Pandemi
Dimasa-masa pandemi ini, kita semua pasti punya kesulitan masing-masing. Tapi, sadar ga sih, belakangan ini kayanya kita jadi ngerasa "harus hati-hati (curhat) ke orang lain?"
Segala topik bisa jadi terasa sensitif di masa sekarang.. saat kita memilih kata, memilih topik, atau memilih lawan bicara kita rawan banget nyakitin hati orang.
Mau bilang bosan di rumah pengen liburan, dibilang harusnya bersyukur di luar sana banyak yang kesulitan ekonomi.
Bilang sedih karena gaji dipotong perusahaan, dibilang harus bersyukur masih punya pekerjaan, masih untung nggak kena PHK.
Memang, masa sekarang lagi sulit- sulitnya.. tapi disini aku cuman bisa bilang: "Apapun yang kamu rasakan itu valid gais". Walaupun ada orang lain yang punya keadaan lebih buruk dari kamu.
Hanya karena di luar sana banyak yang lebih buruk keadaannya daripada kita, bukan berati kita "nggak boleh atau nggak sepantasnya" sedih karena itu.
Kesedihan kita juga nggak bisa dibanding-bandingkan sama siapa aja yang lebih parah, karena lagi-lagi "hal terpenting bagi satu orang dengan orang lainnya bisa berbeda"
"Dan kita nggak bisa bilang pada seseorang untuk ngga merasakan apa yang mereka rasakan".
Memang sedih kalau kita nggak bisa bebas cerita ke siapa aja tentang masalah kita. It's okay, memang sekarang kita semua perlu saling "menjaga perasaan"
















