Q: teh aku kayaknya kena gingivitis deh, tapi baru beberapa hari ini. Gingivitis akut gejalanya gimana ya teh? Apa bedanya sama yang kronis?
A: Gingivitis adalah peradangan pada gingiva yang tidak diserta dengan kerusakan tulang. Gingivitis biasanya disebabkan oleh aktivitas bakteri yang membentuk plak pada sisa makanan yang tidak dibersihkan dengan sempurna dan mengakibatkan radang. Gingivitis dapat berupa akut maupun kronis. Terdapat dua jenis penyakit yang digolongkan dalam gingivitis akut, yaitu:
1. Acute Necrotizing Ulcerative Gingivitis
Necrotizing Ulcerative Gingivitis adalah suatu infeksi gingiva yang akut atau subakut yang biasanya mengenai individu muda. Penyakit ini sering diasosiasikan dengan HIV tetapi ada juga yang tidak terkait HIV. Bila penyakit mengenai jaringan periodontal yang lebih dalam akan menyebabkan destruksi parah dan diberi nama necrotizing ulcerative periodontitis. Etiloginya dapat berupa fusobacterium nucleatum, Borrelia vincentii, dan lainnya spesies bakteri termasuk Prevotella intermedia dan treponema oral. Ciri-ciri penyakit ini yaitu Interdental papila yang membesar, merah terang dan tumpul dengan daerah nekrosis berbentuk kawah. Gejala meliputi nyeri, limfadenitis regional, nafas berbau busuk, demam, dan malaise.
2. Gingivostomatitis Herpetika Primer
Gingivostomatitis herpetika primer adalah bentuk radang pada gusi akibat infeksi virus herpes simpleks tipe 1 pada rongga mulut yang ditandai dengan gambaran seperti sariawan pada lidah, bibir, gusi, dan langit-langit. Gingivostomatitis herpetika primer umumnya terjadi pada anak kecil dan jarang pada orang dewasa. Onset gingivostomatitis herpetika primer terutama terjadi pada masa anak, biasanya pada usia 6 bulan sampai 5 tahun. Jika mengenai dewasa akan menyerang pada usia awal 20 tahun. Kebanyakan infeksi virus ini pada anak tidak menimbulkan gejala sehingga anak dan orang tua tidak menyadarinya. Beberapa penelitian menyatakan hanya 10-20% anak yang terinfeksi memiliki gejala dan tanda klinis yang cukup berat. Periode inkubasi hingga 2 minggu. Gejala yang muncul meliputi malaise dan kelelahan, sakit otot dan kadang sakit tenggorokan. Pada tahap awal kelenjar getah bening rahang bawah sering membesar dan sakit. Fase ini berlangsung 1-2 hari dan diikuti dengan timbulnya daerah kemerahan dalam mulut. Benjolan kecil berisi cairan muncul kemudian pecah dan menimbulkan sariawan pada semua bagian mukosa mulut. Dengan berkembangnya penyakit gejala akan menjadi semakin berat dengan demam, limfadenopati dan sakit kepala. Pemeriksaan darah lengkap menunjukkan leukositosis atau neutropenia yang berhubungan dengan infeksi virus. Faktor predisposisi ialah sistem imun yang buruk, seringkali menyertai kondisi infeksi akut seperti pneumonia, meningitis, influenza, tifus, infeksi mononukleusis dan kondisi stress. Cara penularan melalui dropplet infection dan kontak langsung.
Ohiya kalau kamu nggak ngalamin gejala-gejala yang disebutin diatas, bisa jadi kamu kena gingivitis kronis akibat penumpukan karang gigi, tapi baru kerasa akhir-akhir ini. Supaya lebih pasti segera periksa ke dokter gigi spesialis periodontik ya. Semoga terjawab :)