Page 22/366
Ibu Kota yang belum pensiun dari perannya, masih berisik hari ini, masih bising oleh deru mesin di jalanan yang entah mengapa seakan diterkam waktu. Buru-buru, tak rindu jeda.
Masih sesak oleh para pemimpi yang mungkin mulai melupakan mimpinya atau sengaja mencampakkannya demi memeluk realita.
Pagi tadi Ibu Kota didatangi air dari langit. Ia tidak menggigil, justru khawatir, kalau-kalau ia dikutuk karena dianggap terlalu lemah untuk mengalirkan air ke laut. Padahal Ibu Kota juga tak suka tergenang apalagi tenggelam.
Lalu, sore ini ia bernegosiasi dengan langit, air bolehkah jangan menguap dulu. Tenang dulu di bawah sana. Ibu Kota ingin menjadi cantik sore ini. Mungkin bisa menghibur sedikit para pemimpi yang kehilangan mimpinya atau mungkin terpaksa mencampakkannya.













