di semesta ini aku di rumah sakit mitra keluarga, di semesta sebelah aku ada di uks kemah darah dewa.
24 Mei 2024
sudah lama sejak terakhir kali aku ke rumah sakit.
tempat ini bau harapan; kehidupan & kematian di saat yang bersamaan.
aku datang ke sini tidak untuk menjenguk ataupun menyaksikan detik terakhir seseorang sebelum dijemput, aku ke sini untuk membuka mulut.
tapi tanpa aba-aba — secara tiba-tiba, aku takut mati (mungkin karena fakta bahwa gigi berlubang itu bisa mempengaruhi syaraf dan menyebabkan seseorang untuk berpulang). atau mungkin karena pesanmu yang sempat aku beri bintang.
“aku bangga banget waktu kamu bilang kamu gak mau bunuh diri,”
“aku marah bukan berarti aku mau kamu mati.”
dan aku mengingat itu selama aku masih ada di dunia ini.
aku selalu ingin mati, tapi setelah kamu berkata bahwa kamu bangga, aku takut membuat kamu kecewa. mati muda berdua bersamamu selalu jadi fantasiku yang paling liar, tapi setelah kamu berkata begitu, aku rasa hidup lama bersamamu akan lebih sangar.
di semesta ini, aku manusia biasa dengan gigi yang berantakan parah & tidak berdarah dewa. di semesta ini, rumahku tidak di bawah tanah, tapi lagi-lagi aku dibuat takut mati oleh orang yang kuanggap penerus tahta raja dari segala dewa di semesta yang berbeda.
kalau aku mati di semesta ini, perlu berapa lama sampai aku hidup kembali?
di semesta lain, menurutmu aku akan dibukakan pintu yang mana oleh hades apabila aku berpulang ke bawah tanah sebagai arwah? elysium terdengar seperti penghargaan & tidak layak dihuni gelandangan. asphodel terdengar mengerikan karena isinya orang orang yang menyesal sudah menyia-nyiakan kehidupan. lapangan penghukuman terlalu brutal untuk kekal. tartarus terlalu dalam & aku kurang yakin hades setuju untuk anaknya dijadikan satu bersama para titan yang dikandang. island of the blessed susah digapai, bagaimana kalau di kehidupan berikutnya aku tidak selayak hidupku yang sebelum ini? mana harus tiga kali.
tapi kalau memang aku dijerumuskan ke bawah tartarus yang paling dalam sebagai balasan atas semua dosaku di kehidupan ini, aku akan membuat kronos tunduk padaku & membuatnya memperlambat laju waktu, membuatmu hidup lebih lama dari seharusnya agar kamu tidak perlu mampir ke sini. kalau bisa, aku akan memintanya untuk mengulang masa & membawaku ke pertemuan pertama kita, agar aku tidak menyia-nyiakan kebersamaan sebelum ajal mengantarku pulang ke rumah. akan kuulang momen-momen itu tanpa bisa membuat keputusan baru. selama aku masih bisa menikmati kebersamaan bersama kamu.
di semesta ini rumahku di gedangan & kamu di jambangan. di semesta sebelah, rumahku di neraka sedangkan surga selalu menyambutmu dengan bahagia. kamu menceritakan aku ribuan cerita soal olympus dan keindahan tata bangunannya; soal daratannya yang berupa awan & bagaimana kamu cinta terbang.
kamu memang anak zeus paling tulen yang pernah kutemukan.
dan kamu adalah duplikat terdekat dari surga yang bisa aku raih sepenuhnya. aku bisa merasakan panah eros menusuk dadaku di saat ini juga, saat nyx dan phanes tengah berebut masa; aku jatuh cinta padamu tanpa prediksi bencana, dengan buta, di tengah malam yang gelap gulita, di rekah fajar yang menandakan dewi malam telah mengalah, sebelum apollo membangunkan sang surya.
kamu harus tau kalau penambalan gigi tidak senyeri pemandangan kamu berduaan dan senang bersama perempuan lain. kematian tidak semengerikan membayangkan kamu bahagia dengan orang yang lebih sehat hidupnya. kita dua sisi dari rumah sakit ini, sayang. kamu kehidupan itu sendiri dan aku jalan berpasangan dengan mati, mau di semesta ini atau di semesta dimana kita anak haram dari dua dewa yang membuat sumpah untuk tidak beranak lagi.
