperti aku yang selalu merayakan kehadiranmu di hidupku, surat ini hanya bagian kecil dari perayaan itu. Semoga kamu suka.
Sayang selamat ulang tahun.
Aamiin untuk semua hal baik, semoga selalu di jaga–Nya utuh.
Dan satu lagi, maukah kamu meng—aminkan dan percaya bahwa hubungan ini akan sampai ke hari kita menua.
Sudah terlalu panjang aku menulis dan harus segera aku akhiri, padahal masih banyak lagi yang ingin aku sampaikan, terlebih masih kangen.
Sampai jumpa
Yang jauh dari dekapanmu
Aku
as













