Petang datang tanda pulang berkumandang, hiruk pikuk kepenatan seakan telah berkumpul untuk bersiap dilepaskan. bising suara motor saling bersahutan namun tak untuk bertegur sapa. "Aku ? Juga sama (membisu), keramaian itu seakan angkuh.
Senja yg menyusul datang nampak cantik di penghujung mata, panggilan2 untuk beribadah sahut menyahut. tanda tuhan sedang menunggu pelukanmu. Waktu mengadu dengan segala peluh , aah aku Rindu. "rintihku". andai hati selalu seperti itu ketika tuhanmu sedang menunggu untuk kau datang kepadanya.
Senja cantik itu nampak pelan-pelan hilang tersapuh oleh gelapnya malam, namun keramaian itu tetap saja ramai walau terasa sepi. hanya suara-suara cekikikan yang muncul beberapa kali dibelakang. aku berfikir “andai ketika terdengar suara seruhan itu hati kita selalu bergetar rindu, apa masih ada orang-orang munafik dan zhalim ?”.
Masih di keramaian itu , disepanjang jalan sepertinya banyak surau-surau nan cantik. namun sayang terlihat sepi, hanya sesekali orang menengok namun tak mau berhenti. dari luar terlihat hanya 3 shaf saja walau sebenarnya surau itu dapat menampung hingga belasan shaf.
Harus direnungkan mengapa bumi semakin sering menunjukkan bahwa dirinya telah tua termakan usia. bencana seakan menjadi teguran. apa mungkin karena kefakiran hati penghuninya yang tak pernah absen dari kegiatan sehari-hari ? entahlah, yang jelas ini renungan !
Masih dalam keramaian itu, apa ini yang namanya kehidupan ? hilir mudik manusia-manusia mencari penghidupan. berangkat petang pulangpun petang. apa mereka faham apa makna kehidupan yang sebenarnya itu ? hingga terlihat semua menjadi angkuh.
Memang tuhan menyuruh kita ikhtiar untuk mencari rizky, tuhan juga tak suka dengan manusia yang hanya berdiam diri mengharap belas kasih. namun jangan kau terhipnotis dengan keadaan yang seperti itu kawan ! ingat kita akan kembali kepada yang menciptakan kita.
Selamat mencari rizky hingga ke plosok negri, namun jangan kau nodahi cinta gusti kepada kita umat yang sebenarnya tak punya hati. sibuklah mencari apa yang diberi namun jangan sampai lupa janji untuk di tepati. walau godaan panasnya duniawi yang terus menguliti iman dalam hati. jangan sampai mati hanya membawa barang bukti dosa yang terus menggerogoti. yang jelas ini tentang 5 waktu jangan sampai kau ingkari.
Selamat berbenah wahai saudaraku, jangan malas bekerja namun tetap beribadah. !