Mengaplikasikan Kandungan Quran dalam Kehidupan . Ramadan adalah bulan suci, bulan penuh keberkahan, dan bulan diturunkannya Quran. Maka, mengapa kita sebagai muslim wajib puasa? Jawabnya supaya kita siap menerima Quran. Lantas ada pertanyaan, sudah sejauh mana kita mengamalkan Quran? Hendaknya hal ini menjadi perhatian kita. . Ada satu cerita menarik tentang makna keyakinan. Seorang pendaki gunung menggunakan sabuk pengaman saat mendaki. Ketika hendak sampai puncak, kabut tebal datang, sehingga ia tak melihat apa-apa. Angin pun begitu kencang berembus, akhirnya ia terpeleset, jatuh. Beruntung ia masih menggantung di salah satu ranting pohon yang cukup kuat. . Ia berdoa kepada Allah untuk diberi petunjuk. Ia pun tertidur. Dalam mimpi ada isyarat untuk memotong sabuk pengamannya. Ketika bangun, ia ragu akan kebenaran mimpinya. Ia pun tidak memotong talinya. Hal ini terulang sampai tiga kali. Hingga akhirnya, karena ia tidak makan, tidak minum selama tiga hari, ia pun mati mengenaskan tergantung di ranting pohon. . Keesokan harinya saat warga sekitar menemukan jasadnya, warga terkejut. Sebab jarak antara pendaki menggantung dan tanah hanya satu meter saja. Artinya, sebab pendaki tidak yakin, akhirnya ia mati sia-sia tanpa usaha berarti. . Maka, kita seharusnya yakin dengan Quran sebagai petunjuk dan berusaha mengamalkan isinya. Caranya sebagai berikut: 1. Membaca terjemahnya. 2. Mengikuti kajian tafsir Quran yang banyak diadakan masjid atau majlis taklim. . Kita bertahap dalam mengaplikasikan kandungan Quran dalam kehidupan. Mari membumikan Quran dalam lingkup yang lebih luas. Lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Dengan begitu diharapkan ruh Quran senantiasa menghiasi kehidupan sehari-hari kita. . #RamadhanBercerita #RamadhanBerceritaday17 #latepost #02062018 #ringkasanceramah #tarawih (di MAN 2 Kota Malang)











