Your Perspective is Your Happiness
Sibuknya orang bekerja adalah idaman para pengangguran.
Luangnya waktu orang yang menganggur (unemployed) adalah idaman orang yang sibuk bekerja.
Jabatan tinggi mungkin idaman seorang "bawahan". Padahal, terkadang orang dengan jabatan tinggi pun 'lelah' dengan jabatannya karena terlalu banyak tekanan hingga akhirnya pun resign.
Kulit putih mungkin idaman orang berkulit coklat, padahal kulit coklat sawo matang adalah idaman orang berkulit putih.
Tubuh yang langsing adalah idaman orang gemuk, sebaliknya tubuh yang berisi adalah idaman orang yang kurus meski keduanya pun sama-sama berjuang keras untuk mendapatkan tubuh yang diinginkan.
Memang, ketika sudah memiliki sesuatu hal, seringkali lupa untuk mensyukuri yang telah dimiliki.
Rumput tetangga memang selalu tampak hijau hingga tak menyadari bahwa di depan mata tumbuh bunga yang bermekaran dengan indah.
Pada dasarnya, kebahagiaan hanya soal perspektif. Tanpa sadar, kebahagiaanmu diukur dan dipengaruhi oleh pikiranmu, ekspektasimu, opini orang lain, atau bahkan sudut pandang diri sendiri maupun orang lain.
Padahal, kita dapat menemukan kebahagiaan yang tersembunyi, jika mampu melihat dari berbagai perspektif. Ya, besarnya masalah tergantung pada sudut pandang orang yang melihatnya..

















