Review Novel Digital-Java Express
Java Express terasa seperti membawa angin segar ke ranah genre romance yang belakangan didominasi percintaan yangg melibatkan CEO atau anak sekolahan. Java Express berangkat dengan membawa ide unik kisah time travel, kisah melipat jarak serta menembus ruang dan waktu. Java Express menceritakan Alexa yang mendadak terlempar ke Soerabaja tahun 1914 dan menempati posisi Alene sebagai putri kedua keluarga Lisellote yang ternyata memiliki kisah cinta cukup rumit. Latar tempat dan waktu digambarkan dengan baik melalui narasi dan dialog dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami sehingga seakan pembaca diajak "tilik" ke Hindia Belanda. Sebagai seorang yang menyukai hal-hal berbau sejarah, saya sangat menikmati jalan-jalan ini.
Konflik pada novel disusun perlahan-lahan dengan rapi, dengan menyisipkan kejutan di hampir setiap bab yang mampu membuat pembaca penasaran dengan kelanjutan kisah Alexa dan Alene. Java Express juga menampilkan perbedaan kontras kehidupan perempuan pada masa sebelum dan sesudah kemerdekaan, pada masa lampau perempuan seperti hanya menjadi objek, bukan seorang perempuan berdaulat yang memiliki pilihan, kehadiran Alexa seakan menjadi sosok yang mendobrak semua pakem itu, perempuan berhak memilih apapun untuk masa depannya, termasuk siapa yang akan menjadi pasangan hidupnya nanti. Selain itu Java Express juga seolah mengatakan bahwa cinta adalah bahasa universal yang bebas dimiliki semua orang tanpa memandang perbedaan ras. Secara keseluruhan Java Express adalah kisah yang worthy untuk disimak sampai akhir.
Java Express bisa dibaca di aplikasi Storial.