menurutmu di semesta lain kita akan jadi bunga atau menjadi anak zeus & hades beneran? langit dan bawah tanah. apa kamu akan mengkhianati kita semua karena muak dimanfaatkan & beralih ke sisi lawan bersama para titan?
apa figur dewa yang jadi orang tua kita dari dunia yang sama? kalau aku di sisi yunani & kamu nordik apakah kita akan masih saling memiliki atau malah saling menghardik? aku menghentikan para titan sebelum mereka mengakhiri dunia & kamu memenjara loki agar kiamat tidak ada dua. kemudian kita bertukar cerita mengenai petualangan entah keberapa kita untuk memperlambat akhir dari alam semesta tanpa takut para jotuns akan muncul tiba-tiba dan meratakan dunia.
di semesta ini, aku pulang dengan gigi yang barusan ditambal & kamu masih belum mau membalas pesan. di semesta lain, pedangmu berada di leherku beberapa detik sebelum aku mengakui kekalahan.
di semesta ini kamu berani minta maaf dan kita membicarakannya baik-baik kemudian kita keluar mencari makan. di semesta lain, kamu berani menolak keabadian karena ingin tumbuh tua berdua. padahal aku sudah menyuruhmu bersumpah atas nama sungai styx untuk tidak menolak keabadian apabila ditawarkan sebagai penghargaan.
di kedua semesta, aku mencintaimu sama saja. mau dalam versi kamu sebagai manusia biasa atau sebagai anak emas raja semesta; aku mencintaimu di semua dunia.
aku di parkiran tunjungan mau pulang saat aku menulis ini.
di balkon lantai ini ada dua lelaki merokok sambil menikmati matahari sebelum benda langit berganti. anehnya, aku menganggap itu kita. kamu bukan perokok & aku pun sudah berhenti, tapi aku tidak apa-apa kalau kita hanya mampu nongkrong di parkiran & tidak masuk mall kalau bayarannya kisah yang tidak pernah kamu ceritakan ke siapa-siapa. duduk seperti gelandangan di pinggiran jalan tunjungan tidak apa-apa asalkan kita masih bisa bertukar cerita. asalkan kita masih bertukar sapa.
i met aphrodite in an alley next to school as i jumped to pick a flower — exactly how i did it 2 years ago in the same place & tree, but you werent there for me to put the flower on your ear this time.
she was right in front of me as i look up, seconds after my feet touched the ground. she looked amused and i thought she wanted to buy the street food there.
she greeted me as if i was the most interesting person to ever exist, and it weirded me out by the fact that she’s starting to look like you.
i saw the face of the goddess of love & she resembles you.
thats weird, i thought.
she said some things about us. how our love story would be one that hasnt surfaced for centuries. a love so tragic it’ll defeat every other myths there is. i started listing few tragic greek couples that i could remember; apollo & hyacinthus, orpheus & eurydice, achilles & patroclus, which one will we end up being?
she laughed, waving her hand irritably. “you’ll be nothing like them, dear,”
then i thought maybe it was something more from our world; romeo & juliet, mahmoud darwish & tamad ben-ami, marianne & connell, silena & clarisse, emma stone & andrew garfield, i coudnt name more when aphrodite started shaking her head.
“your story with the guy youre with right now,” she said, “it’ll be better; a love more tragic than all of those stories from your silly little book, more interesting than the ones from my world,”
what was more tragic than failing to save your lover from the underworld? more tragic than seeing your lover die in front of you in battle? falling in love with a traitor? never got to be together? dying in different timelines?
“i’ll leave the details to you,” she waved good bye, “just know, that in every life youre going to be born in, you will always recognize him & will always fail to save him from whatever fate he’s facing,”
i will never have a happy ending with you.
but i’ll always see you in every single life im going to be in. so i thought, thats okay. thats enough. as long as i get to see you. i would always recognize you — you’ll probably still wear that green checkered jacket in every single one of them.
i would meet you in every life time & i will always recognize who you are. even though you wont recognize me. i would always be close to you but never be enough to save you. i would hold you in my arms one night but i wont ever be the person you settle down with.
but that’s okay. as long as youre still in my life. i can lose everything but god i cant lose you.
