Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.
Usai meyakini bahwa segala peran mendampingi anak-anak hanyalah berasal dari kekuatan Allah SWT semata, seharusnya
keyakinan yang benar mengantarkan pada ibadah yang benar (alias mengurusi anak-anak tidak rela jika hanya sekedarnya saja), dan tanda ibadah kita benar adalah reflektivitas sama Allah SWT semakin meninggi.
Misal, saat anak sakit yang diingat apa dulu? dokter dan obat-obatan dulu atau berdoa dulu nih?
Saat anak membuat kita bingung harus melakukan apa, yang kita pikirkan pakar parenting dulu atau Allah SWT ?
Saat kita membutuhkan pertolongan siapa yang terdetik di hati ini? Apakah atasan kita? pasangan kita? sang ahli dalam permasalahan kita?
seharusnya Allah Al-Waly...Allah Al-Hadi lah yang pertama terbenak dalam hati kita saat kondisi apapun....
dan jika kita benar-benar sudah menyandarkan usaha terbaik kita pada Allah SWT, apapun warna-warni bersama anak-anak sudah tidak terasa terlalu berat lagi. Kenapa?
Karena kita sadar bahwa Allah SWT sepenuhnya mengurus kita termasuk permaslaahan saat membersamai anak-anak.
Kebalikannya ,jika mengandalkan segala ilmu sendiri tentu kita akan kecewa jika hasil tidak sesuai usaha dan harapan kita.
Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in
sudahkah memberikan waktu terbaik untuk beribadah kepada-Nya?
Karena seharusnya seorang hamba tidak menunggu waktu luang untuk beribadah kepada-Nya. Namun, memberikan waktu paling berharganya untuk beribadah totalitas.
Menjadi ibu adalah salah satu ibadah mulia sebagaimana Dr.Khalid Ahmad Syantut berujar, "Peran ibu adalah peran paling agung yang dilakukan manusia setelah peran nabi dan da'i. Ibu secara alamiah adalah inti sebuah keluarga. Semua elemen dalam keluarga, termasuk ayah, mengelilingi inti ini. Dan unsur-unsur kehidupan dalam keluarga semuanya bertumpu pada ibu"
***
Allah...bantulah diri ini agar menjadi inti keluarga yang mampu membuat mereka bersungguh-sungguh dalam menggapai ridha-Mu










