Review Buku - The Art of Spending Money
Sebelumnya saya sempat mengulas buku dari penulis yang sama, yaitu Morgan Housel, yang berjudul The Psychology of Money yang menjadi Best Seller, melalui buku nya yang satu ini "The Art of Spending Money", si penulis ingin mengulang dan mempertebal pemahaman bahwa menggunakan uang itu sebuah seni dan tidak semata soal Spreadsheet melainkan ada peranan psikologi dibaliknya. Ada yang bilang kebahagiaan itu bukan dari uang, namun biasanya yang bilang hal tersebut bukan orang yang punya uang, karena kenyataannya, dengan uang, kita bisa membeli sesuatu yang bisa membuat kita bahagia, itulah kenapa judul buku yang digunakan adalah seni menggunakan uang.
Karena menggunakan uang terkait dengan psikologi manusia, kita jadi belajar memahami mengapa seseorang rela menghabiskan banyak uang, untuk suatu barang yang menurut kita gak banget, hanya karena tersemat suatu logo atau brand di atas nya, karena orang seringkali ingin menunjukkan status sosialnya dari kepemilikan akan suatu barang, tujuannya adalah agar dia bisa masuk ke circle "orang sukses" dan menjaga jarak dari orang-orang yang tidak sukses. agar ia bisa merasa lebih baik. Ataupun mengapa orang begitu terobsesi untuk mencari uang sebanyak-banyaknya, mungkin Ia ingin mencapai titik dimana dia bisa "Independen", dia bisa tidak bekerja dibawah kepemimpinan orang yang Ia benci, atau bertemu orang yang tidak ia sukai dan memiliki kebebasan waktu yang bisa digunakan untuk hal yang disukai. Dua contoh diatas mempertebal pemahaman bahwa uang dan seni untuk menggunakannya sangat erat kaitannya dengan psikologi.
Semua kebiasaan orang yang "aneh" untuk kita, mungkin dilandasi dari kisah yang tidak kita ketahui, mungkin dimasa lalu, seseorang mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang lain, sehingga "dendam" atau luka tersebut yang membuatnya ingin menunjukkan bahwa diri nya sudah sukses dan sudah lebih baik dari orang yang dahulu menyakiti nya, sehingga hal yang tidak masuk akal tadi menjadi jelas dengan cerita latar belakang yang ada.
Atau kasus lainnya, ketika seorang atlit sukses, mendapatkan uang yang demikian banyak semasa produktifnya, kenapa tidak banyak yang bisa bertahan hingga masa pensiunnya? banyak dari antara mereka berakhir luntang lantung dengan sangat sedikit uang yang tersisa, bisa jadi, ketika kita menjadi kaya, orang-orang di sekitar kita "ingin ikut merasakan" harta tersebut, tiba-tiba orang tua perlu rumah baru, adik ingin mobil baru, saudara ingin jalan-jalan, hanya karena si uang itu yang terlalu "terlihat" membuatnya menjadi magnet, bukan berarti berbagi itu hal yang buruk, tetapi ketika uang tidak bisa dinikmati oleh si empu nya, apakah tidak menjadi sebuah ironi?
Kebahagiaan terbesar adalah ketika dari seluruh harta yang dimiliki, kita tidak memiliki keinginan untuk memboroskannya, menggunakan hanya untuk apa yang kita butuhkan, disitulah letak seni dari memiliki uang. Uang digunakan hanya untuk membuat kita bahagia, dan sesuai koridornya, mungkin menjadi bahagia dengan uang tidak semahal membuat orang iri atau membuat orang lain terpana melihat kita, mungkin kaya sesungguhnya adalah ketika uang yang banyak itu tidak "terlihat" sehingga menghindari sorotan yang tidak penting dari orang-orang di sekitar kita.
Buku ini memperdalam ilmu yang sempat dibagikan dari buku "The Psychology of Money" memberikan banyak contoh yang bisa membuat kita tersadar, bahwa uang itu bukan tujuan, Ia hanyalah alat yang bisa membantu kita meraih kebahagiaan itu, sisanya adalah bagaimana cara kita mengendalikan diri kita untuk mengetahui kata cukup dan mengenali apa yang membuat kita bahagia. Selamat membaca!










