Nggayuh Pangaweruh Sang Leluhur Pambedah Sastra Tembungin Piwarah

seen from Netherlands
seen from Panama
seen from Germany
seen from Serbia

seen from United States

seen from Mexico
seen from United States
seen from Russia

seen from Singapore
seen from United States

seen from Singapore

seen from Germany

seen from Greece
seen from Türkiye

seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from Kazakhstan
seen from Kuwait
seen from United States

seen from Poland
Nggayuh Pangaweruh Sang Leluhur Pambedah Sastra Tembungin Piwarah
Perjalanan Karir Raden Chulaeng di Dunia Sandiwara Pantura
Raden Chulaeng dengan nama asli JUMADI memulai karirnya di dunia seni peran sandiwara (tonil) dimulai pada kisaran tahun 1984. Masa kecil Raden dihabiskan di betawi (Jakarta) sehingga terinspirasi dari kreatifitas sanggar lenong. Setelah pulang kampung, raden sangat tertarik dengan seni peran (melihat lenong betawi) kemudian bergabung dengan sandiwara di Indramayu. Pertama kali gabung di Sandiwara Putra Remaja Pimpinan H. Murjana Waleng (Alm) dari Desa Sleman Jatibarang Indramayu, dibayar senilai Rp. 50,- (lima puluh perak). Kemudian berpindah ke Sandiwara Primadona, lalu direkrut oleh Sandiwara Aneka Tunggal sekitar Tahun 1988 (selama 3 Tahun). Kemudian berpindah lagi ke Sandiwara Rama Suci Pimpinan Bapak Doblag (Alm) di Wilayah Bedulan Suranenggala Cirebon. Setelah itu, berpindah lagi ke Sandiwara Gema Saputra dan Sandiwara Budi Suci Pimpinan Bpk Kuwu PM Nasmin dari Kapetakan Cirebon. Tak berlangsung lama kemudian diajak lagi oleh Sandiwara Merah Delima, Sandiwara Karya Budaya dari Bojong Klangenan Cirebon, berselang kemudian direkrut Sandiwara Panji Wulung tapi tak bertahan lama karena bangkrut, kemudian direkrut lagi oleh Sandiwara Rajawali Pimpinan Bapak Maskana dari Larangan Indramayu lalu pindah ke Sandiwara Erlangga dari Bongas Indramayu. Pada Tahun 1998 mulai karir baru bergabung dengan Sandiwara Chandra Sari dari Kedung Legok Indramayu. Tak berselang lama diajak ke Sandiwara Dwi Warna selama lebih kurang dari 4 tahun, akhirnya kembali lagi ke Sandiwara Chandra Sari sampai dengan sekarang.