Hari ini cerah dan bikin gerah. Lalu sel “ide random” terbangun (sebenarnya tidak ada hubungan cuaca dengan kemunculan beliau). Sudah mandi, sudah tidur siang sebentar, sudah menyelesaikan 2 episode drakor, bahkan sudah pergi ke kantor hanya untuk “menyelesaikan lebih awal” keperluan untuk pekerjaan hari senin (cih, sok rajin), aplikasi berlogo mirip not 1/2 ketuk pun sudah memberi peringatan lewat iklan layanan masyarakatnya (?) untuk tidak boleh bermain dengan dawai terlalu lama yang muncul di beranda saat melihat video idola dambaan. Mungkin hal-hal tersebut yang membuat ide random menggerakkan diri ini berganti pakaian, memasang sepatu kets putih yang pelan-pelan berganti warna ke arah kuning kecoklatan, memanaskan sepeda motor, lalu melaju ke pantai yang untungnya cuma berjarak 1,7 km, berharap bisa melihat matahari terbenam nan anggun.
Bermodal insting memilih tempat strategis untuk melihat view sunset yang epik, sekaligus menghindari spot para pasangan sejoli (yes, diri ini ingat kalau sekarang malam minggu), maka terpilihlah suatu tempat, tidak sepi, tidak terlalu ramai, nuansa nya lebih family friendly untuk kaum “pasangan belum tampak hilal”. Sebuah keberuntungan karena langit sorenya bersih cerah dan matahari orennya jelas sekali.
Dan sungguh, aku berterima kasih karena diberi kebiasaan melakukan hal acak yang membuatku bertemu hal-hal tak terduga. Selain dapat view sunset yang super cantik, juga dipertemukan dengan teman baru karena ketidaksengajaan memotret mereka.
Jadi, ditengah-tengah mengabadikan langit senja cantik, tidak sengaja terpotret dua orang sahabat yang sedang bermain di pinggir pantai. Aku berniat mendekati mereka untuk membagikan hasil potretku, tapi ternyata mereka yang menghampiriku terlebih dahulu untuk meminta tolong dipotretkan dengan handphone mereka. Setelah terima kasih kerena dibantu memotretkan, aku langsung tunjukkan hasil foto yang aku ambil dan izin membagikannya, dan mereka merasa senang melihat hasilnya. Sungguh kesenangan mereka berdua menular. Terima kasih kembali, Aulia dan Iza (bukan nama sebenarnya karena jujur udah lupa namanya siapa haha).
Setelah matahari terbenam dan pertemuan dua sahabat, ternyata langit unjuk diri dengan rona senjanya yang cantiknya bikin nangis, sungguh. Memang benar ya, sesuatu yang membawa kebahagiaan berlimpah membuat hati dan mata jadi hangat.
Terima kasih untuk kerandoman hari ini :)
*bagus; elok; cantik (kbbi)