Rinduku Berse[te]ru
Tatkala gejolaknya raga dan jiwaku berseteru,
Dalam khusuknya diamku selalu berkelebatan dirimu
Rinduku sungguh penuh, nda...
Hatiku menunggu satu temu denganmu
Pun jiwaku tiada jemu menggebu
Sedang raga tiada daya berjumpa
Wahai rindu kelabu yang semu menggelayuti fikirku
Suara merdumu kian membisik pendengaranku
Menggoyah gumpalan darah yang memang lemah
Sayang, hanya bayang yang bisa datang
Untukmu yang kurindu,
Kunikmati setiap detik merindumu
Meniti kepingan harap yang kelak membuat kita saling mendekap
Kunantikan kerinduanku padamu berlabuh di armada kuasa-Nya
di bawah mendung langit Bandung, 11 Januari 2017
at 2.34 PM











