Sikap Rendah Hati Menjauhkan Kebiasaan Unjuk Diri
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Wr. Wb.
ALQURAN mengingatkan pentingnya sikap rendah hati dalam berinteraksi antarsesama manusia atau dalam hidup bermasyarakat.
Rendah hati adalah sikap yang mengedepankan kelembutan, toleransi dan kesetaraan.
Dalam waktu yang sama sikap rendah hati itu menjauhkan kebiasaan unjuk diri atau menyombongkan diri di hadapan orang lain.
Dalam Kitab Suci (QS Al-Furqan/25: 63) disebutkan bahwa di antara tanda-tanda hamba Allah Yang Maha Kasih adalah mereka yang berjalan di muka bumi dengan rendah hati (haunan).
Masih ada sifat-sifat lain yang disebutkan sebagai hamba yang dikasihi.
Dalam rangkaian ayat-ayat tersebut, sikap rendah hati ditempatkan pada urutan pertama di antara sifat-sifat yang lain.
Ayat tersebut dapat dimaknai secara bertingkat, mulai dari pemaknaan secara literal hingga kontekstual.
Secara literal, berjalan dengan rendah hati adalah berjalan kaki secara sopan dan santun.
Antara lain ditunjukkan dengan kemauan untuk bertegur sapa terhadap orang-orang yang dikenalnya.
Sementara dalam konteks saat ini orang berjalan tidak saja berjalan kaki, tetapi lebih dari itu berjalan di jalan raya menggunakan kendaraan.
Maka kerendahan hati pengendara ditunjukkan dengan cara mengikuti tata aturan dan rambu-rambu lalu lintas.
Tidak ada yang melanggar peraturan lalu lintas kecuali orang-orang angkuh dan ingin menang sendiri sehingga berkendara secara ceroboh dan mengabaikan pengguna jalan lain.
Keangkuhan dalam perjalanan jelas mengakibatkan kerusakan atau kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan sering kali terjadi karena kecerobohan dalam berkendara.
Sudah barang tentu sikap rendah hati pada ayat tersebut dapat dipahami dalam pengertian dan konteks lebih luas, yakni keseluruhan aktivitas dan interaksi dalam kehidupan.
Pada dasarnya rendah hati merupakan sikap sangat penting bagi setiap orang.
Sifat ini menjadi parameter tingkat kematangan dan kedewasaan seseorang.
Rasanya seseorang akan sulit memperoleh ketenangan hidup sebelum menguasai diri dan punya sifat rendah hati.
Kecenderungan orang pada umumnya ingin menunjukkan capaian-capaian dirinya di hadapan orang lain.
Baik capaian kelebihan atas kepemilikan materi, bakat atau kemampuan, kekuasaan dan keimanan.
Perasaan memiliki kelebihan itulah yang berpotensi mendorong berlaku takabur dan merendahkan pihak lain. Sikap sombong dapat menjadi tiranik apabila memiliki kekuasaan.
Manusia yang rendah hati akan berusaha memperbaiki diri karena merasa masih banyak kekurangan. Masih merasa banyak kelemahan dalam memberikan peran kepada lingkungan ataupun pekerjaan.
Sikap demikian akan mendorong berusaha secara sungguh-sungguh untuk menyempurnakan.
Tidak melulu menonjolkan keberhasilan secara berlebihan. Keberhasilan diperlihatkan hanya untuk memberikan semangat agar berusaha lebih keras lagi.
- Deden Darmawan (General Affair Staff Proxsis Group)
26 Ramadhan 1442H // 08 Mei 2021











