Review - Podcast "Lebih Optimis Hadapi Resesi"
Dapatkan inspirasi & skill baru dari podcast Lebih Optimis Hadapi Resesi bersama Josua Pardede
Mendengarkan Podcast tahun 2022 di tahun 2023 dengan tema "Perkiraan Resesi" memiliki keunikannya sendiri, saya seperti seorang penjelajah waktu yang seakan bisa melihat masa depan, Podcast yang berjudul "Lebih Optimis Hadapi Resesi" yang dibawakan oleh Josua Pardede Chief Economist Permata Bank pada platform Inspigo, memberikan prediksi-prediksi akan kondisi perekonomian di tahun 2023 ini. Sebagai "Penjelajah waktu" saya bisa melihat bahwa prediksinya kurang lebih tepat, karena yang ditakuti orang-orang bahwa Indonesia akan terdampak dari Resesi global, terbukti (kalau boleh bilang) tidak terpengaruh, karena konsumsi didalam negeri kita sangat kuat, hanya mungkin di penghujung 2023 ini mulai terasa ada gejolak karena banyak hal, termasuk musim kemarau dan juga kenaikan harga BBM. Tapi dari keseluruhan, saya merasa pembahasan mengenai "Resesi" ini tetap relevan dibawa ke masa apapun, kita tidak perlu sampai terlalu takut sehingga tidak berani "ngapa-ngapain", sikap waspada tetap penting, termasuk dengan mengendalikan diri kita terhadap godaan keserakahan ataupun godaan untuk menjadi konsumtif.
Dalam Podcast tersebut, salah satu bagiannya menceritakan sejarah mengenai krisis yang terjadi di dunia atau mungkin di Indonesia, seperti krisis 1998, dimana nilai rupiah dan mata uang lainnya terjun bebas sehingga menggugurkan perusahaan yang banyak memiliki hutang dalam mata uang Dollar akibat regulasi keuangan global yang pada waktu itu belum begitu rapih dibandingkan dengan saat ini, atau 2008 saat ada "Subprime Mortgage Crisis" dimana krisis ini terjadi akibat KPR yang diberikan kepada individu (istilahnya NINJA - No Income No Job and No Assets) tanpa ada palang yang tegas, sehingga berujung ambruknya institusi keuangan besar, ataupun pada 2020 saat pandemi Covid19 berlangsung dan meluluh lantakkan perekonomian akibat semua aktifitas ekonomi terpaksa dihentikan sementara waktu. Semuanya terjadi diluar kehendak manusia, kita tidak pernah tahu kapan krisis akan terjadi lagi, sehingga sikap kita sebagai individu lah yang bisa menyelamatkan kita dari krisis yang mungkin terjadi dihadapan kita.
Salah satu hal yang di highlight dan menurut saya tetap relevan sampai saat ini, yaitu waktu pandemi sedang berlangsung, banyak masyarakat awan yang kehilangan pekerjaan, oleh sebabnya mencari alternatif pendapatan, saat itu banyak pihak yang memanfaatkan kondisi untuk menarik individu-individu tersebut, dengan investasi dan iming-iming keuntungan yang "wah", masih segar diingatan tentang bagaimana Crypto atau NFT begitu booming, banyak orang FOMO atau takut ketinggalan, sehingga ikut-ikutan "berinvestasi" atau mungkin "berjudi" tanpa pengetahuan yang cukup, sehingga selain mengalami kerugian, tabungan yang seharusnya bisa digunakan untuk bertahan hidup ikut tergerus oleh investasi tersebut. Kalau kita melihat dari sudut pandang tahun 2023, NFT yang sempat booming pun saat ini seperti tidak terdengar lagi, dan terakhir saya lihat banyak yang kesulitan melepas "aset" NFT yang dimilikinya, kondisi ini mengajarkan kita bahwa Investasi tidak boleh disertai oleh keserakahan, tetap perlu akal sehat dalam membuat keputusan investasi. Selain itu tidak pernah ada yang usang dari perkataan "Berhemat" atau "Menabung", saat kondisi mulai normal seperti saat ini di 2023, rasanya kita ingin membalas dendam terhadap kungkungan yang kita alami selama kurang lebih 3 tahun, maka belakangan ini kita mendengar istilah "Revenge Travel" atau liburan balas dendam, tanpa memperhatikan kondisi keuangan kita masing-masing, banyak yang akhirnya terlilit oleh hutang Pinjol dan lainnya. Disinilah fungsi mengendalikan diri menjadi penting dan harus disertai oleh kebiasaan melakukan self-check untuk kondisi keuangan, dalam pandemi 2020 yang kita alami, mungkin kita pernah mendengar "Cash is King", baik itu individu atau perusahaan yang memiliki uang kas lah yang bisa bertahan, pedoman ini bisa dipakai dalam keseharian kita untuk berhati-hati dengan hutang atau pinjaman atau pengeluaran dan selalu memiliki dana darurat untuk menghadapi berbagai kemungkinan krisis yang bisa terjadi didepan.
Banyak hal lain yang bisa kita dapatkan dari podcast tersebut meskipun podcast ini sebetulnya untuk memberikan penguatan kepada pendengar di tahun 2022, tapi di tahun 2023 ini kita sebetulnya masih sama menghadapi ketidakpastian untuk kondisi di tahun 2024 yang katanya tahun politik, situasi global pun juga belum membaik, perang masih terjadi, perang dagang masih ada, ditambah faktor musim kemarau dan lain sebagainya, tahun berubah namun ilmu untuk menghadapi krisis, menurut saya pribadi, akan terus relevan kapanpun itu. Selamat mendengarkan!















