"Ya Allah ya Rasulullah
Kang sipat murah lan asih
Mugi-mugi aparinga
Pitulung ingkang martani
Ing alam awal akhir
Dumununging gesang ulun
Mangkya sampun awredha
Ing wekasan kadi pundi
Mula mugi wontena pitulung Tuwan
Sageda sabar santosa
Mati sajroning ngaurip
Kalis ing reh aruraha
Murka angkara sumingkir
Tarlen meleng malat sih
Sanityaseng tyas mematuh
Badharing sapudhendha
Antuk mayar sawetawis
BoRONG angGA saWARga meSI marTAya"
Ya Allah ya Rasulullah,
yang bersifat murah dan asih,
mudah-mudahan memberi
pertolongan kepada hambamu
disaat-saat menjelang akhir ini.
Sekarang kami telah tua,
akhirnya nanti bagaimana.
Hanya Tuhanlah yang mampu menolong kami.
Mudah-mudahan kami dapat sabar dan sentosa,
seolah-olah dapat mati didalam hidup.
Lepas dari kerepotan serta jauh dari keangkaramurkaan.
Biarkanlah kami hanya memohon karunia pada MU
agar mendapat ampunan sekedarnya.
Kemudian kami serahkan jiwa dan raga dan kami.
(Raden Mas Ngabei Ronggowarsito)
Beliau, RM Ng Ronggowarsito, adalah salah satu pujangga Jawa era Mataram Islam yang saya kagumi. Pertama tertarik ketika saya membaca buku besutan Andjar Any (seniman keroncong Jawa) waktu saya masih kelas 5 SD. Ada dua buku tentang beliau yang saya baca waktu itu. Pujangga keraton yang satu ini termasuk tokoh misterius dan kontroversial dalam sejarah tanah Jawa. Karya-karyanya merupakan hasil perenungan yang dalam, juga dipengaruhi oleh ajaran Islam dan tasawuf plus Kejawen. Perlu disaring memang. Tapi, sekali lagi, coba lihat, hampir di setiap karyanya ada semacam tanda yang unik. Ada sisipan di setiap kata yang jika digabungkan bisa menjadi namanya, RONGGOWARSITO atau RONGGAWARSITA. Masih banyak keunikan lain dari karya beliau. Penasaran? Googling aja :)
*sumber naskah Serat Jaka Lodang : http://kasatrianpringgondani.wordpress.com/budaya-jawa/serat-joko-lodang-lan-sak-pethik-ramalane-joyoboyo/