Di belakang mas-mas seblak yang masih memasak orderan dua mbak-mbak sebelum kita, kamu menoleh ke arah kananku, bukan ke aku. Aku menoleh untuk mengetahui ada apa di sana, tidak ada apa-apa. Aku menoleh ke arahmu, kamu menusuk pipi kiriku dan tersenyum. And when you did that the second time – this time you actually pointed to something next to me with your chin – but when I turned around, nothing was there again. And you poked my cheek for the second time.
I felt like Orpheus. Youre Eurydice. In this universe I didnt go to hell to bring you back to life, we were sitting di gerobak seblak nunggu abangnya menoleh ke kita & bertanya kita mau beli apa. But its still a tragedy all the same; still doomed to fail, even if were just two high schoolers mencari makan di sekitar sekolahan.
“If I was Orpheus I would simply not turn around.” I would. I did. I knew I was being tricked, even, I did It because I trusted you, I wanted to see what you pointed at, what you were seeing; I wanted you to poke my cheek again. In a way, I was Orpheus & youre Eurydice, because I love you the same way he did to his wife. To love someone is to turn around. To love someone is to look at them. Whichever version of their myth it was – because he hears her stumble, he cant hear her at all, he thinks he’s being tricked – out of all of those logical reasons, he still turns around, due to no bigger reason other than because he loves her. I love you all the same, Cel. In this reality, I turned around, saw nothing, then back at you. You poked me, you laughed because you tricked me twice. Like how Orpheus lost his wife twice too.
Orpheus and Eurydice is a tragedy. And in this reality, we’re doomed to fail just like them, we’re all the same. Because Im Orpheus and youre Eurydice, I would always turn around to look at you. Mau itu nunggu seblak atau aku turun ke neraka untuk mengeluarkan jiwamu dari sana. If I loved you less we could’ve been saved.
pagi ini aku membayangkan kita jadi pemuda urakan yang memutuskan untuk melarikan diri dari rumah; aku yang sudah tidak betah & kamu tidak mau menikah dengan perempuan yang salah.
apa yang lebih romantis dari melarikan diri bersama kekasihmu sendiri? itu yang dilakukan romeo & juliet, ya walaupun pada akhirnya mereka berdua mati bunuh diri. lagian, apalah kisah cinta legendaris jika tidak berupa tragedi? mungkin kita realisasi dari romeo & juliet yang ditulis william shakespeare di kehidupan ini. mungkin kamu gambaran patroclus di dunia nyata & aku achilles yang mengguncang satu dunia dengan teriakannya ketika melihat kekasihnya berlumuran darah dalam baju bajanya. mungkin kamu eurydice & aku orpheus yang akan selalu menoleh & gagal mengembalikanmu ke bumi; mungkin itu peranku, cel, membawamu ke kegagalan.
aku tidak begitu paham sebenernya, masa depanmu cerah, cel. aku saja heran kenapa kamu merelakan hidup bahagia nyerempet sempurna itu dengan nekat lari bersamaku tanpa tau kemana tujuan kita. kau brilian, tampan & HRD akan senang kalau kamu melamar kerja di korporat mereka dan tunduk di bawah kapitalisme bersama puluhan lainnya.
mimpi kita berbanding belakang, cel. tapi, untuk sekarang aku akan membiarkan diriku jadi manusia paling egois di dunia selama aku masih diberi kesempatan untuk memandang rambutmu yang ditiup angin dengan sempurna (aeolus & helios senang padamu sepertinya).
aku diteror ibumu yang ingin anaknya kembali, tapi itu bukan yang kamu mau, kan? ia menyumpahiku berkali-kali, mengatakan aku telah membuat anaknya jadi durhaka, ia bersumpah kita berdua tidak akan direstui perjalanannya oleh dunia & kita akan masuk neraka.
sepertinya ibumu belum tau kalau cita-citaku adalah mati berdua bersama anaknya. lagian, apa yang surga punya yang tidak bisa aku temukan di atas motormu sepanjang sore berdua?